31 C
Jakarta
Wednesday, October 20, 2021

Kesatu : Album Instrumental Ria Prawiro, Mengadopsi Kerja Kreatif Sting

- Advertisement -
- Advertisement -

Penulis lagu  sekaligus produser, Ria Prawiro. merilis album instrumental berjudul “Kesatu”, dengan musik digarap Gihon Lohanda dan Juan Mandagie. Album ini berisi 7  buah lagu,  yang  pernah ditulis dan dirilis Ria sejak tahun 80-an.

Album instrumental  yang terdengar lembut, manis, menyenangkan, menenangkan dan terkesan grande  tersebut, memuat lagu karya Ria Prawiro yang pernah dipublikasikannya. Antara lain, “Kalau”  (1987),  “Oh Cinta”  (2010), “Kekasih Jiwa” (2010), “Kita”  (2017),  “You’re the One” (2000), “Abdimu” ( 2000) “Lewati Badai” (2010).

Lagu Cinta untuk Bapak & Ibu

“Saya tergelitik membuat album instrumental, yang diangkat dari lagu yang pernah saya ciptakan. Ide ini disambut Gihon dan Juan dengan penuh semangat,” kata Ria yang sudah menulis lagu sebanyak 61 judul, 45  di antaranya  diciptakan sendiri.

Ada dua lagu yang sangat special bagi Ria. Yakni “Abdimu” dan “You’re The One’”.  Keduanya ditulis  Ria untuk orangtuanya ketika mereka masih ada.

- Advertisement -

“Saya tulis  lagu cinta untuk mereka sebagai kado ulang tahun. Lagu “Abdimu” untuk Bapak, semetara “You’re  The One” untuk Ibu. Lagu itu sempat dinyanyikan Vina Panduwinata,” ujar putri mendiang Radius Prawiro dan Leoni Supit ini.

“Dari awal merancang pembuatan album ini, saya sudah memilih dua lagu  tersebut untuk dimunculkan,” ungkap Ria.

Chill  & Sopisticated

Menurut Gihon Lohanda, yang bertugas rangkap  sebagai gitaris,  pemain bass, vokalis juga  bekerja untuk mixing dan mastering, proses pengerjaan album “Kesatu”,  terjadi  setelah ia melihat video miliki musisi asal Inggris , Sting.

“Di video  itu Sting mengundang sejumlah teman ke rumahnya, menginap dan melakukan workshop bareng, untuk bikin lagu juga show. Saya rekomendasikan video ini ke Mama Iya, (panggilan Ria Prawiro, Red), dan ternyata ia setuju, kita menggarap lagu instrumental dengan pola  begitu,” ungkap Gihon.

Lantas, Ria,  Gihon dan Juan melakukan workshop di Rumah Kinasih, di kawasan Bogor, Jawa Barat. Di situ  mereka mematangkan lagu dan merekamnya dengan konsep trio.  

Kenapa  trio? “Karena  Mama Iya, Gihon dan saya memang sudah sehati dan sevisi ,  untuk bersama sama me-remake kembali lagu lagu yang diciptakan Mama Iya, menjadi lagu instrumental yang minimalis!’ ujar Juan Mandagie yang memainkan piano.

Baca Juga :  Ayu Azhari dan Isabelle : Ibu & Anak Satu Panggung

Menurut Juan, kesulitan sekaligus tantangan dalam penggarapan album ini,  muncul karena lagu yang ingin diaransir ulang, baru diberikan Ria justru di  tengah lokasi workshop.

“Terus, kita langsung disuruh bikin aransemen   dengan durasi 30 menit. Abis itu take 2 jam, preview rough mixing 15 menit. Waktu yang singkat, bukan?” katanya serius seperti bertanya.

 “Tetapi yang paling sulit dari pekerjaan kita sepanjang workshop, sebetulnya bukan menggarap lagu,  tetapi menghabiskan satu ekor gurame goreng!”  kata Juan  sambil menyebut Mama Iya, selalu  menyediakan konsumsi prima sepanjang workshop.

Gihon  yang dikenal pula sebagai dosen Conservatory Music di Universitas Pelita Harapan, menyetujui pendapat Juan soal tantangan sekaligus ujian  dalam mengerjakan album.

“Persoalnnya terletak pada pencarian inspirasi. Karena pengerjaan sangat cepat, dengan waktu pendek. Workshop hanya empat hari,  namun kita  bisa membuat rekaman sampai 11 lagu!” ucap Gihon yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro sejak tahun 2011.

Ketika album Kesatu dirilis Kariza Production pada 7 September 2021,  Gihon mengaku senang dengan tanggapan banyak orang.

”Banyak  teman  bilang album  ini bisa  dinikmati dalam suasana  serius maupun santai. Bisa didengerin  sambil nyetir mobil atau  serius nemenin kerja di kantor!” ujar Gihon yang  pernah menggarap album untuk Ruth Sahanaya, Raisa, (alm) Mike Mohede dan lain-lain.

Ketika ditanya, jika album “Kesatu” muncul  dalam format live show, akan seperti apa konsep panggungnya?   

Juan menjawab “Pasti  harus dengan instrumentasi yang lebih  lengkap dan lebih banyak. Baik drum, perkusi, bass dan lain-lain!”

Sementara Gihon membayangkan,  pentas  live show akan  sangat keren dengan nuansanya intimate.  “Perlu  tambahan 5-6  orang. Mereka akan bermain pada posisi drum, perkusi, gitar, bass, backing  vocal. Pasti bakalan seru banget!” XPOSEINDONESIA – Foto : Dok. Kariza Productions

Gihon Lohanda, Musisi Berbakat yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro sejak tahun 2011
Juan Mandagie, Selain jadi Pianis di album Kesatu, ikut pula menyumbang suara
Ria Prawiro, Penulis Lagu sekaligus Excecutive Produser album Kesatu
Trio Baru di Musik Indonesia, Juan Mandagie, Ria Prawiro dan Gihon Lohanda
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -