Dulu, nama Romaria lekat dengan sosok penyanyi cilik yang enerjik. Kini, ketika usianya memasuki fase remaja, Romaria datang dengan cerita yang berbeda. Bukan lagi tentang dunia anak-anak, melainkan tentang rasa rindu, salah tingkah, jatuh hati, dan hubungan jarak jauh yang sangat dekat dengan keseharian anak muda.
Semua itu terangkum dalam ‘24/7’, single terbaru Romaria yang justru menemukan jalannya melalui kultur digital.
Dirilis pada 12 Juni 2026 di bawah label Wahana Production, ‘24/7’ kini telah digunakan dalam lebih dari 2,1 juta kreasi di TikTok. Di Spotify, lagu tersebut telah mengumpulkan hampir 3 juta stream, sementara visualizernya di YouTube sudah mendekati 1 juta penayangan.
Angka tersebut membuat ‘24/7’ menarik bukan hanya sebagai rilisan baru Romaria, tetapi juga sebagai salah satu contoh bagaimana lagu pop Indonesia menemukan kehidupan keduanya melalui konten pengguna.
Dari Lagu Rindu Menjadi Soundtrack Konten Anak Muda
Kekuatan ‘24/7’ ada pada ceritanya yang sederhana.
Romaria menyanyikan tentang seseorang yang terus memikirkan orang spesial sepanjang waktu. Ada rasa rindu karena jarak, ada bayangan tentang pertemuan, hingga perasaan salting ketika membayangkan kembali bertemu dengan orang yang disukai.
Tema seperti ini membuat lagu tersebut mudah ditempelkan pada berbagai situasi personal yang biasa dibagikan pengguna media sosial.
Mulai dari video pasangan yang menjalani LDR, momen bersama crush, potongan perjalanan, video kenangan, hingga konten bernuansa romantis dan keseharian anak muda.
Di sinilah ‘24/7’ menemukan relevansinya dengan kultur Gen Z.
Lagu tersebut tidak hadir dengan konsep yang terlalu rumit. Sebaliknya, ia menawarkan melodi yang ringan, lirik yang mudah dipahami, serta suasana chill dan playful yang memungkinkan pendengar menjadikan lagu sebagai bagian dari cerita mereka sendiri.
Lebih dari 2,1 juta kreasi TikTok menjadi indikator kuat bahwa ‘24/7’ telah bergerak melampaui pola konsumsi musik konvensional. Lagu ini bukan hanya didengarkan, tetapi juga dipakai untuk mengiringi berbagai bentuk ekspresi digital.
Menariknya lagi, ‘24/7’ tercatat muncul dalam playlist publik bertema lagu TikTok hits dan viral Indonesia 2026 di Spotify. Kehadirannya di ekosistem playlist semacam ini memperlihatkan bahwa momentum lagu tidak berhenti di TikTok, tetapi ikut terbawa ke platform streaming.
Sementara itu, profil Spotify Romaria saat ini mencatat sekitar 462 ribu pendengar bulanan, dengan ‘24/7’ ditempatkan sebagai salah satu rilisan populer sekaligus artist pick.
Babak Baru Romaria sebagai Musisi Remaja
Kesuksesan ‘24/7’ menjadi semakin menarik jika melihat perjalanan Romaria.
Publik mengenalnya sejak masih kecil melalui dunia musik, film, dan televisi. Kini, ia mulai meninggalkan citra sebagai entertainer cilik dan membangun identitas baru sebagai musisi remaja.
Perubahan itu terasa dari materi yang dibawakan.
‘24/7’ tidak mencoba memaksakan kedewasaan. Justru lagu ini berbicara menggunakan bahasa emosional yang ringan dan akrab dengan pengalaman anak muda: kangen, ingin bertemu, membayangkan seseorang, dan perasaan berbunga-bunga ketika memiliki sosok spesial.
Musiknya pun mendukung pendekatan tersebut.
Perpaduan pop akustik, R&B soul, groove funky dan nuansa chill membuat ‘24/7’ terdengar santai sekaligus mudah masuk ke berbagai jenis konten digital.
Lagu ini diciptakan oleh Hose Ali bersama Romaria, dengan Yafi Aria dan Hose Ali sebagai produser sekaligus arranger. Sementara proses mixing dan mastering dikerjakan Ivan Gojaya di Roemah Iponk.
“Lewat ‘24/7’, aku ingin menyampaikan bahwa jarak bukan penghalang untuk terus mencintai dan mengingat seseorang,” ujar Romaria.
Bagi Romaria, rasa rindu yang muncul setiap hari justru bisa menjadi bukti bahwa sebuah hubungan memiliki arti besar.
Pesan sederhana itu rupanya menemukan tempat yang tepat di generasi yang terbiasa menjadikan media sosial sebagai ruang untuk bercerita.
Karena itu, keberhasilan ‘24/7’ di TikTok tidak semata-mata soal angka 2,1 juta. Lebih jauh, angka tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah lagu bisa mendapatkan makna baru ketika digunakan oleh jutaan pengguna untuk menceritakan kisah mereka sendiri.
Dari bintang cilik menuju musisi remaja, Romaria kini memiliki tantangan baru: mempertahankan momentum sekaligus menunjukkan bahwa ‘24/7’ bukan sekadar keberuntungan sebuah lagu viral.
Dengan hampir 3 juta stream Spotify, hampir 1 juta views YouTube, dan lebih dari 2,1 juta kreasi TikTok, babak baru perjalanan Romaria sudah dimulai.
Dan untuk generasi yang hidup hampir sepanjang hari di ruang digital, mungkin memang tidak ada judul yang lebih tepat daripada ‘24/7’. XPOSEINDONESIA/IHSAN



