Didukung Anton Wibowo dan Kelas Modeling Tenno Sujarwanto, Leny Rafael Rayakan 25 Tahun Berkarya Lewat “SABAGYA”

Perjalanan panjang Leny Rafael di industri fashion Indonesia memasuki babak istimewa. Desainer senior tersebut merayakan 25 tahun berkarya melalui perhelatan bertajuk “SABAGYA”, yang menjadi refleksi perjalanan kreatif sekaligus langkah baru dalam mengembangkan bisnis fashion.

Dalam satu panggung, Leny Rafael memperkenalkan dua brand baru, DW dan Wou Kids, sekaligus merayakan 10 tahun perjalanan Wou Batik. Acara tersebut mendapat dukungan dari Anton Wibowo serta menghadirkan Kelas Modeling Tenno Sujarwanto sebagai bagian dari upaya membuka ruang bagi talenta baru di industri fashion.

SABAGYA artinya usaha yang membawa kesuksesan dan keberkahan. Karena kita mesti berjalan bersama,” ujar Leny Rafael.

Makna tersebut menjadi gambaran perjalanan Leny selama seperempat abad berkarya. Bagi Leny, bertahan di industri fashion bukan hanya soal terus menghasilkan karya, tetapi juga kemampuan membaca perubahan dan membangun bisnis yang dapat terus berkembang.

Perubahan dunia marketing, perilaku konsumen, hingga derasnya perkembangan fast fashion menjadi tantangan yang membuat pelaku industri harus terus beradaptasi.

“Perubahan dunia marketing dan fast fashion yang luar biasa membuat kita dipacu terus berkarya agar eksistensi terus ada sampai sekarang,” katanya.

Salah satu perjalanan penting dalam kariernya adalah membangun Wou Batik. Selama satu dekade, brand tersebut berkembang bukan hanya sebagai ruang untuk menghadirkan karya berbasis wastra Indonesia, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun bisnis fashion yang memiliki keberlanjutan.

“Tidak hanya membuat karya, tetapi bagaimana membangun bisnis fashion yang terus ada dan berkelanjutan,” ungkap Leny.

Momentum 25 tahun tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi pengembangan konsep yang lebih luas. Melalui DW, Wou Batik, dan Wou Kids, Leny ingin menghadirkan pilihan fashion untuk berbagai kebutuhan perempuan dan keluarga.

Brand DW hadir dengan karakter simple elegance. Koleksinya mengedepankan permainan garis, detail bordir, serta berbagai aplikasi yang menghasilkan tampilan elegan tanpa terlihat berlebihan.

“Brand DW lebih fokus ke garis-garis, penampilan bordir, dan aplikasi yang simple elegance,” jelas Leny.

Sementara Wou Batik, yang kini memasuki usia 10 tahun, tetap konsisten mengembangkan wastra Indonesia agar dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari busana sehari-hari hingga tampilan formal dan glamor.

“Melalui batik, kita bisa menggunakannya untuk segala occasion, dari ready to wear hingga glamour yang punya nilai value tinggi,” ujar Leny.

Leny Rafael Rayakan 25 Tahun Berkarya Lewat “SABAGYA”
Lenny rafael bersama Anton wibowo (Wou Batik) dan Tenno Sujarwanto (Kelas modeling)

Wou Batik juga dikembangkan untuk menjawab kebutuhan busana pasangan dan keluarga, termasuk melalui koleksi couple set untuk berbagai kesempatan spesial.

Di sisi lain, kehadiran Wou Kids menjadi langkah baru Leny untuk menjangkau segmen anak-anak. Brand ini terinspirasi dari putrinya, Syana Kania Salsabilla Suprayogi, yang telah memiliki pengalaman dalam mendesain busana anak, termasuk untuk anak-anak public figure.

“Terkadang anak juga suka mengalami kendala mencari batik yang sesuai dengan umur,” jelas Leny.

Melalui Wou Kids, ia ingin menghadirkan busana anak yang tetap membawa unsur Indonesia, tetapi dirancang sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan usia mereka.

Dukungan terhadap perjalanan 25 tahun Leny Rafael juga datang dari Anton Wibowo, yang melihat konsistensi sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun perjalanan panjang di industri kreatif.

“Mbak Leny ini sosok yang luar biasa. Dua puluh lima tahun berkarya itu butuh komitmen. Melalui DW dan Wou Batik, kami ingin mendukung agar karya-karya Indonesia bisa naik kelas dan punya daya saing,” ujar Anton Wibowo.

Menurut Anton, kolaborasi menjadi salah satu elemen penting untuk membawa industri kreatif Indonesia berkembang lebih jauh.

“Kami percaya kalau kita berjalan bersama, hasilnya akan lebih besar,” tambahnya.

Semangat kebersamaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam SABAGYA. Perayaan 25 tahun Leny Rafael tidak hanya menjadi momentum melihat perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga membuka ruang untuk generasi berikutnya.

Hal itu diwujudkan melalui kehadiran Kelas Modeling oleh Tenno Sujarwanto. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek dasar modeling, mulai dari teknik catwalk, pose, hingga attitude profesional yang dibutuhkan dalam industri fashion.

Dengan dukungan Anton Wibowo dan keterlibatan Tenno Sujarwanto dalam pembinaan talenta baru, SABAGYA menjadi perayaan perjalanan Leny Rafael yang sekaligus membawa semangat kolaborasi dan regenerasi.

Setelah 25 tahun berkarya, Leny Rafael kini membuka babak baru melalui pengembangan DW, Wou Batik, dan Wou Kids. Seperti makna yang terkandung dalam namanya, SABAGYA membawa pesan tentang usaha, kesuksesan, keberkahan, serta pentingnya berjalan bersama untuk terus berkarya dan bertumbuh. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles