
Event Professional Women’s Week (PWW) 2021, yang dilaksanakan Hybrid (Online dan offline) dari tanggal 20-24 September memasuki hari ke 4.
Event mengangkat tema “Aku Berdaya” yang diinisiasi oleh Nina Nugroho itu, setiap hari menampilkan dua sesi kegiatan.
Pada tanggal 23/9, yang muncul di sesi pertama adalah diskusi tentang kecantikan dari Wardah Cosmetik dengan tema “Professional Make up Look”.
Skin Care Wajib untuk Wajah
Pada sesi ini, Wahyu Retnowati, (Make Up Expert dari Wardah), memaparkan cara make up praktis perempuan, terutama di mana pada hari hari belakangan ini, kita wajib mengenakan masker.
“Intinya konsentrasikan make up pada bagian mata. Bentuk alis secara natural, kenakan eye liner dan maskara,” ujarnya memberi saran.
Ia mengusulkan saat berpergian, dalam tas perempuan, tetap wajib menyertakan bedak cusion, lipstick, pinsil alis, eye liner dan maskara.
Sementara itu, Ajeng Ayu Cahya Ditha mengingatkan pentingnya menggunakan skin care bagi wanita berdaya.
“Penggunaan skin care yang teratur bukan hanya membuat kulit sehat, tapi juga mampu membuat make up merekat sempurna pada kulit dan tidak mudah crack.”
Ajeng menyebut produk Wardah yang paling banyak dicari di saat Pandemi, memang skin care.
“Karena lebih banyak di rumah, Wanita punya banyak waktu untuk merawat diri!” ujar Ajeng.
Psychological Statement
Pada sesi kedua, muncul sang inisiator acara, Nina Nugroho memaparkan opininya tentang Profesional Modest Fashion dari jenama miliknya sendiri : Nina NUgroho
Desain karya Nina Nugroho sejak awal dirancang untuk lebih memaksimalkan daya kaum perempuan.
“Fashion itu bisa melejitkan keberdayaan Wanita. Saya mau menyampaikan bagaimana hubungan fashion dengan keberdayaan perempuan,” ujarnya membuka diskusi.
Dalam sebuah riset di Amerika, Nina menemukan fakta bahwa fashion dan psikologi memiliki hubungan erat.
“Seseorang yang menggunakan sebuah clothing spesifik, akan memberikan sebuah rasa tertentu, terkait performancenya. Ini yang disebut Psychological Statement,” ungkap Nina.
Nina sendiri menemukan banyak fakta yang tertuang dari penggunan jenama Nina Nugroho yang diposting di akun Instagram miliknya.
Banyak pengakuan Wanita yang telah memakai rancangan Nina Nugroho menyebut, mereka merasa jadi lebih percaya diri, merasa bahagia, kelihatan lebih berwibawa, dan mampu mengerjakan hal hal yang lebih baik, dan lain-lain.
“Jadi dengan menggunakan baju Nina Nugroho, bisa menimbulkan daya dalam diri mereka, bahwa mereka harus mampu melakukan sesuatu yang lebih baik. Dan merasa malu, kalau tidak bisa berbuat lebih baik!” ungkap Nina
Straight to The Point
Nina kemudian memaparkan busana karyanya memang dirancang dengan sangat detail, dari sisi cutting, desain keseluruhan, juga warna.
Penggunaan skema warna yang diterapkan dalam design Nina Nugroho, dibuat secara matang, dari hasil pemikiran yang mendalam.
Dan setiap warna sendiri punya arti. “Warna biru dan navy, punya kesan penuh kepercayaan, kecerdasan dan menimbulkan efek professional. Sementara merah berarti berani, hijau menimbulkan kesan nyaman dan elegan dan hitam mengesankan mandiri,” kata Nina.
Dalam soal design, garis cutting Nina Nugroho selalu menampilkan model yang clean dan tidak ribet, straight to the point, tegas, tidak menyek menyek.
Rancangan Nina Nugroho sengaja dihadirkan dengan konsep 2 in 1, yaitu busana kantoran atau kasual yang membuat pemakainya seperti memakai 2 baju berlapis, padahal hanya memakai 1 lapis baju.
“Konsepnya 2 in 1, seperti memakai 2 baju, tetapi sebenarnya 1 baju. Seperti memakai blazer dan kemeja. Sementara itu, pada bagian lengan baju, pasti selalu wudhu friendly. Masak secara busananya sudah terkesan cantik, tapi ketika mau ibadah, bagian lengan susah ditarik!” katanya. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dok Nina Nugroho