33 C
Jakarta
Wednesday, October 20, 2021

Purwacaraka Raih Blessing di Tengah Pandemi Covid 19

- Advertisement -
- Advertisement -

Karena kecintaannnya pada musik sejak kecil, musikus dan komponis Ir. Purwatjaraka mendirikan sekolah musik, bernama Purwa Caraka Music Studio (PCMS) di Jalan Mangga No 12, Bandung pada 1 Oktober 1988.

Setelah berjalan hampir 35 tahun, PCMS  berkembang menjadi 90 cabang yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Mereka mengumpulkan 20.000 murid dan menyerap 1.600 tenaga Pengajar Bersertifikat.  

“Namun  datangnya Pandemi Covid 19, membuat  6 cabang PCMS  terpaksa  kami tutup, dan lebih dari  50 persen siswa mengundurkan diri, dengan berbagai alasan,” kata Purwa dalam acara Cakap Cakap Intagram Live @bensleo52 yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Banyak alasan para murid mengundurkan diri.  Ada yang tidak bisa belajar online karena terhalang jaringan,  atau tidak punya handphone, karena  handphone  dipakai  bareng adik-adiknya!” tutur Purwa  yang dianugerahi sertifikat Bhakti Musik PAPPRI 2011 dan Anugerah Kebudayaan Kemendikbud 2018.

Ujian Online

- Advertisement -

Purwa  menyebut, sehari setelah Pemerintah mengumumkan pembatasan sosial bersyarat yang melarang berkumpulnya banyak orang pada 16 Maret 2020, “Saya menandatangani surat, untuk meliburkan kegiatan mengajar untuk anak anak. Surat itu berlaku dua minggu,  yang kemudian diperpanjang lagi di setiap dua minggu. Hingga sekarang  tidak terasa anak anak learn from home atau online class sudah 14 bulan!” ungkap Purwa.

Andrea Miranda Dwisanti  Putri, Kepala Divisi Kurikulum PCMS, sekaligus anak kedua  Purwa menyebut, perubahan pola belajar dan mengajar  dari tatap muka menjadi online, membuat  mereka  harus bisa menghadapi tantangan  baru.

 “Guru dan murid sama sama terdampak. Guru juga menghadapi kendala untuk mengubah sistem pengajaran yang tiba tiba menjadi online. Di mana cara berkomunikasi dan memberi tugas pun berbeda. Misalnya, untuk kelas vocal yang tadinya harus mengiringi murid berlatih,  sekarang tidak bisa Ini memerlukan adaptasi dan kami harus  cepat   bisa mengatasinya!” kata penyanyi yang  terkenal bersuara sopran  ini.

Baca Juga :  Saya dan Gerakan HaloPuan

Menurut Andrea,  learning from home ini awalnya menjadi tantangan bagi murid maupun guru, “Tetapi dengan berjalannya waktu, banyak murid yang malah semakin nyaman belajar secara online,”  ungkap Perempuan  35 tahun yang menjadi Dosen Mayor Vokal Kontemporer di Universitas  Pelita Harapan ini.   

Purwa melihat  datangnya Pandemic  COVID 19  ini bukan hanya sekadar sebuah tantangan, tetapi juga menjadi blessing. “Saya syukur,  di tengah kondisi itu muncul komunikasi dengan teknologi baru  bernama  Zoom,” tutur Kakak Kandung Trie Utami itu lagi

Sebelum Covid datang, Purwa mengaku kesulitan mengumpulkan  para branch manager untuk menghadiri rapat. Untuk meeting setahun dua kali  saja, susah setengah mati. Selalu ada alasan sehingga meeting tidak pernah lengkap. Ditambah lagu peserta rapat  ada yang datang telat.

“Tapi  sejak Covid 19 merebak, dan pertemuan tatap muka dibatasi Pemerintah,  kami  justru malah bisa rutin menyelenggarakan rapat  setiap  hari Senin. Hingga hari ini kami sudah melakukan pertemuan online ke 62 kali,” ujar Purwa kelahiran Beograd, Yugoslavia pada 31 Maret 1960 ini. “Dan rapat kami berjalan tanpa harus melalui kemacetan, tanpa keluhan terlambat, juga tanpa  keluar dana untuk biaya penerbangan!” lanjut Purwa.

Hikmah lain dari belajar secara online di PCMS, menurut Purwa adalah, membuat  ia dan para guru melakukan perbaikan dan penyempurnaan, “juga menciptakan ujian secara online. Ada  sekitar 2000 siswa  yang sudah ikut  ujian secara online.”

Andrea menyetujui  bahwa pengajaran tatap muka tetap unggul dibanding online. “Apalagi secara berkala  di PCMS kami punya dua event rutin, satu home concert yang sifatnya internal, dan kedua adalah annual concert yang sifatnya lebih besar. Concert itu memang bisa diselenggarakan secara online, tapi pertunjukan live  yang ditonton banyak orang, rasanya memang  tetap jauh lebih hidup!” XPOSEINDONESIA/Nini Sunny Foto : Muhamad Ihsan & Dudut Suhendra Putra

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -