Menyusuri Fenomena K-Halal Universe 2026, Ketika Kuliner Korea Menaklukan Selera Jakarta

Aroma gurih kaldu ramyeon dan legitnya tteokbokki hangat membumbung tinggi di langit-langit Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Selama sepuluh hari penuh, sejak 10 hingga 19 Juli 2026, pusat perbelanjaan sibuk ini mendadak bersalin rupa menjadi pusat selebrasi gastronomi Negeri Ginseng dalam gelaran K-Food Pop-up Store: K-Halal Universe 2026 Jakarta.

Diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan Republik Korea (MAFRA) bersanding dengan Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT), pameran ini berhasil menorehkan angka kunjungan fantastis: tak kurang dari 500.000 pasang kaki menyemut di area pameran. Angka ini menegaskan betapa masifnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap makanan khas Korea yang memiliki kepastian jaminan halal.

Sejak tirai seremoni pembukaan dibuka, ritme kemeriahan tak pernah kendur. Penampilan penuh pesona dari penyanyi lokal Nyoman Paul menghangatkan suasana awal, disusul kehebohan sorak-sorai penonton saat grup vokal pria asal Korea, ASC2NT, menggebrak panggung utama. Momentum diplomasi budaya ini turut disaksikan langsung oleh para pejabat tinggi kedua negara.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, menekankan pentingnya sinergi ini dalam pidato sambutannya. “Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia dalam memperkenalkan produk pangan Korea yang berkualitas sekaligus memperluas pasar K-Food halal di Indonesia,” ujar Yoon Soon-gu di hadapan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. Ir. A. Haikal Hassan Baras, MMT, serta Kepala aT Jakarta, Shin Dong-hee.

Penampilan aksi panggung interaktif Idol Korea ASC2NT (Ist)

Di sepanjang koridor Mosaic Walk, sebanyak 10 importir resmi produk pangan Korea unjuk gigi menghadirkan ragam pilihan autentik. Perusahaan seperti PT Asia Utama Indonesia, PT Kaifa Food, PT Green Nature Farm, PT STC Natural Indo, PT Tirta Buana Indoraya, PT Dunia Hijau, PT Korinus, PT Korinhub, PT Okosia, hingga PT Koin Bumi menyajikan aneka mi instan, minuman tradisional ginseng, frozen food, suplemen anak, hingga camilan eksklusif dengan harga promo yang menggiurkan.

Bagi pencinta santapan siap saji, area K-Street Food Booth yang dikelola oleh Asosiasi Restoran Korea di Indonesia (K-Food Association) menjadi primadona tanpa tanding. Deretan sajian favorit publik seperti Eomuk, Bulgogi Rice Bowl, Ramyeon, hingga stan Yoajung Ice Cream diserbu antrean panjang. Tak sekadar membeli, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman langsung mengolah resep tradisional melalui kelas pembuatan kimchi otentik yang dipandu langsung oleh chef Korea.

Konsep interaksi aktif menjadi ruh utama gelaran ini. Pada K-Picnic Zone, pengunjung dapat menikmati fasilitas makan ramyeon gratis dalam lanskap taman yang dirancang mirip suasana santai taman-taman kota di Seoul. Selain itu, workshop gratis pembuatan mandu dan tteok juga membuka ruang edukasi kuliner yang inklusif bagi keluarga.

Daya tarik pameran semakin menguat kala memasuki pekan kedua dengan hadirnya panggung K-Halal Cooking Demo. Dua nama besar dunia kuliner Indonesia, Mama Lita dan Chef Martin Praja, mendemonstrasikan kepiawaian mereka mengolah bahan-bahan Korea bersertifikat halal. Mama Lita memukau penonton lewat racikan Budae-jjigae yang kaya bumbu, sementara Chef Martin Praja membagikan teknik memasak Chadol Bulchobap dan Jeukseok Tteokbokki agar mudah dipraktikkan di dapur rumah.

Ajang ini juga merangkul kreativitas lintas generasi lewat kompetisi yang variatif. Mulai dari Dance Cover Competition berkonsep brand ambassador, K-Food Makeup Competition yang menantang 35 pesertanya berkreasi dengan gaya Fresh K-Food Look hingga Street Food Idol, hingga kompetisi Color Your K-Food yang diikuti oleh 50 anak usia dini. Sementara itu, 9 tim bertarung mengolah produk kudapan Korea dalam K-Dessert Workshop & Decoration Competition.

Gelombang energi kegembiraan pengunjung ditutup secara manis oleh penampilan syahdu Feby Putri, sebelum akhirnya digoyang oleh aksi heboh grup Sorijilleo melalui sesi Noraebang K-Pop yang mengajak seluruh pengunjung bernyanyi bersama hingga penghujung malam.

Keberhasilan K-Halal Universe 2026 Jakarta bukan sekadar kesuksesan festival hiburan biasa. Lebih dari itu, ajang ini menjadi tonggak penting yang membuktikan bahwa pasar kuliner halal Indonesia tak hanya responsif terhadap tren gelombang budaya Korea, melainkan juga siap menjadi poros utama ekspansi pangan halal dunia di Asia Tenggara. XPOSEINDONESIA/AM

spot_img

Must Read

Related Articles