27.9 C
Jakarta
Selasa, Februari 27, 2024

GCN & Papatong Artspace, Insiator Pertama Pementasan Musikal Keumalahayati-Laskar Inong Balee

- Advertisement -

Gema Citra Nusantara (GCN) dan Papatong Artspace  untuk kedua kalinya menggelar teater musikal “Keumalahayati- Laskar Inong Balee”  pada 12 dan 13 Agustus 2023  pukul 19.00 WIB, di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Sebelumnya, pementasan teater musikal ini digelar pada 19 Maret 2022, di tempat yang sama.

GCN dan Papatong Artspace adalah merupakan dua lembaga  yang menjadi inisiator pertama dalam mementaskan  kepahlawanan dan keberanian Keumalahayati  dalam bentuk teater musikal. Dan pementasan ini mendapat ijin resmi dari ahli waris keluarga Keumalahayati.

Teater Musikal Keumalahayati disutradarai Teuku Rifnu Wikana dan Krisna Aditya,  menampilkan pemain utama antara lain Haikal AFI 2, Teuku Rifnu Wikana, dan Karissa Soerjanatamihardja, di samping nama-nama  lainnya, seperti seniman senior Aceh, Marzuki Hasan, Junio Ferandez, Yan Wibisono, Beyon Destiano, Fachrizal Mochsen, dan empat sahabat  Keumalahayati yakni Nanda Dian Utami, Nadya Devina, Kartika Desma, Jeyhan Safiana.

Baca Juga :  Dua Maestro Tari di Panggung Indonesia, Beautiful!

Dua ahli waris keluarga Keumalahayati, Teuku Abdullah Sani dan  Poecut Meurah Neneng  yang hadir dalam  pertunjukan di TIM,  mengaku terharu  sekaligus bangga. “Terima kasih kepada panitia yang telah mengupayakan pementasan ini. Karena bisa memperkenalkan  sosok Keumalahayati  yang gagah berai dan cinta tanah air kepada publik, terutama  kepada generasa Muda,”ungkap Teuku Abdullah Sani dan  Poecut Meurah Neneng   

Sementara itu, Marwadi Umar, ahli Sejarah dari Banda Aceh menyebut,   Keumalahayati (01 Januari 1550 – 30 Juni 1615) adalah salah seorang perempuan pejuang  gagah berani yang berasal dari Kesultanan Aceh. Keumalahayati menjadi Laksamana  Wanita pertama  di dunia.

“Pementasan ini menghidupkan  dan memperkenalkan sosok Keumalahayati yang diberi gelar kepahlawanan di tahun 2017. Memang cukup panjang waktu pemberian gelar pahlawan dari pemerintah kepada Keumalahayati. Karena semua itu memerlukan proses dan kajian panjang,” tutup  Mawardi Umar. XPOSEINDONESIA – Foto : Dudut Suhendra Putra

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -