26.9 C
Jakarta
Wednesday, May 18, 2022

Dengan Musik Juan Mandagie Berbagi Berkat

- Advertisement -
- Advertisement -

Inilah musisi muda bermasa depan gemilang. Namanya Juan Mandagie. Profesi  kerennya adalah sebagai Arranger. Dalam lima tahun terakhir ini, ia  banyak bekerja sama dengan Ria Prawiro, pencipta lagu sekaligus pemilik Kariza Productions.

“Dari tahun 2017 hingga hari ini,  saya sudah mengerjakan lebih dari 30  lagu bersama Ibu Ria  Prawiro.  Dan yang terbaru berjudul ‘This Is The Time’,” katanya dalam sebuah wawancara via telepon.

“This is The Time” adalah sebuah single semi instrumental  yang sudah dirilis  dan tersedia di toko digital sejak awal Maret 2022.

Juan menawarkan Lo-Fi Hip Hop dan Electronic yang sedang jadi trend di kalangan milenials.  “Ketika  kami sematkan  Lo-Fi Hip Hop,  dalam “This is The Time”, lagu Ibu Ria semakin enak dinikmati  kapan saja. Saat lagi belajar, nyetir mobil atau lagi kerja di kantor,” kata pria kelahiran  27 Juni 1995, tentang kerja kreatif terbarunya.

- Advertisement -

Juan mengaku  sangat menikmati  bekerja sama dengan Ria Prawiro. Karena sebagai pencipta  maupun produser, Ria sangat demokratis dan tidak terpaku menggarap musik hanya pada satu jenis tertentu.

“Ia mau mengeksplore beragam jenis musik baru, bahkan yang di luar selera beliau. Lebih pasti  lagi, Ibu Ria punya visi yang sama dengan saya, kalau berkarya ingin bisa memberkati banyak orang!” ujar Juan tentang Ria.

Khatam Untuk Arranger

Juan memasuki industri musik sejak akhir 2014. Waktu itu, ia diajak musisi Echa Soemantri untuk rekaman lagu berjudul “Doa bagi Bangsa”  yang dibuat khusus dalam rangka merayakan 17 Agustus. 

“Saya berperan sebagai pemain keyboard, video  lagu itu masih ada di Youtube!”  ujar Juan, lulusan Jazz and Pop Performer dari Universitas Pelita Harapan.

Baca Juga :  Kesatu : Album Instrumental Ria Prawiro, Mengadopsi Kerja Kreatif Sting

Setelah itu, Juan ditarik menjadi pegawai di Archipelagio Music,  sebuah perusahaan yang menyediakan Jasa Hiburan untuk acara pernikahan, acara perusahaan  maupun Produksi TV di bawah asuhan Gihon Lohanda. 

“Dari sini itu saya semakin khatam mengerjakan musik yang lebih luas, baik untuk arranging maupun producing!” ungkap Juan .

Juan mengaku sudah mengenal keyboard sejak usia 6 tahun. “Waktu itu Papa membelikan keyboard sebagai hadiah ulang tahun. Kemudian saya ikut kursus  di Yamaha!” kata Juan.

Perkenalan awal dengan keyboard  juga piano di usia muda, membuat ia jatuh hati  pada instrument itu hingga kini.

“Piano itu memiliki 88 tuts, jadi secara harmoni, pasti lebih lebar dari instrument lain. Dan sangat cocok untuk menjadi bagian dari pekerjaan seorang arranger!” ujar  Juan .

Upload dan Take Down

Juan menyebut lagu pertama karyanya yang digarap dan di-upload ke Youtube adalah “’I Miss Our Battle’’, sebuah lagu yang didedikasikan untuk mendiang Papanya.

“Lagu itu menceritakan seberapa kangennya saya sama Papa, bahkan kangen saat kami berantem. Jadi judulnya memang “”I Miss Our Battle!” ungkap Juan yang menyebut telah men-take down lagu tersebut dari Youtube.

“Mungkin, saya musisi muda yang masih labil, setelah di-upload, saya mendadak terpikir, tidak terlalu baik membagikan kesedihan,  jadi saya take down!”

Juan berjanji, suatu saat nanti akan merilis single khusus  untuk sang Papa, “Tetapi  dengan tema yang  lebih memberikan pengharapan, daripada membagikan kesedihan!” kata Juan serius.

Dalam berkarya, menurut Juan  memang diperlukan kejujuran. “Namun lebih dari itu, musik itu juga harus bisa memberkati pendengarnya, jadi ada visi dan  pesan di dalamnya!” kata Juan  mengakhiri percakapan. XPOSEINDONESIA Foto : Dok : Kariza Productions

juan mandagie dan ria prawiro kolaborasi apik lintas generasi
juan mandagie dan ria prawiro kolaborasi apik lintas generasi
juan madagie cocok bekerja sama degan ria prawiro
juan madagie cocok bekerja sama degan ria prawiro
sebagai produser ria bersikap demokratis
sebagai produser ria bersikap demokratis
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -