CATCHPLAY+ Rayakan 10 Tahun, Luncurkan CATCHPLAY LITE dan Film Original Indonesia

Satu dekade bukan waktu yang singkat bagi sebuah layanan streaming untuk bertahan di tengah persaingan platform digital yang semakin ketat. Namun, CATCHPLAY+ justru memanfaatkan momentum ulang tahunnya yang ke-10 di Indonesia dengan memperluas langkah bisnis, bukan hanya menghadirkan konten baru, tetapi juga membuka format hiburan yang lebih relevan dengan kebiasaan penonton masa kini.

Dalam acara perayaan yang digelar di Jakarta, Kamis (2/7/2026), penyedia layanan streaming regional tersebut memperkenalkan CATCHPLAY LITE, layanan hiburan vertikal premium yang dirancang khusus untuk pengguna smartphone. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga mengumumkan ekspansi ke layanan hiburan dalam mobil (in-car entertainment), sederet film blockbuster Hollywood terbaru, hingga proyek film original Indonesia yang kembali diproduksi setelah vakum sekitar tiga tahun.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada 2016, CATCHPLAY+ telah berkembang melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti Telkomsel, XLSMART, dan Indosat. Selama sepuluh tahun terakhir, platform ini tidak hanya menghadirkan film-film premium, tetapi juga memperluas jangkauan hiburan digital kepada jutaan pengguna di Indonesia.

CEO CATCHPLAY Group, Daphne Yang, mengatakan perjalanan selama satu dekade tersebut menjadi fondasi bagi transformasi perusahaan menuju platform hiburan yang lebih lengkap.

CEO CATCHPLAY Group, Daphne Yang
CEO CATCHPLAY Group, Daphne Yang

“Sepuluh tahun terakhir ini tak akan terwujud tanpa kepercayaan dan dukungan dari para mitra serta pelanggan kami di Indonesia. Saat melihat kembali perjalanan ini dengan rasa syukur, kami percaya bahwa masa depan dunia hiburan dan storytelling baru saja dimulai. Kami tengah bertransformasi dari sekadar ‘kurator butik’ menjadi destinasi hiburan yang menyeluruh, menawarkan konten yang lebih beragam serta aksesibilitas yang lebih luas agar selaras dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Daphne.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran CATCHPLAY LITE, sebuah ruang hiburan vertikal yang memanfaatkan format video 9:16 atau layar penuh seperti yang kini semakin populer di kalangan generasi mobile-first.

Tidak sekadar menghadirkan video pendek, CATCHPLAY LITE menawarkan serial vertikal premium dengan kualitas produksi yang lebih tinggi dibandingkan micro drama yang banyak beredar di media sosial. Seluruh tayangan dirancang agar nyaman dinikmati saat perjalanan, waktu istirahat singkat, maupun aktivitas harian lainnya.

Untuk peluncuran perdananya, CATCHPLAY+ menggandeng empat perusahaan hiburan besar Korea Selatan, termasuk CJ ENM HK dan b.able, serta platform vertikal Sero. Melalui kolaborasi tersebut, pengguna dapat menikmati versi vertikal film romantis On Your Wedding Day yang dibintangi Park Bo-young, Double Patty yang diperankan Irene Red Velvet, hingga berbagai tayangan horor, aksi, dan variety show yang akan diperbarui setiap minggu.

Pengguna dapat menikmati beberapa episode secara gratis sebelum membuka akses penuh melalui paket langganan CATCHPLAY LITE maupun bundling bersama operator telekomunikasi.

Menurut Daphne, perubahan pola konsumsi konten membuat format vertikal menjadi salah satu masa depan industri hiburan digital.

“Format tayangan vertikal kini telah mengubah cara masyarakat menikmati konten. Perubahan format ini mungkin memengaruhi dinamika, namun kekuatan cerita tetap menjadi esensi utamanya. Kami sedang mengembangkan drama vertikal dengan proses produksi yang lebih dinamis dibandingkan serial format panjang tradisional. Namun dibandingkan micro drama biasa, kami menghadirkan kualitas cerita dan nilai produksi yang jauh lebih tinggi.”

Tidak berhenti di sana, CATCHPLAY+ juga mengumumkan kerja sama dengan studio Korea Selatan SLL Joongang, rumah produksi di balik serial global The World of the Married dan Itaewon Class, untuk mengembangkan serial vertikal original premium.

Selain menghadirkan format hiburan baru di perangkat seluler, CATCHPLAY+ juga memperluas ekosistem distribusinya melalui kemitraan regional dengan Xperi. Lewat integrasi ke platform DTS AutoStage™, layanan streaming ini mulai hadir pada sejumlah kendaraan premium di Indonesia mulai Juli 2026.

Ekspansi tersebut menghadirkan konsep in-car entertainment, memungkinkan penumpang menikmati film maupun serial langsung melalui layar dashboard ataupun layar belakang kendaraan. Strategi ini menjadi bagian dari konsep “anywhere entertainment” yang membuat pengalaman menonton tetap dapat dilakukan secara mulus mulai dari rumah, smartphone hingga kendaraan.

Meski menghadirkan berbagai inovasi baru, CATCHPLAY+ memastikan identitasnya sebagai penyedia konten premium tetap dipertahankan.

Pada paruh kedua 2026, platform ini akan menghadirkan sejumlah film Hollywood yang sangat dinantikan seperti Greenland: Migration 2, Shelter, Mortal Kombat II, hingga The Mummy garapan Lee Cronin. Seluruh film tersebut dijanjikan hadir paling cepat sekitar 45 hari setelah penayangan di bioskop.

Untuk serial internasional, pelanggan juga akan disuguhkan M.I.A, Special Ops: Lioness Season 3 yang kembali dibintangi Nicole Kidman, serta dua musim The Agency: Central Intelligence yang diperankan Michael Fassbender.

Sementara bagi pencinta drama Asia, CATCHPLAY+ menyiapkan serial Mandarin seperti Bloody Smart, adaptasi live-action karya horor Junji Ito, In the Moonlight, dan Love in Red Dust.

Di tengah ekspansi global tersebut, CATCHPLAY+ juga menegaskan komitmennya terhadap industri kreatif Indonesia.

Platform ini resmi menayangkan variety show original Vakation yang menghadirkan perjalanan liburan Audi Marissa dan Fita Anggriani di Korea Selatan. Bersamaan dengan itu, CATCHPLAY+ juga memperkenalkan first look proyek film original Indonesia terbaru yang masih menggunakan judul sementara Untitled Mike Wiluan Project.

Film bergenre horor dan aksi tersebut diproduksi bersama Infinite Studios dan dibintangi jajaran aktor papan atas seperti Hannah Al Rashid, Alexandra Gottardo, Dwi Sasono, serta Samo Rafael.

Bagi Hannah Al Rashid, proyek tersebut menjadi ajang kembalinya dirinya ke genre aksi setelah cukup lama vakum.

“Mike itu selalu naik kelas di setiap filmnya. Yang ini benar-benar dark dan twisted. Menurutku akan sangat cocok dengan penonton Indonesia yang suka horor, gore, tapi juga action. Perpaduan dua genre yang menarik,” kata Hannah.

Ia mengungkapkan bahwa kolaborasinya bersama Mike Wiluan bukanlah yang pertama. Sebelumnya keduanya telah bekerja sama dalam The Night Comes for Us, Halfworlds, dan Buffalo Boys, sehingga ketika kembali mendapat tawaran, Hannah langsung menerima proyek tersebut.

Meski nantinya akan menjadi bagian dari ekosistem digital CATCHPLAY+, Hannah memastikan proses produksi film dilakukan dengan standar yang sama seperti film layar lebar.

“Secara pengerjaan sama saja. Kualitas yang dikejar sangat tinggi. Mau ditonton di layar HP atau bioskop, effort dan passion kami tetap seratus persen,” ujarnya.

Daphne Yang juga memastikan CATCHPLAY akan terus memproduksi karya original Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Menurutnya, setelah sukses menghadirkan Losmen Melati pada 2023, perusahaan kini semakin matang dalam memilih cerita yang layak diproduksi untuk pasar Indonesia.

Perjalanan sepuluh tahun CATCHPLAY+ di Indonesia menunjukkan bahwa industri streaming kini tidak lagi sekadar bersaing menghadirkan film terbaru. Persaingan telah bergeser pada bagaimana sebuah platform mampu menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih personal, fleksibel, dan dapat diakses di berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kendaraan.

Ke depan, kombinasi antara konten premium internasional, inovasi format vertikal, ekspansi teknologi, serta investasi pada karya original Indonesia menjadi strategi utama CATCHPLAY+ untuk mempertahankan posisinya di tengah industri streaming yang terus berkembang. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles