Pomelo Gelar 9 to Verse, Rayakan Gaya Hidup Perempuan Modern yang Dinamis

Dunia fashion tidak lagi sekadar berbicara tentang tren atau penampilan. Bagi perempuan modern, pakaian kini menjadi bagian dari identitas yang harus mampu mengikuti ritme hidup yang cepat, dinamis, dan penuh peran dalam satu hari. Semangat itulah yang diangkat Pomelo melalui gelaran “9 to Verse“, sebuah fashion show interaktif yang berlangsung di Pomelo Central Park, Jakarta, pada 6 Juni 2026.

Mengusung konsep narrative-driven in-store fashion show, Pomelo menghadirkan pengalaman yang lebih personal dibanding peragaan busana konvensional. Lewat “9 to Verse”, pengunjung diajak melihat bagaimana fashion dapat beradaptasi dengan berbagai aktivitas perempuan masa kini, mulai dari pekerjaan profesional, aktivitas harian, hingga agenda sosial setelah jam kerja.

Acara ini sekaligus menjadi momentum bagi Pomelo untuk memperkuat posisinya sebagai brand fashion yang dekat dengan kebutuhan perempuan urban Indonesia melalui koleksi premium Verse by Pomelo.

Fashion show tersebut menghadirkan delapan karakter perempuan dengan latar belakang profesi, aktivitas, dan kepribadian yang berbeda. Setiap karakter merepresentasikan perjalanan perempuan modern yang harus menjalani berbagai peran dalam satu hari.

Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan nyata, Pomelo menunjukkan bahwa koleksi Verse by Pomelo dirancang untuk menemani setiap transisi aktivitas tanpa perlu mengganti keseluruhan penampilan. Mulai dari rapat penting di kantor hingga menghadiri acara santai pada malam hari, seluruh koleksi dirancang agar tetap nyaman, elegan, dan relevan.

Head of Pomelo Indonesia, Michelle Mangindaan, mengatakan bahwa “9 to Verse” bukan sekadar ajang fashion show, melainkan bentuk representasi kehidupan nyata perempuan Indonesia.

“9 to Verse bukan sekadar fashion show, ini adalah cara kami menunjukkan bagaimana Pomelo hadir dalam kehidupan nyata perempuan Indonesia. Apapun peran yang mereka jalani hari ini, kami ingin koleksi Verse by Pomelo ada di sana, mengalir bersama cerita mereka,” ujar Michelle.

Senada dengan itu, Marketing Manager Pomelo Indonesia Jessica Kiunnedy menjelaskan bahwa Verse Collection memang dirancang untuk perempuan yang aktif dan memiliki mobilitas tinggi.

“Verse Collection hadir untuk perempuan yang menjalani banyak peran dalam satu hari. Koleksi ini kami rancang agar bisa mengalir mengikuti setiap momen, dari tampilan profesional di siang hari hingga gaya yang lebih elegan di malam hari tanpa perlu berganti seluruh penampilan,” katanya.

Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah tokoh penting, antara lain CEO dan Co-founder Pomelo David Jou, Head of Pomelo Indonesia Michelle C. Burger Mangindaan, VP of Business Development and Global Partnerships Pomelo Fashion Valencia Timadius, Business & Operations Director PT KCG Haryanto Pratantara, serta entrepreneur dan aktivis sosial Cinta Laura Kiehl.

Selain menghadirkan fashion show, Pomelo juga menggandeng sejumlah mitra untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada para tamu. Remington menghadirkan layanan hair styling, sementara Nespresso menyuguhkan pengalaman menikmati kopi premium yang melengkapi suasana acara.

Tak hanya berbicara soal gaya, Pomelo juga menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan melalui kampanye “Share The Style”. Program ini menjadi bagian penting dalam gelaran 9 to Verse dan berfokus pada dua aspek utama, yakni lingkungan dan sosial.

Melalui kerja sama dengan Rantai Tekstil Lestari Indonesia, Pomelo menjalankan program daur ulang tekstil untuk mengurangi limbah fashion. Sementara pada aspek sosial, Pomelo berkolaborasi dengan Cinta Laura Foundation untuk memperpanjang siklus hidup pakaian yang masih layak digunakan.

Hasilnya cukup signifikan. Dalam waktu satu bulan, kampanye tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 231 kilogram pakaian bekas dari 109 partisipan. Angka tersebut bahkan melampaui target awal hingga mencapai 231 persen.

Pakaian yang terkumpul kemudian diproses bersama The New Factory menjadi lebih dari 300 merchandise eksklusif yang dibagikan kepada para tamu dalam acara 9 to Verse. Sementara sebagian pakaian yang masih layak pakai didonasikan kepada sejumlah yayasan sosial, termasuk Panti Asuhan Nurul Iman di Jakarta Pusat.

Kehadiran Cinta Laura Foundation dalam program ini menjadi simbol kolaborasi antara industri fashion dan gerakan sosial yang semakin mendapat perhatian di kalangan generasi muda.

Menurut berbagai laporan industri fashion global, isu sustainability kini menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam menentukan pilihan merek. Kesadaran terhadap dampak lingkungan dari industri fashion mendorong semakin banyak brand untuk menerapkan konsep circular fashion atau ekonomi sirkular.

Pomelo melihat tren tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan perubahan positif yang melibatkan langsung konsumennya.

“Fashion is not only about what we wear, but also about the impact we leave behind. Melalui Verse by Pomelo, kami ingin menghadirkan fashion yang stylish dan versatile untuk berbagai momen dalam kehidupan sehari-hari. Namun melalui Share The Style, kami ingin melangkah lebih jauh, mengajak pelanggan menjadi bagian dari gerakan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Michelle Mangindaan.

Masyarakat masih dapat berpartisipasi dalam kampanye Share The Style dengan mendonasikan pakaian yang sudah tidak terpakai melalui gerai Pomelo di Jakarta, Medan, dan Yogyakarta hingga Juli 2026.

Dengan menghadirkan perpaduan antara fashion, pengalaman hidup perempuan modern, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Pomelo melalui 9 to Verse menunjukkan bahwa industri fashion masa kini tidak hanya berbicara soal penampilan, tetapi juga tentang dampak dan makna yang ditinggalkan. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Must Read

Related Articles