City Mall Rising Stars 2026: 12 Finalis Berebut Gelar dan Exclusive Single Recording

Ratusan penyanyi muda unjuk kemampuan dalam City Mall Rising Stars 2026 di Cibinong City Mall, Bogor. Setelah melewati booth audition, live audition hingga semifinal, kompetisi akhirnya menyisakan 12 finalis yang bersaing memperebutkan gelar juara dan kesempatan mendapatkan exclusive single recording.

Rangkaian kompetisi dimulai 16 September 2026 melalui booth audition, dilanjutkan live audition pada 17 September dan semifinal pada 19 September. Babak final kemudian digelar pada 20 September 2026 dengan mempertemukan 12 peserta terbaik.

Menariknya, City Mall Rising Stars 2026 tidak hanya memberikan kesempatan rekaman kepada pemenang. Sebanyak 20 semifinalis juga mendapatkan kesempatan recording bersama, sehingga pengalaman mereka tidak berhenti meski tidak melaju ke babak final.

Pada babak final, Emmanuella Amira Zavada dan Shannen Dominique Assa berhasil menjadi Champion. Tomi Efendi dan Demanuella Pandiangan meraih Runner Up, sedangkan Emmanuella Amira Zavada juga mendapat penghargaan Top Vote berdasarkan dukungan publik.

Ke-12 finalis tampil dengan lagu pilihan masing-masing, yakni Demanuella Pandiangan dengan Roman Picisan, Karel Bonaparte dengan Sial, Nayra Alifias lewat Tutur Batin, Asyfa Namira dengan Sang Dewi, Ibrahim Gany membawakan Komang, dan Miracle S Tobamora dengan Takkan Berpaling Darimu. Sementara Anindita Zahra Wahyudi tampil dengan Tutur Batin, Caroline Simajuntak membawakan Karna Ku Sanggup, Tomi Efendi dengan Alamak, Emmanuella Amira Zavada dengan Sang Dewi, Shannen Dominique Assa dengan Ada Titik Titik, serta Sabina dengan Sial.

Bagi master vokal Haris The Brothers, kompetisi seperti ini penting karena masih banyak penyanyi berbakat yang belum mendapatkan kesempatan untuk tampil dan dikenal publik. Menurutnya, pencarian bakat di daerah juga membuka ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Saya senang sekali karena ternyata banyak sekali penyanyi yang belum kita tahu. Selama ini kita mungkin hanya tahu penyanyi yang ada di televisi, seperti Indonesian Idol dan lain-lain. Ternyata masih banyak sekali yang belum ditemukan dan belum menunjukkan diri,” ujar Haris.

Namun, Haris mengingatkan bahwa menjadi penyanyi profesional membutuhkan proses panjang. Kemampuan vokal harus dibarengi persiapan teknis, latihan panggung, penguasaan nada, serta keberanian menghadapi penonton.

“Proses menjadi penyanyi dan artis itu tidak mudah. Bukan hanya datang ke panggung terus bilang, ayo nyanyi, tidak begitu. Semuanya harus melalui proses. Harus disiapkan key-nya, termasuk tinggi rendahnya nada,” jelasnya.

Rasa gugup juga menjadi tantangan tersendiri bagi penyanyi muda. Haris menilai pengalaman tampil secara berulang menjadi cara untuk membangun kepercayaan diri di atas panggung.

“Obatnya hanya dilakukan saja. Contohnya, hari ini adalah panggung pertama dia karena dia belum pernah tampil di panggung. Waktu dia sudah naik, ternyata enak. Akhirnya mulai mengatasi rasa gugupnya, mulai pelan-pelan,” ujarnya.

Selain teknik, Haris menekankan pentingnya karakter vokal. Menurutnya, penyanyi yang ingin bertahan di industri harus memiliki warna suara sendiri dan tidak terus-menerus mengikuti karakter penyanyi lain.

“Yang paling penting menurut saya adalah dia original. Originalitas dan warna suara itu sangat-sangat penting,” katanya.

“Jadi lebih baik just to be yourself. Jangan berubah-ubah. Ini cempleng, besok bulat, musikal, besok Broadway, itu agak membingungkan. Jadi harus pilih karakter yang paling original. Dia nyanyi, itulah suara dia,” lanjut Haris.

Pandangan serupa disampaikan musisi dan gitaris Tohpati. Ia menilai kemampuan teknik memang penting dalam kompetisi, tetapi karakter suara dan kemampuan memberikan interpretasi menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika seorang penyanyi memasuki industri musik.

“Festival itu hanya ingin melihat penyanyi yang tekniknya tinggi, skill-nya tinggi. Padahal kalau untuk masuk ke dunia industri, yang dilihat adalah karakter suara dan apakah dia bisa membuat lagu itu menjadi lebih baik,” kata Tohpati.

Menurut Tohpati, karakter yang kuat dapat membuat sebuah lagu terdengar berbeda ketika dibawakan seorang penyanyi. Karena itu, kemenangan dalam kompetisi tidak otomatis menjadi ukuran perjalanan seseorang di industri musik.

“Lagunya mungkin biasa saja, tetapi ketika dia menyanyikannya, lagu itu bisa menjadi lebih bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Pongky Barata melihat tantangan terbesar justru muncul setelah kompetisi berakhir. Seorang penyanyi tidak cukup hanya memenangkan piala, tetapi harus mampu membangun karya dan mendapatkan tempat di hati pendengar.

“Saya dikabari bahwa ini mencari penyanyi atau rising star. Harapannya, mereka bukan hanya berhenti setelah menerima piala, tetapi benar-benar bisa bertahan di industri musik,” ujar Pongky.

Menurut Pongky, materi lagu juga dapat menentukan panjang pendeknya perjalanan seorang penyanyi. Ia menilai penyanyi tidak harus selalu membawakan lagu ciptaan sendiri karena lagu milik orang lain pun dapat menjadi karya yang kuat jika dibawakan dengan interpretasi yang tepat.

“Lagu yang tepat itu memang bisa menjadi sarana untuk memperpanjang karier,” katanya.

Perkembangan media sosial juga membuat jalan bagi penyanyi baru semakin terbuka. Tohpati menyebut penyanyi kini dapat memperkenalkan kemampuan dan karyanya secara langsung melalui platform digital tanpa harus selalu menunggu kesempatan dari festival.

“Kalau dulu untuk muncul harus lewat festival, sekarang orang bisa muncul dengan meng-upload karya atau cover di TikTok. Kalau bagus, ujung-ujungnya bisa muncul sendiri,” katanya.

Meski begitu, kompetisi pencarian bakat tetap memiliki fungsi sebagai tempat belajar. Helena Idol menilai panggung seperti City Mall Rising Stars dapat membantu penyanyi muda membangun keberanian sebelum menghadapi persaingan industri yang lebih luas.

“Acara seperti ini menjadi wadah buat kita berekspresi dan berani tampil. Kalau sudah masuk ke industri musik, itu lebih ganas. Jadi, acara seperti ini sebenarnya bisa menjadi semacam pelatihan,” ujarnya.

Helena berharap pencarian bakat seperti ini dapat menjangkau lebih banyak daerah karena banyak penyanyi potensial berada di luar kota besar. Menurutnya, semakin banyak panggung yang tersedia, semakin besar pula kesempatan penyanyi muda untuk berlatih dan menunjukkan kemampuan.

“Semakin banyak acara seperti ini, semakin banyak juga kesempatan bagi penyanyi untuk berlatih dan menunjukkan kemampuan. Harapannya, jangkauannya juga semakin luas, sehingga lebih banyak orang yang bisa ikut,” katanya.

Salah satu terobosan City Mall Rising Stars 2026 adalah memberikan kesempatan recording kepada 20 semifinalis. Program tersebut membuat peserta yang tidak lolos ke final tetap mendapatkan pengalaman masuk ke proses produksi musik dan menghasilkan karya bersama.

Sementara 12 finalis mendapatkan kesempatan tampil di panggung final sekaligus bersaing untuk mendapatkan exclusive single recording. Bagi talenta baru, kesempatan memiliki single dapat menjadi modal untuk memperkenalkan karakter vokal sekaligus membangun portofolio di industri musik.

“Pemenangnya akan kami orbitkan secara nasional. Kami memberikan kesempatan rekaman single agar mereka memiliki karya sebagai langkah awal untuk menjadi bintang baru,” ujar Haris.

Program ini turut didukung Kuya Music Entertainment sebagai partner. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan proses produksi dan perjalanan sebuah karya musik.

Setelah melewati rangkaian audisi sejak 16 September hingga final pada 20 September 2026, City Mall Rising Stars 2026 akhirnya menetapkan Emmanuella Amira Zavada dan Shannen Dominique Assa sebagai Champion. Tomi Efendi dan Demanuella Pandiangan menjadi Runner Up, sedangkan Emmanuella Amira Zavada meraih Top Vote berdasarkan dukungan publik.

Hasil tersebut menjadi penutup dari rangkaian kompetisi yang sejak awal mempertemukan ratusan penyanyi muda dengan panggung dan pengalaman baru. Dari ajang ini, peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga ruang untuk membangun keberanian, mengenali karakter vokal, dan mulai melihat kemungkinan perjalanan mereka di industri musik. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles