Industri musik Indonesia kembali kedatangan pemain baru dengan pendekatan yang berbeda. Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI) bersama Sun Eater Group resmi meluncurkan LUNAR, sebuah label musik hasil kolaborasi (joint venture) yang menggabungkan kekuatan jaringan global Sony Music dengan pendekatan kreatif khas label independen milik Sun Eater Group.
Peluncuran yang diumumkan pada 30 Juni 2026 ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan untuk menemukan, mengembangkan, sekaligus membawa talenta-talenta Indonesia ke panggung internasional tanpa menghilangkan identitas musik yang mereka miliki.
Sebagai langkah awal, LUNAR langsung memperkenalkan tiga musisi muda yang menjadi roster perdananya, yakni Kecoud, Alee, dan Nandoshi. Ketiganya dipilih karena dinilai memiliki karakter musikal yang kuat, berani melampaui batas genre, serta mewakili wajah baru musik Indonesia yang semakin beragam.
Berbeda dengan label konvensional, LUNAR dibangun sebagai sebuah ekosistem yang memungkinkan musisi berkembang secara kreatif sekaligus memperoleh dukungan penuh dari sisi distribusi, pemasaran, hingga pengembangan karier di tingkat regional maupun global.
Menggabungkan Kekuatan Label Global dan Semangat Indie
Lahirnya LUNAR merupakan hasil penyatuan dua kekuatan besar yang selama ini memiliki pendekatan berbeda, namun saling melengkapi.
Di satu sisi, Sony Music Entertainment Indonesia membawa pengalaman panjang dalam distribusi musik global, strategi pemasaran internasional, serta jaringan industri yang luas. Di sisi lain, Sun Eater Group dikenal sebagai salah satu perusahaan musik independen paling berpengaruh di Indonesia yang berhasil membangun identitas kuat bagi para musisinya.
Selama beberapa tahun terakhir, Sun Eater sukses melahirkan sejumlah nama besar seperti Hindia, Lomba Sihir, dan .Feast yang memiliki pengaruh kuat terhadap kultur musik anak muda Indonesia.
Melalui LUNAR, kedua perusahaan ingin menghadirkan ruang bagi musisi untuk berkembang tanpa harus mengorbankan kebebasan berekspresi.
General Manager Sony Music Entertainment Indonesia, Muhammad Soufan (Munna), mengatakan Indonesia kini menjadi salah satu pasar musik paling dinamis di dunia berkat pertumbuhan digital yang sangat pesat.
Menurutnya, kolaborasi dengan Sun Eater menjadi cara terbaik untuk menggabungkan kekuatan global Sony dengan pendekatan kreatif yang lahir dari komunitas.
“Indonesia saat ini menjadi rumah bagi salah satu komunitas musik yang paling dinamis dan aktif secara digital di dunia. Bersama Sun Eater Group, kami membentuk LUNAR untuk menggabungkan jangkauan global Sony dengan pendekatan kurasi kreatif yang otentik dan berakar dari komunitas. Kecoud, Alee, dan Nandoshi mewakili semangat lintas genre yang sejak awal ingin diusung LUNAR, dan kami sangat antusias menyambut kolaborasi ini,” ujar Munna.
Senada dengan itu, Founder & CEO Sun Eater Group, Kukuh Rizal Arfianto, menjelaskan bahwa sejak awal LUNAR memang dirancang sebagai rumah bagi para musisi yang ingin terus bertumbuh secara artistik.
Menurutnya, kesamaan visi dengan Sony Music menjadi alasan utama lahirnya kolaborasi tersebut.
“LUNAR lahir dari keinginan kami menghadirkan ruang yang progresif sekaligus menghargai pertumbuhan artistik para musisinya. Kolaborasi kami dengan Sony Music terasa sebagai sesuatu yang sangat sejalan karena kami sama-sama memiliki DNA yang artist-first. Kami bersama-sama ingin menghadirkan yang terbaik dari dua dunia bagi para musisi: kejujuran dan agility yang dimiliki label indie, serta kapabilitas global Sony sebagai pemimpin industri musik,” katanya.
Tiga Musisi Muda Jadi Wajah Perdana LUNAR
Sebagai label baru, LUNAR langsung memperkenalkan tiga nama yang akan menjadi fondasi perjalanan mereka.
Kecoud dikenal lewat musik yang banyak mengangkat akar budaya Jawa Timur dengan pendekatan yang modern. Baginya, bergabung bersama LUNAR bukan hanya soal label, tetapi juga kesempatan untuk berkembang bersama orang-orang yang memahami visi bermusiknya.
Sementara Alee berharap musik yang ia ciptakan dapat menjangkau lebih banyak pendengar.
“Aku hanya berharap suaraku bisa menjangkau lebih jauh dari yang pernah aku bayangkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Nandoshi ingin karya-karyanya mampu menjadi teman bagi para pendengar yang sedang menghadapi berbagai fase kehidupan.
“Aku ingin musik aku bikin orang merasa dimengerti dan bisa menyentuh secara emosional. Aku juga antusias untuk bermimpi lebih besar bersama LUNAR tanpa kehilangan jati diriku sebagai seorang artis,” ungkap Nandoshi.
Ketiga musisi tersebut dinilai merepresentasikan arah baru yang ingin dibangun LUNAR, yakni menghadirkan karya lintas genre yang tetap memiliki identitas kuat.
Membuka Jalan Musik Indonesia ke Panggung Internasional
Peluncuran LUNAR juga menjadi refleksi perkembangan industri musik Indonesia yang semakin mendapat perhatian dunia.
Saat ini Indonesia menjadi salah satu pasar hiburan dan media dengan pertumbuhan tercepat secara global. Didukung jumlah pengguna internet yang terus meningkat, penetrasi platform streaming digital, serta populasi Generasi Z yang sangat aktif mengonsumsi musik, Indonesia menjadi pasar yang semakin strategis bagi industri musik internasional.
Melalui LUNAR, Sony Music dan Sun Eater berharap semakin banyak musisi lokal yang mampu bersaing di pasar regional maupun global tanpa kehilangan karakter yang menjadi ciri khas mereka.
Dengan menggabungkan distribusi internasional, strategi pemasaran global, pengembangan berbasis komunitas, hingga kebebasan bereksplorasi secara artistik, LUNAR diharapkan menjadi rumah baru bagi lahirnya generasi musisi Indonesia berikutnya yang mampu membawa karya lokal ke panggung dunia. XPOSEINDONESIA/IHSAN


