“Eksplorasi Musik” pada Festival Folksong antar Bank Daerah

- Advertisement -
- Advertisement -

Bank BJB di Bandung menjadi tuan rumah Festival Folksong antar Bank Pembangunan Daerah ( BPD ) se Indonesia. Pada technical meeting di Dago Tea House, Bandung, Jumat ( 25/8 ) disepakati istilah ‘festival’ yang menjadi ciri kebersamaan dan kegembiraan di pentas seni akan lebih tepat dibanding sebutan ‘kompetisi / lomba’. Dewan Juri juga mengusulkan, peserta diberi ruang untuk melakukan eksplorasi pada basic budayanya, “Karena peserta festival folksong datang dari 10 provinsi di Indonesia, yang bisa dipastikann akan tampil ke panggung dengan membawa budaya lokal, lewat aransemen lagu dan konstumnya. Idenya datang dari kenyataan bahwa, tak ada satu negara pun di dunia yang memiliki kekayaan musik etnik dan budaya seperti di Indonesia. Jika eksplorasi dilakukan dengan baik,maka di festival folksong antar Bank Pembangunan Daerah ini bisa menjanjikan lahirnya tatanan world music, yang kini sedang menjadi trend di perkembangan festival musik dunia,“ kata Bens Leo, salah satu anggota juri.

Aat Suratin, juga dewan juri, menjelaskan istilah ‘world music’ tadi, satu diantaranya adalah, membuat eksplorasi musikk memadukan musik etnik satu daerah / negara dengan ‘musik modern’, misalnmya mempertemukan gamelan atau perkusi Timur lainnya dengan musik diatonik Barat. Bens Leo mencontohkan apa yang dilakukan Vicky Sianipar yang mengeksplor musik Batak, Djaduk Ferianto bermain untuk Qua Etnika, Dwiki Dharmawan dengan Krakatau, atau lagu kontemporernya Rizaldi Siagian, juga almarhum Ben Pasaribu, dan Sapto Rahardjo…….yang disebut terakhir itu malah pernah membuat Festival Gamelan di Yogyakarta.

“Setelah saya mendiskusikannya dengan Panitia, maka disepkati diluar disiapkannnya trophy dan medali untuk pemenang pertama, kedua dan ketiga, Festival Folksong antar Bank Pembangunan Daerah se Indonesia yamg digelar Bank BJB Bandung ini menyiapkan trophy khusus Penampil Terbaik,” lanjut Aat Suratin, tang juga dikenal sebagai budayawan Jawa Barat. Keputusan dadakan lewat technical meeting ini disambut hangat oleh peserta, artinya semua kontingen BPD akan memiliki peluang baru merebut trophy bergengsi, Penampil Terbaik.

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -