Team RS–Telkomsel 5G kembali menunjukkan dominasinya di ajang Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026. Berkompetisi pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, pasangan ayah dan anak Rifat Sungkar dan El Mayka Sungkar sukses meraih kemenangan di Kelas R3 sekaligus menjadi juara Grup R.
Prestasi tersebut diraih setelah Team RS–Telkomsel 5G tampil konsisten dan menjadi yang tercepat pada seluruh empat Special Stage (SS) yang diperlombakan sepanjang akhir pekan. Hasil ini sekaligus mempertegas posisi tim sebagai salah satu kandidat kuat dalam persaingan Kejurnas Sprint Rally musim 2026.
Dengan total waktu 19 menit 1,3 detik, pasangan Rifat Sungkar dan El Mayka Sungkar berhasil mengungguli Indie Fiancoko/Fendi Go yang mencatatkan waktu 19 menit 14,7 detik di posisi kedua serta Iskra Scastia/Vicky Ramadhan dengan waktu 19 menit 20,5 detik di posisi ketiga.
Meski berhasil membawa pulang kemenangan, Rifat menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan Team RS–Telkomsel 5G tidak semata mengejar podium. Tim ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang bertajuk The Legend Continues yang dirancang untuk mempersiapkan El Mayka Sungkar menjadi generasi penerus keluarga Sungkar di dunia reli nasional dan internasional.
“Secara hasil tentu saya sangat puas. Kami bisa menjadi yang tercepat di seluruh special stage dan menyelesaikan balapan dengan baik. Namun yang paling membuat saya senang adalah perkembangan yang ditunjukkan Mayka selama akhir pekan ini,” ujar Rifat Sungkar.
Menurut Rifat, perkembangan El Mayka Sungkar sebagai navigator menjadi pencapaian paling berharga selama putaran kedua ini. Sang putra dinilai telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami karakter lintasan serta menjalankan tugasnya di dalam mobil reli.
Pada balapan di Sirkuit POJ City yang memiliki karakter cepat dan teknis, Mayka sudah mampu melakukan orientasi lintasan secara mandiri serta menyusun pace note sendiri. Kemampuan tersebut merupakan salah satu fondasi penting bagi seorang navigator maupun pereli profesional.
“Mayka sudah bisa membuat pace note sendiri, memahami karakter lintasan, bahkan mengoreksi kesalahan yang saya lakukan saat mengemudi maupun kesalahan yang dia lakukan sendiri ketika membaca pace note. Itu adalah proses belajar yang sangat penting dalam rally,” kata Rifat.
Bagi pereli yang telah mengoleksi berbagai gelar nasional dan internasional tersebut, pendidikan seorang pereli tidak hanya soal kecepatan. Pemahaman terhadap kendaraan, kemampuan membaca situasi balapan, hingga menentukan strategi saat menyerang atau bertahan menjadi bagian penting yang harus dipelajari sejak dini.
Rifat menjelaskan bahwa dirinya ingin Mayka memiliki insting balap yang kuat serta mampu memahami ritme kompetisi secara menyeluruh. Pengalaman di lintasan dinilai menjadi guru terbaik untuk membangun kemampuan tersebut.
Menariknya, proses pembelajaran justru datang ketika tim menghadapi kendala teknis pada hari pertama lomba. Masalah pada sektor suspensi membuat tim harus beradaptasi selama perlombaan berlangsung.
Alih-alih menjadi hambatan, situasi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana belajar bagi Mayka untuk memahami batas kemampuan kendaraan dan menentukan keputusan yang tepat selama balapan.
“Ketika mobil mengalami masalah suspensi, Mayka belajar untuk memahami batas kemampuan kendaraan. Dia jadi tahu apakah mobil masih mampu dipacu maksimal atau justru harus menahan diri untuk menjaga performa hingga finis. Pengalaman seperti ini sangat berharga untuk perkembangan seorang pereli maupun navigator,” jelas Rifat.
Selain aspek teknis, Rifat juga menekankan pentingnya menjaga suasana kompetisi tetap menyenangkan bagi putranya. Menurutnya, kegembiraan merupakan elemen penting dalam proses pembelajaran seorang atlet muda.
“Kami menjalani lomba ini dengan fun. Kami betul-betul menikmati balapan ini. Di satu sisi, suasana gembira menjadi hal penting dalam program ini. Saya tidak ingin Mayka tertekan dan membuat keasyikan balapan menjadi hilang. Apalagi, kegembiraan adalah bagian terpenting untuk anak-anak dalam mencoba sesuatu yang baru,” ungkapnya.
Program The Legend Continues sendiri menjadi salah satu proyek regenerasi motorsport Indonesia yang menarik perhatian. Melalui program ini, Rifat berupaya mentransfer pengalaman, pengetahuan, dan mentalitas kompetitif kepada generasi berikutnya agar estafet prestasi keluarga Sungkar tetap berlanjut di dunia reli.
Rifat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan tim sepanjang musim 2026.
“Untuk hasil yang dicapai hari ini, tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas kepercayaannya kepada Team RS–Telkomsel 5G, juga tim mekanik dan seluruh tim RFT yang sudah bekerja sangat baik hari ini,” ujar Rifat.
Dengan kemenangan di Grup R serta perkembangan signifikan yang diperlihatkan El Mayka Sungkar, Team RS–Telkomsel 5G semakin optimistis menghadapi putaran-putaran berikutnya dalam Kejurnas Sprint Rally 2026.
Perjalanan Team RS–Telkomsel 5G musim ini bukan hanya soal kemenangan. Di balik setiap podium, terdapat proses regenerasi yang sedang dibangun untuk melahirkan generasi baru reli Indonesia yang siap bersaing di masa depan. XPOSEINDONESIA/IHSAN



