Adalah sebuah video musik, yang bertolak dari rasa, keheningan dan kejujuran visual. Kok ya terasa semakin langka, di waktu sekarang ini? Semoga saja tidak. Tetapi karya video ini, yang dibesut dan dikemas pada tahun 2001. Tepatnya diproduksi pada Januari 2001, lalu dilombakan pada Maret 2001. Dan eh ternyata, menang!
“Kidung Mesra”, judul lagunya. Yang adalah salah satu hits dari kelompok KLa Project. Terpilih sebagai Video Musik Terbaik pada ajang Video Musik Indonesia, edisi Maret 2001. Pada akhirnya tak berhenti soal penghargaan saja, tapi karya video ini menunjukkan bahwasanya Video Musik itu bisa lebih dari sekedar pelengkap lagu.

Lagu Kidung Mesra, dengan lirik ditulis Katon Bagaskara ini, dirilis dalam album KLasik. Yang adalah album studio ketujuh dari KLa Project. Dirilis pada Desember 1999 oleh Sony Music Indonesia dan Pro Sound.
Pada saat itu, proses syuting video ini menggunakan kamera Betacam SP. Serta didukung kamera SLR 35MM, memakai roll-film, untuk keperluan fotografi. Hasil foto kamera 35mm dicetak contact-print lalu digabungkan ke dalam video, melalui scanning. Alhasil sebuah ide visualisasi kreatif yang berani, pada waktu itu.
Adalah Oleg Sanchabakhtiar, tentunya dari Planet Design Indonesia, yang bertindak sepenuhnya menghandle hampir seluruh aspek produksi pengerjaan video. Dari penyutradaraan, pengambilan gambar, sinematografi, pencahayaan, penataan artistik. Juga editing, baik online maupun offline. Termasuk sebagai creative-director, bahkan terlibat dalam pemilihan model.
Pada akhirnya, pendekatan multi-peran ini membuat keseluruhan karya terasa sangat utuh secara visual dan emosional. Karena seluruh elemen dibangun dalam satu visi kreatif yang konsisten dari awal hingga akhir.

Dalam proses pengerjaan kreatif video ini, Oleg Sanchabakhtiar, menlibatkan peran fotografer, Firdaus Fadlil. Daus, sebagai fotografer senior majalah HAI, lantas menghadirkan sentuhan fotografi yang mendukung penuh dan memperkuat identitas khusus video ini. Kerjasama yang bernas, tentu saja.
Di tengah berkembangnya platform dan kompetisi video musik saat ini, karya seperti “Kidung Mesra” ini kalau diamati lebih seksama, tentu menjadi pengingat bahwa fondasi kreativitas Indonesia sudah kuat sejak lama sebenarnya.
Sayangnya, secara teknis Video ini tidak dapat berpartisipasi dalam program seperti #IMVA_Official – Indonesian Music Video Awards, member of Planet Design Indonesia, karena dipublikasikan sebelum batas periode (September 2002). Tetapi pada akhirnya, justru hal tersebut membuat video ini tetaplah penting. Penting sebagai sebuah referensi sejarah. Bahwa bila diamati, kreatifitas penggarapan sebuah video musik sudah melangkah sedemikian jauh pada sisi kreatifitasnya.
Perlu diingatkan lagi, video ini dikemas dan dibesut pada sekitar 25 tahun-an silam. Dan tentu saja, tetap relevan pada sisi kreatifitasnya. Diharapkan akan lahir lagi video-video musik berikutnya, hasil olah kreatif tangan-tangan kreator muda, yang kelak meramaikan musik Indonesia. Di waktu sekarang dan kemudian.
Ditunggu karya-karya baru video lainnya…. XPOSEINDONESIA/dM

