31.3 C
Jakarta
Thursday, August 11, 2022

Pusakata Menghangatkan Suasana Dingin di Jazz Gunung Bromo 2022

Muhamad Ihsan Menulis Lagsung dari Gunung Bromo, Jawa Timur

- Advertisement -
- Advertisement -

Jazz Gunung Bromo yang diselenggarakan oleh PT Jazz Gunung Indonesia ( Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan almarhum Djaduk Ferianto) sudah menjadi kalender event musik yang ditunggu-tunggu penonton setiap tahun.

Dan di tahun 2022, Jazz Gunung Bromo digelar 22 Juli – 23 Juli, di panggung terbuka dengan posisi panggung pada ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut.

Sama seperti tahun sebelumnya, panggung diletakan di tengah suasana alam pegunungan yang dingin. Ini menjadi pengalaman tersendiri bagi para musisi juga penonton.

Perpaduan harmonis antara musik yang menyenangkan jiwa, dengan dinginnya alam pegunungan, sehingga menikmati musik jazz terasa jauh lebih indah, dan jauh terdengar lebih merdu.

- Advertisement -

Itu pula yang terasa, tatkala di hari pertama penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2022.

Saat penyanyi Mohammad Istiqamah Djamad alias Pusakata alias Is berhasil menyihir sekitar 1000 penonton, Jumat (22/7/2022) malam.

Penyanyi asal Makassar, mantan vokalis Payung Teduh ini, tampil dengan energik saat membawakan lagu-lagu andalannya mulai pukul 20.00 sampai 21.00 WIB.

Melalui alunan nada musik romantik dengan balutan lirik sendu, mengajak penggemar bernostalgia masuk ke suasana hangat menyenangkan, maupun sedih yang memerihkan. Terlebih terdengar pula tambahan iringan permainan clarinet dan saxophone yang mendayu.

Sejumlah lagu karya Pusakata memang punya makna dalam, kadang bernuansa rindu perih yang tak tertahan.

Seperti yang disuarakannya dalam lagu “Namamu Ku Eja Pelan-Pelan”, yang mengartikan perjalanan sekaligus perenungan seseorang, yang selalu mencari makna cinta dan pengorbanan.

Lalu ia melanjutkan lagu kedua dengan “Kita”.

“Dingin, maafkan kalau suara gitar fals, gara-gara dingin ini, hahaha alasan saja ya,” kata Is seraya bercanda dengan penonton.

Lagu ketiga yang dibawakan Is adalah “Di Atas Meja”. Terlihat, lagu ini menjadi favorit hampir semua penonton yang gembira saat alunan musik dimulai.
“Wow, yuhuuu,” sorak penonton sembari diiringi suara tepuk tangan.

Baca Juga :  Jamuan Khas OM PMR Atas Isu dan Realita Sosial Hingga Alat Negara

Antusiasme penonton makin tinggi saat Is memberi petunjuk tentang lagu keempat yang bakal dia bawakan.

“Saya menobatkan lagu ini menjadi lagu terindah. Karena di lagu ini saya bisa bercermin lagi,” kata Is sebelum membawakan lagu “Dunia Batas”.
Setelah lagu keempat, Is merasa sudah mulai kedinginan. Namun, dia tetap semangat menghibur penonton setianya.

“‘Ruang Tunggu’, lagu yang membuat saya punya tiktok followers saya 800-an tolong follow biar bisa 1.000 dapat saweran kayak Caesar,” ujar Is buat penonton tertawa.

Pusakata malam itu diiringi oleh Bintang Indrianto (bass), Denny Chasmala (gitar), Eugine Bounti (sax dan clarinet), Sadrach Lukas (keyboard), Ronald Fristianto (drum).

Ia kemudian membawakan lagu yang terinspirasi dari dua perempuan yang paling penting di dalam perjalanan hidupnya, berjudul “Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan”.
Dua lagu berturut turut “Kehabisan Kata” dan “Akad” menjadi lagu penutup

“Terberkatilah semua orang yang sudah mewujudkan acara ini. Terberkatilah juga semua yang mata, hati, dan telinganya masih terbuka untuk musik Indonesia,” ujar Is menghakhiri pertunjukan.

Mendengar dan menelah lirik lagu Pusakata serasa melayang-layang menembus dimensi ruang yang entah apa namanya.

Mendengar dan menelah lirik lagu Pusakata mampu mengembalikan kenangan suka dan duka-duka di masa lalu.

Sepertinya setiap lagu karya Pusakata atau Is mampu menarik pendengarnya melakukan ritual perenungan jiwa, bahwa pahit manisnya hidup memang harus dijalani, dan harus bisa dinikmati sekaligus disyukuri. XPOSEINONESIA. Foto Muhamad Ihsan

denny chasmala
denny chasmala
eugine bounty dan bintang indrianto 1
eugine bounty dan bintang indrianto 1
pusakata 01
pusakata 01
pusakata 02
pusakata 02
pusakata 04
pusakata 04
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -