24.9 C
Jakarta
Rabu, Februari 28, 2024

Wina Armada Rilis Buku Puisi Untuk Anak-Anak Berjudul Memetik Bulan

- Advertisement -
- Advertisement -

Wina Armada SH merilis buku kumpulan puisi untuk anak-anak berjudul “Memetik Bulan”.

Buku  setebal 88 halaman ini, berisi 45  judul puisi  yang ditulis Wina Armada antara bulan Januari – April 2022. Artinya, itu terjadi di tengah padatnya aktivitas Wina baik sebagai Advokat, Penulis, dan Ketua Panitia Festival Film Wartawan Indonesia  2022.

Menurut Wina,  puisi untuk anak-anak adalah puisi yang ditujukan khusus kepada anak-anak. Puisi yang dibuat sesuai dengan alam anak-anak.

- Advertisement -

Puisi macam itu diciptakan berdasarkan kemampuan nalar, imajinasi dan pengalaman anak-anak. Puisi yang harus dapat dicerna dan diapresiasi oleh anak-anak.

Menangkap Pikiran Anak Zaman Now

Sebagai penulis puisi berpengalaman, Wina mengaku jujur menulis puisi untuk anak-anak di zaman now, sangatlah sulit.

- Advertisement -
Menyalin

“Selain karena perkembangan kejiwaan anak-anak tiap zaman berbeda, memahami pola pikir anak-anak dan menuangkannya dalam puisi,  juga bukanlah perkara mudah,“ ungkap Wina Armada tentang buku barunya.

Di masa lalu, kata Wina,  budaya anak-anak Indonesia hampir relatif sama di semua daerah dan strata sosial. Contohnya, jenis permainan bisa sama, ada petak umpet, galasin, gangsing dan semacamnya.

“Sementara di zaman sekarang, anak-anak lebih akrab dengan games dalam gadget produk modern, virtual tiga dimensi dan lain sebagainya,” ungkap pria kelahiran Jakarta 17 Oktober 1959 ini.

Di tahap itulah, Wina kemudian mencoba menulis  puisinya dengan pendekatan baru, yang dipandangnya  sesuai dengan nilai-nilai, alam pikiran, dan kelakuan anak-anak zaman kini,  yang sangat berbeda dengan generasi anak-anak dulu.

Wina mengambil contoh puisi yang ditulisnya berjudul “Hamburger Sapi “:

 Dia mengetik keyboard di depan komputer

Setelah musik yang bising berlalu

di layar muncul gambar hamburger dan kentang goreng.

Walaupun demikian, Wina juga tidak mengabaikan logika anak-anak pada umumnya. Maka ada puisi-puisi yang deskriptif, terutama yang terkait dengan alamat atau binatang, yang tetap masih ditulisnya.  

Tengoklah  pada puisi “Ikuti Aku”

Baca Juga :  Borie & Ardani Mengejar Impian Membangun Jakarta Coffee House di New York

Dan inilah aku: macan!

Si penjaga lestari hutan

semua binatang lain hormat padaku

manusia pun takjub

Penerima Piala Penghargaan Life Time Achivement FFWI tahun 2022 ini,  terlihat masih banyak menulis dengan cara “konvensional” dalam memberi pesan.  

“Tak dapat saya elak, sebagian puisi merupakan puisi bertenden, yakni puisi yang mengandung pesan dan ajak berbuat kebaikan atau kebajikan,” ujarnya sambil menyebut contoh-contoh puisi tersebut, antara lain ”Membungkus Matahari”,  “Dua Kuping Satu Mulut”,  “Seperti Sepatu”, “Lebih dan Kurang”, “Bungkus Plastik”

Dengan pendekatan  penulisan begini,  menurut Wina, “Setidaknya  saya sudah memulai sesuatu yang baru. Membuat kumpulan puisi untuk anak-anak dengan cara pendekatan anak pada zamannya!”

Buku Puisi “Memetik Bulan” terbitan Situseni Bandung ini, bakal dijual seharga Rp 100.000 (sudah termasuk ongkir ),  didesain  dengan gambar khas anak-anak, yang lucu, segar dan terkesan pintar.

Ambil contoh pada ilustrasi untuk puisi “Burger Sapi”,  misalnya.  Tergambar setangkup roti burger bulat yang di tengahnya tergeletak santai seekor sapi sedang pulas tertidur.

Buku Langka

Sampai saat ini, jumlah penerbitan buku kumpulan puisi untuk anak-anak masih terhitung masih sangat sedikit.

“Segelintir, dapat dihitung dengan jari sebelah tangan. Itu pun kalau memang benar ada,” üjarnya.

Wina berharap, sekecil apapun, buku ini dapat memberikan sumbangsih terhadap perkembangan budaya perpuisian.

Wina juga menyampaikan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu terbitnya buku ini, yang tidak ia sebut satu persatu, termasuk yang sudah memberikan testimoni di halaman belakang buku, antara lain Prof Wahyu Wibowo, Christine Hakim, Noorca Massardi dan Eka Budianta.

Buku puisi yang secara pribadi dibuat khusus untuk kedua cucu kembar  Wina, yakni  Kalino Armada Dwinanto  dan Kainan Armada Dwinanto ini,  sangat layak dibaca para orang tua agar memahami bagaimana mengapresiasi bakat dan minat seni anak-anak XPOSEINDONESIA Foto : Dokumentasi  Situseni Bandung

memetik bulan karya wina armada
memetik bulan karya wina armada
memetik bulanbuku puisi terbaru karya wina armada sh
memetik bulanbuku puisi terbaru karya wina armada sh
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

- Advertisement -