33 C
Jakarta
Wednesday, October 20, 2021

Sandiaga : Desa Wisata Ranu Pani Punya potensi berkembang * Tertata Baik

- Advertisement -
- Advertisement -

Menparekraf Sandiaga melanjutkan rangkaian visitasi 50 terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021,  dengan mengunjungi Desa Wisata Ranu Pani yang berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menparekraf beserta rombongan tiba di desa yang menjadi titik terakhir pendakian ke Gunung Semeru itu sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (19/9/2021) setelah perjalanan dari Kabupaten Banyuwangi.

Setelah tiba di Kawasan Ranu Pani, Menparekraf langsung bermalam di salah satu homestay dari total 41 homestay yang berada di kawasan tersebut.

“Saya sangat berkesan, kagum dan bukan hanya alam dan budaya tapi fasilitasnya juga mumpuni, toiletnya bersih, juga warganya sangat ramah, saya ingin mengajak masyarakat untuk berwisata #diranupaniaja. Saya titip untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, harus dijaga agar tetap kondusif oleh semua pihak, jangan sampai situasi yang bagus ini karena ketidakdisiplinan, kita harus kembali lagi ke PPKM level yang lebih ketat,” katanya.

- Advertisement -

Kehadiran Sandiaga, selain dalam rangkaian visitasi 50 desa wisata terbaik juga untuk menepati janji atas undangan dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam webinar yang dilakukan beberapa waktu lalu ke desa yang berada di ketinggian 2.200 mdpl.

“Kami sangat berbangga bisa hadir di sini, ini pertama kalinya saya datang ke sini. Kehadiran kami bukan hanya hadir seperti undangan Pak Bupati dan Wakil Bupati, tapi saya juga menginap untuk bisa merasakan langsung sensasi bermalam di sini yang suhunya bisa sampai 9-11 derajat,” katanya.

Wilayah Ranu Pani masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) hingga membuat desa ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Berdekatan dengan Ranu Pani, di kawasan tersebut ada danau yang terkenal yaitu Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo.

Baca Juga :  Kemenparekraf Gelar Webinar Series di Tiga Negara Asia Timur

“Saya melihat desa wisata Ranu Pani ini memiliki potensi untuk berkembang dan tertata dengan baik, kami hadir untuk memberikan dukungan agar ekonomi bisa kembali bangkit dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” katanya.

Saat di Ranu Pani, Menparekraf Sandiaga Uno juga meresmikan amphitheater yang baru dibangun sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya bagi masyarakat di Desa Wisata Ranu Pani, setelahanya terdapat pertunjukan jaran kepang yang menjadi salah satu atrkasi budaya di wilayah itu.

Saat melakukan visitasi, Menparekraf juga mengunjungi stand atau booth pameran batik dan tenun. Untuk kulinernya, ada Keripik Kentang, Oseng-Oseng Tumewu, Sambel Tropong, Sambel Bawang Pre, Kripik Kentang, Nuget Semenan, Lumpia Semenan, Peyek semenan, Sambel Tropong, Selai Terong Tengger. Dari sektor kriya, ada juga kerajinan tangan dari bambu.

Untuk menuju Ranu Pani, wisatawan yang datang dari Kota Lumajang bisa menuju Senduro kemudian melewati alas Burno untuk sampai di lokasi. Sedangkan untuk wisatawan yang datang dari Malang, bisa lewat Pasar Tumpang. Kemudian alternatif rute lainnya adalah melalui Jalan Nasional III dengan menggunakan kendaraan pribadi. Jika memilih menggunakan angkutan umum, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan membayar sewa hardtop atau mobil jeep. Naik jeep akan memperpendek jarak tempuh dari Bromo menuju Ranu Pani. XPOSEINDONESIA Foto : Dok Biro Kompunikasi Publik Kemenparekraf

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -