Konsistensi Pacific Bike dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan kembali ditegaskan melalui kehadirannya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, pada 5–15 Februari 2026. Partisipasi ini menjadi penanda eksistensi sekaligus komitmen jangka panjang Pacific Bike sebagai produsen sepeda dan kendaraan listrik yang terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
Berlokasi di Hall C19 dengan area seluas 105 meter persegi, Pacific Bike menghadirkan booth berkonsep modern yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung dalam mengeksplorasi lini produk terbaru. Momentum IIMS 2026 dimanfaatkan Pacific Bike untuk memperkenalkan generasi terbaru E-Moped dan E-Motor dengan desain yang semakin modern, fungsional, serta tetap mempertahankan karakter harga yang terjangkau.
Di sela pameran, Chief Operating Officer (COO) Pacific Bike, Jantohasan, menjelaskan bahwa segmen sepeda dan sepeda listrik masih menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian. Menurutnya, meski industri kendaraan listrik mengalami penurunan tren secara umum dalam dua tahun terakhir, sepeda listrik justru relatif lebih stabil karena menyasar kebutuhan keluarga dan aktivitas sehari-hari.
“Sepeda listrik itu berbeda dengan motor listrik. Banyak yang membeli bukan untuk gaya, tapi untuk dipakai harian, ke pasar, ke komplek, atau untuk keluarga. Segmentasinya lebih luas dan tidak terlalu terikat kelas,” ujar Jantohasan.
Sebagai brand yang telah lama dikenal di industri sepeda nasional, Pacific Bike secara konsisten memperluas portofolionya ke segmen kendaraan listrik. Di IIMS 2026, sejumlah produk terbaru dari merek Pacific dan Exotic diperkenalkan kepada publik, di antaranya E-Moped Pacific Blizzard Lite, Pacific Splendid 5.0, Pacific Zeckrom 300, serta Exotic X-650 dan Exotic Veloce V3. Produk-produk ini dirancang untuk menunjang mobilitas urban dengan efisiensi energi, kemudahan penggunaan, serta biaya operasional dan perawatan yang relatif rendah.
Jantohasan juga menegaskan bahwa seluruh sepeda listrik Pacific Bike telah disesuaikan dengan regulasi pemerintah, khususnya terkait batas kecepatan maksimal 25 km/jam. Meski secara teknis kendaraan dapat dikembangkan lebih jauh, Pacific Bike memilih untuk tetap patuh pada regulasi demi keamanan dan keberlanjutan produk di pasar.
“Secara teknis mungkin bisa lebih, tapi dari pabrik kami tidak mengarah ke sana. Kami fokus pada efisiensi, jarak tempuh, dan kenyamanan. Kalau kecepatan ditingkatkan, konsekuensinya konsumsi baterai jadi lebih boros,” jelasnya.

Tak hanya E-Moped, Pacific Bike juga menampilkan generasi terbaru E-Motor Exotic Mizone dan Exotic Sprinter Prime. Model-model ini menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan listrik dengan performa lebih mumpuni, namun tetap ramah lingkungan dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masa kini. Seluruh lini kendaraan listrik tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai segmen konsumen, mulai dari pelajar, pekerja urban, hingga pengguna yang mencari alternatif kendaraan harian yang efisien.
Selama IIMS 2026 berlangsung, Pacific Bike membuka kesempatan pemesanan unit dengan berbagai program harga spesial yang ditawarkan secara eksklusif selama pameran. Berdasarkan catatan internal perusahaan, kontribusi penjualan dari pameran otomotif masih menjadi salah satu penopang utama, dengan target penjualan gabungan sepeda dan sepeda listrik mencapai sekitar 1.000 unit per tahun, di mana sepeda listrik menyumbang porsi terbesar.
Di luar pasar domestik, Pacific Bike melalui PT Roda Pasifik Mandiri (RPM) juga mencatatkan kinerja positif di pasar global. Sepanjang 2025, RPM telah mengekspor sekitar 10 ribu unit E-Moped dan sepeda anak ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Jawa Tengah, melanjutkan ekspansi sebelumnya ke India dan Vietnam.
Memasuki 2026, RPM menargetkan lonjakan volume ekspor hingga sekitar 70 ribu unit seiring meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan listrik dan sepeda. Untuk mendukung rencana tersebut, Pacific Bike tengah membangun fasilitas produksi baru di Jawa Tengah dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih modern guna meningkatkan efisiensi serta menjaga standar kualitas produk.
Dengan kombinasi inovasi produk, strategi pasar yang berkelanjutan, penguatan jaringan distribusi, serta ekspansi global, Pacific Bike menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia sekaligus mitra mobilitas ramah lingkungan yang siap menjawab tantangan masa depan. XPOSEINDONESIA/IHSAN


