The Legend Continues Berlanjut, Rifat dan El Mayka Hadapi Sprint Rally Semarang

Program pembinaan generasi baru motorsport Indonesia bertajuk The Legend Continues kembali memasuki babak penting. Pada Putaran 2 Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, pasangan pereli dan navigator dari Team RS-Telkomsel 5G, Rifat Sungkar dan El Mayka Sungkar, siap melanjutkan proses panjang regenerasi yang telah dirancang sejak beberapa tahun terakhir.

Menariknya, target yang dibawa ayah dan anak ini tidak lagi sekadar berburu podium. Di balik persaingan ketat Kejurnas Sprint Rally, ada misi yang jauh lebih besar, yakni mempersiapkan El Mayka Sungkar menjadi pereli masa depan Indonesia melalui program pembinaan berjenjang yang diberi nama The Legend Continues.

Sirkuit POJ City sendiri bukan tempat yang asing bagi keduanya. Pada Kejurnas Sprint Rally 2025, Rifat dan Mayka berhasil tampil dominan dan mengamankan kemenangan. Namun memasuki musim 2026, fokus utama bergeser dari hasil akhir menuju peningkatan kemampuan dan pengalaman kompetisi.

Lintasan sepanjang 4,6 kilometer di kawasan POJ City dikenal memiliki karakter cepat dengan kombinasi tikungan mengalir yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Selain kemampuan mengemudi, faktor komunikasi antara pereli dan navigator menjadi elemen yang sangat menentukan.

Karakter lintasan tersebut menjadi sarana ideal bagi El Mayka untuk meningkatkan kemampuan sebagai navigator muda. Selama masa persiapan, perkembangan yang ditunjukkan Mayka mendapat apresiasi langsung dari Rifat Sungkar.

“Mayka menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Saat ini dia sudah mulai dapat berorientasi dan membuat pace note sendiri. Hal itu merupakan kemajuan yang signifikan. Dia menjadi lebih sensitif terhadap detail lintasan, lebih rajin mempelajari catatan, bahkan sering menulis ulang pace note di saat senggang. Saya melihat proses belajarnya berjalan ke arah yang tepat,” ujar Rifat Sungkar.

Sebagai salah satu pereli paling berprestasi dalam sejarah reli Indonesia, Rifat menilai kemampuan teknis putranya mengalami peningkatan signifikan dibanding musim-musim sebelumnya. Jika sebelumnya lebih banyak belajar memahami dasar-dasar navigasi, kini Mayka mulai mampu melakukan analisis lintasan secara mandiri.

Menurut Rifat, diskusi teknis mengenai karakter tikungan, jarak pengereman, hingga strategi membaca lintasan kini menjadi bagian rutin dalam persiapan sebelum balapan.

“Sekarang Mayka sudah lebih sering saya ajak berdiskusi mengenai tikungan, jarak, dan berbagai aspek teknis lainnya. Dari situ saya melihat tingkat akurasinya semakin baik. Untuk putaran ini, target utama kami adalah menambah jam terbang, meningkatkan kelancaran membaca pace note, dan memperkaya pengalaman kompetisi,” lanjutnya.

Pada putaran kedua Kejurnas Sprint Rally 2026, pasangan ini akan bertarung di Kelas R3 yang dikenal memiliki persaingan sangat kompetitif. Banyaknya peserta dengan pengalaman dan kualitas yang merata membuat setiap detik waktu tempuh menjadi sangat menentukan.

Bagi Rifat, situasi tersebut justru menjadi kesempatan berharga untuk mengenalkan aspek strategi balap kepada Mayka sejak dini.

“Saya ingin Mayka mulai memahami peta kompetisi yang ada di kelas kami. Mengenali kompetitor merupakan bagian penting karena nantinya akan berkaitan dengan strategi balap. Saya ingin dia belajar melihat kompetisi secara lebih luas, bukan hanya fokus pada mobil yang kami gunakan,” katanya.

Meski memiliki modal kemenangan musim lalu, Rifat menegaskan bahwa hasil lomba bukan menjadi indikator utama keberhasilan program The Legend Continues. Baginya, proses pembelajaran dan pembentukan karakter jauh lebih penting dibanding trofi yang diraih dalam satu perlombaan.

“Saya tidak menjadikan hasil lomba sebagai parameter utama keberhasilan Mayka. Yang paling penting adalah bagaimana dia terus berkembang, membuka jaringan dengan pereli lain, belajar dari lingkungan kompetisi, serta menunjukkan konsistensi untuk menjalani musim balap secara penuh. Semua itu merupakan fondasi yang jauh lebih penting bagi masa depannya di dunia motorsport,” tegas Rifat.

Program The Legend Continues sendiri mendapat dukungan penuh dari Telkomsel melalui Telkomsel 5G. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Telkomsel dalam mendorong pengembangan talenta muda Indonesia, termasuk di dunia motorsport yang membutuhkan proses pembinaan jangka panjang.

Kehadiran Team RS-Telkomsel 5G juga menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara dunia olahraga dan industri dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

Menariknya, Kejurnas Sprint Rally 2026 merupakan fase pertama dari lima tahapan besar yang telah disusun dalam program The Legend Continues. Roadmap tersebut dirancang hingga tahun 2031 dengan target utama mempersiapkan El Mayka Sungkar menjadi pereli yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.

Perjalanan tersebut tentu masih panjang. Namun bagi Rifat Sungkar, setiap kilometer lintasan, setiap catatan pace note, dan setiap pengalaman kompetisi yang dijalani saat ini merupakan investasi penting untuk masa depan.

Semarang menjadi salah satu langkah berikutnya dalam perjalanan itu. Bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan melanjutkan warisan, membangun karakter, dan mempersiapkan generasi baru keluarga Sungkar untuk meneruskan kiprah di dunia reli Indonesia.

Jika proses ini berjalan sesuai rencana, The Legend Continues bukan hanya akan melahirkan seorang pereli baru, tetapi juga menjadi model pembinaan motorsport Indonesia yang dapat menginspirasi generasi berikutnya. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Must Read

Related Articles