Honda menegaskan bahwa pengembangan teknologi kendaraan tidak hanya berorientasi pada performa mesin dan spesifikasi, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan serta kenyamanan bagi penggunanya. Pendekatan tersebut diperlihatkan melalui Honda Auto Technology Workshop Indonesia yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan yang melibatkan media dalam sesi eksplorasi kendaraan dan test drive, PT Honda Prospect Motor memperkenalkan dua filosofi utama yang menjadi dasar pengembangan mobil Honda, yakni Joy of Driving dan Man Maximum, Machine Minimum (M/M Principle).
Selama 78 tahun, Honda mengembangkan kendaraan dengan filosofi Joy and Freedom of Mobility. Prinsip tersebut diwujudkan melalui teknologi yang memberikan manfaat nyata dalam penggunaan sehari-hari, mulai dari kemudahan pengendalian, respons kendaraan, hingga ruang kabin yang nyaman dan fleksibel.
Joy of Driving berfokus pada karakter berkendara, respons, presisi, dan keseimbangan kendaraan. Sementara M/M Principle menekankan optimalisasi ruang bagi manusia dengan meminimalkan ruang yang dibutuhkan komponen mekanis.
President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka, mengatakan bahwa teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen, terlepas dari jenis sistem penggerak yang digunakan.
“Bagi Honda, engineering harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen. Apa pun teknologi yang digunakan, baik mesin ICE hingga elektrifikasi, seluruh mobil Honda tetap dikembangkan dengan filosofi engineering yang sama, yaitu Joy of Driving dan M/M Principle,” ujar Masanao.
Menurutnya, penerapan kedua filosofi tersebut disesuaikan dengan karakter setiap model agar kendaraan tidak hanya menyenangkan dikemudikan, tetapi juga mendukung kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Sales and Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menambahkan bahwa keunggulan kendaraan tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau spesifikasi, tetapi juga manfaat yang dirasakan ketika digunakan.
Joy of Driving Hadir dengan Karakter Berbeda
Honda menerapkan filosofi Joy of Driving melalui karakter berkendara yang disesuaikan dengan masing-masing model. Pendekatan ini dapat ditemukan pada kendaraan sporty, mobil perkotaan, hingga SUV hybrid.
Salah satu contohnya adalah Honda Prelude. Model hybrid ini menghadirkan karakter sporty dengan kenyamanan grand tourer. Teknologi Honda S+ Shift memberikan sensasi perpindahan gigi virtual yang dipadukan dengan respons akselerasi, suara, dan tampilan visual. Teknologi serupa juga tersedia pada Honda Civic Hybrid dengan penerapan sesuai karakter kendaraan.
Pada Honda SUPER-ONE, pengalaman berkendara listrik diperkuat melalui BOOST Mode yang meningkatkan tenaga motor listrik dari 47 kW menjadi 70 kW. Model ini juga dilengkapi Simulated 7-Speed Gear Shift dan Active Sound Control untuk menghadirkan sensasi berkendara yang lebih interaktif.
Sementara Honda Brio RS CVT menggabungkan performa dan kemudahan pengendalian melalui mesin 1.2 liter i-VTEC bertenaga 90 PS serta penyetelan Electric Power Steering. Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung respons kemudi yang linear, kelincahan, dan kestabilan saat bermanuver.
Karakter berbeda ditawarkan Honda WR-V RS melalui mesin 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan tenaga 121 PS dan torsi 145 Nm. Penyetelan sistem kemudi serta geometri suspensi depan dirancang untuk mendukung respons presisi, sementara konfigurasi suspensinya membantu menjaga keseimbangan antara kestabilan dan kenyamanan.
Pada Honda HR-V RS Hybrid, fokus pengembangan diarahkan pada respons kemudi yang langsung dan perilaku kendaraan yang konsisten saat menikung. Teknologi Variable Gear Ratio, Agile Handling Assist, serta motor listrik bertenaga 131 PS dengan torsi 253 Nm menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
M/M Principle, Memaksimalkan Ruang untuk Manusia
Selain pengalaman berkendara, Honda juga menempatkan kebutuhan manusia sebagai dasar pengembangan desain kendaraan melalui M/M Principle.
Prinsip ini bertujuan memaksimalkan ruang yang dapat dimanfaatkan penumpang dan barang dengan meminimalkan kebutuhan ruang untuk komponen mekanis. Penerapannya dapat dilihat dari desain kabin, posisi komponen, konfigurasi kursi, hingga fleksibilitas ruang bagasi.
Filosofi tersebut telah diterapkan Honda sejak lama. Pada N360 tahun 1967, penggunaan mesin ringkas dan penggerak roda depan membantu menyediakan ruang bagi empat orang dewasa dalam dimensi mobil yang kecil.
Selanjutnya, Honda City pada 1981 memperkenalkan konsep Tall Boy dengan bodi lebih tinggi dan posisi duduk lebih tegak. Pendekatan ini mengoptimalkan ruang kabin sekaligus mendukung visibilitas dan kemudahan keluar-masuk kendaraan.
Pada Honda Fit yang dikenal sebagai Jazz di Indonesia, konsep center tank layout diperkenalkan pada 2001. Penempatan tangki bahan bakar di bawah kursi depan membuka ruang di bawah kursi belakang sehingga memungkinkan konfigurasi kursi lebih fleksibel.
Dalam workshop tersebut, penerapan M/M Principle juga diperlihatkan melalui lima model yang ditampilkan dalam sesi static display, yakni Honda STEP WGN Hybrid, Honda CR-V Hybrid, Honda Civic Hybrid, Honda BR-V, dan Honda SUPER-ONE.
Honda STEP WGN Hybrid menawarkan Flexible Captain Seats untuk mengatur posisi kursi baris kedua serta In-floor Magic Seat yang memungkinkan kursi baris ketiga dilipat ke dalam lantai. Pengaturan ini memberikan keleluasaan untuk menyesuaikan ruang kabin dan bagasi sesuai kebutuhan keluarga.
Pada Honda CR-V Hybrid, pengemasan komponen baterai yang efisien membantu mempertahankan ruang kabin dan bagasi. Kursi belakang yang dapat dilipat juga memberikan fleksibilitas untuk membawa barang berukuran besar. Kenyamanan perjalanan dilengkapi Honda CONNECT dan sistem audio premium BOSE.
Honda Civic Hybrid mengandalkan konfigurasi 60:40 Split-Folding Rear Seats. Fitur ini memungkinkan sebagian kursi belakang dilipat untuk membawa barang berukuran panjang tanpa harus mengorbankan seluruh kapasitas tempat duduk belakang.
Sementara itu, Honda BR-V menawarkan kabin yang dapat mengakomodasi tujuh penumpang beserta barang bawaan. Pada tipe Prestige, tersedia Multi-View Camera Assist (MVCA) with Digital Video Recorder (DVR), sistem empat kamera yang membantu pengemudi memantau kondisi sekitar kendaraan ketika bermanuver sekaligus menyediakan fungsi perekaman video.

Pada Honda SUPER-ONE, optimalisasi ruang dilakukan melalui pengemasan baterai yang efisien dalam bodi kompak. Fitur ULTRA Seats memungkinkan kursi belakang dilipat untuk memperluas bagasi atau bantalan kursi diangkat untuk membawa barang yang lebih tinggi.
Penerapan M/M Principle tersebut menunjukkan bahwa optimalisasi ruang tidak selalu bergantung pada ukuran kendaraan. Desain dan penempatan komponen yang tepat dapat membuat kendaraan kompak tetap fungsional untuk berbagai kebutuhan.
Melalui Honda Auto Technology Workshop Indonesia, Honda memperlihatkan bagaimana Joy of Driving dan M/M Principle menjadi dua pendekatan yang saling melengkapi. Keduanya menjadi dasar pengembangan kendaraan Honda, baik bermesin konvensional, hybrid, maupun listrik, dengan tujuan menghadirkan pengalaman mobilitas yang menyenangkan sekaligus praktis bagi penggunanya. XPOSEINDONESIA/IHSAN



