Barry Can’t Swim Bawa Nuansa French Touch ke Era Baru Lewat ‘Dance Dance Dance!’

Ada sesuatu yang berbeda dari Barry Can’t Swim kali ini. Jika musiknya selama ini lekat dengan atmosfer klub, house bernuansa jazz, serta produksi elektronik yang emosional, produser asal Edinburgh, Skotlandia, ini justru memilih tampil lebih flamboyan lewat single terbarunya, ‘Dance Dance Dance!’.

Dirilis pada 24 Juli 2026, ‘Dance Dance Dance!’ menjadi ruang eksplorasi baru bagi Joshua Mainnie, nama asli di balik Barry Can’t Swim. Lagu berdurasi 3 menit 37 detik ini mengambil inspirasi dari era keemasan French touch, lalu menerjemahkannya ke dalam karakter elektronik Barry yang lebih modern.

Synth yang berkilau, permainan keytar yang playful, dentuman house yang ringan, serta vokal berbahasa Prancis yang euforik membuat lagu ini terdengar seperti sebuah ajakan untuk meninggalkan sejenak keseriusan lantai dansa.

Bukan sekadar lagu klub, ‘Dance Dance Dance!’ terasa seperti Barry Can’t Swim sedang membuka pintu menuju dunia yang lebih colorful.

“Ini adalah game,” demikian salah satu bagian liriknya, yang kemudian berkembang menjadi permainan respons antara suara dan musik. Pendekatan tersebut memperkuat kesan playful yang menjadi salah satu daya tarik utama single ini.

Dari Klub ke Fashion, Sepak Bola hingga Jalanan Brooklyn

‘Dance Dance Dance!’ juga datang di tengah periode yang cukup sibuk bagi Barry Can’t Swim.

Rilisan ini merupakan single keduanya bersama Atlantic Records pada 2026, setelah sebelumnya ia merilis ‘Return To Bhibo’ pada Mei. Kedua lagu tersebut memperlihatkan dua sisi berbeda dari eksplorasi musik Joshua Mainnie tahun ini. ‘Return To Bhibo’ lebih dekat dengan atmosfer klub dan groove yang emosional, sementara ‘Dance Dance Dance!’ bergerak ke arah yang lebih flamboyan dan penuh warna.

Menariknya, aktivitas Barry Can’t Swim belakangan ini juga semakin melebar dari musik.

Di Miami, Joshua Mainnie tampil dalam runway KidSuper SS27. Ia juga terlibat dalam rangkaian aktivitas yang berkaitan dengan tim nasional sepak bola Skotlandia, termasuk momen menjelang pertandingan Skotlandia melawan Brasil di Piala Dunia 2026.

Ia kemudian tampil back-to-back bersama DJ asal Brasil Mochakk di Club Space, Miami, sebelum membuat kejutan lewat pesta pop-up di jalanan Brooklyn. Rangkaian aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana identitas Barry Can’t Swim kini bergerak melampaui batas antara musik, fashion, olahraga, dan budaya populer.

Dan eksplorasi itu berlanjut melalui video musik ‘Dance Dance Dance!’.

Video yang dirilis pada 7 Agustus 2026 menjadi video musik pertama Barry Can’t Swim. Disutradarai Dan French dan diproduksi Stink UK, visualnya menghadirkan sebuah robot yang menari mengelilingi London. Konsep tersebut menerjemahkan semangat lagu tentang keluar dari rutinitas dan bergerak menuju sesuatu yang lebih menyenangkan.

French Touch Bertemu Generasi Baru

Menariknya, perjalanan ‘Dance Dance Dance!’ belum berhenti pada versi original.

Pada 14 Agustus 2026, Barry Can’t Swim merilis dua interpretasi baru lagu tersebut, masing-masing melalui Cassius Remix dan Sebastian Konrad Remix.

Kehadiran Cassius terasa sangat relevan. Duo asal Prancis tersebut merupakan salah satu nama penting dalam perkembangan French house sejak era 1990-an. Remix ini sekaligus menciptakan semacam dialog lintas generasi antara salah satu figur baru musik elektronik dengan nama yang ikut membentuk sound French house yang menjadi inspirasi lagu tersebut.

Barry Can’t Swim sendiri bukan nama baru dalam lanskap musik elektronik global.

Album debutnya, ‘When Will We Land?’, yang dirilis pada 2023, mendapat nominasi Mercury Prize dan membawa namanya semakin dikenal di luar komunitas musik elektronik. Kesuksesan itu berlanjut lewat album ‘Loner’ pada 2025.

Pada 2026, ia juga menjadi bagian dari seri bergengsi ‘Late Night Tales’, yang merayakan 25 tahun perjalanan seri tersebut. Rilisan itu menjadi kontribusi pertamanya untuk seri tersebut dalam sekitar lima tahun.

Di luar produksi musiknya sendiri, Joshua Mainnie juga membangun pengaruh melalui label Earth’s Only Paradise, yang menjadi ruang bagi sejumlah talenta baru musik elektronik.

Kini, melalui ‘Dance Dance Dance!’, Barry Can’t Swim menunjukkan bahwa musik elektronik tidak harus selalu terdengar gelap, berat, atau berorientasi pada klub.

Ada sisi lain yang lebih ringan, playful dan penuh warna.

Dan mungkin, justru di situlah menariknya Barry Can’t Swim pada 2026: mengambil bahasa musik masa lalu, memadukannya dengan identitasnya sendiri, lalu membawanya kembali ke lantai dansa dalam bentuk yang terasa baru.

‘Dance Dance Dance!’ kini tersedia di berbagai platform streaming digital. Versi remix dari Cassius dan Sebastian Konrad juga telah dirilis pada Agustus 2026. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles