Pertumbuhan bisnis yang pesat tidak selalu harus mengorbankan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Hal itu ingin dibuktikan Kopi Kenangan melalui peluncuran Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025, yang menjadi laporan keberlanjutan pertama perusahaan sejak memperkenalkan strategi Kenangan Sustainability Journey pada 2023.
Peluncuran laporan yang berlangsung di Kopi Kenangan Cikajang, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026), juga menjadi momentum diperkenalkannya Program Barista Hebat, sebuah program yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tuli untuk berkarier di industri makanan dan minuman.
Perusahaan jaringan kopi asal Indonesia ini memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu, mulai dari memperkuat rantai pasok lokal, mengurangi dampak lingkungan, memberdayakan petani kopi, hingga membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, mengatakan perusahaan ingin menunjukkan bahwa profitabilitas dan penerapan prinsip ESG bukanlah dua hal yang saling bertentangan.
“Laporan ESG ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab. Kami percaya keberhasilan perusahaan bukan hanya diukur dari profitabilitas, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai bagi lingkungan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Inneke, semakin besar perusahaan berkembang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan kepada masyarakat dan lingkungan.
“Kami tidak ingin hanya mengejar keuntungan. Pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pertumbuhan perusahaan selalu diikuti dengan kontribusi nyata,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa publikasi laporan ESG menjadi bentuk transparansi perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor yang kini semakin memperhatikan bagaimana perusahaan mengelola aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Laporan ini juga ingin menepis anggapan bahwa perusahaan harus memilih antara profit atau ESG. Faktanya, kami mampu menghasilkan keuntungan sekaligus terus menjalankan berbagai program keberlanjutan,” tambahnya.
Laba Bersih US$18 Juta dan Ekspansi ke Enam Negara
Sepanjang 2025, Kopi Kenangan membukukan EBITDA sebesar US$37 juta dengan laba bersih mencapai US$18 juta. Di saat yang sama, perusahaan terus memperluas ekspansi bisnis hingga memiliki 1.173 gerai yang seluruhnya dikelola secara mandiri.
Jaringan Kopi Kenangan kini telah hadir di enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, India, dan Australia. Australia menjadi negara terbaru yang dimasuki perusahaan melalui pembukaan gerai perdana di Melbourne.
100 Persen Bahan Baku Utama Berasal dari Indonesia
Salah satu capaian terbesar dalam laporan ESG 2025 adalah penggunaan 100 persen bahan baku utama dari pemasok lokal Indonesia.
Mulai dari biji kopi, gula aren hingga susu yang digunakan di seluruh gerai berasal dari pemasok dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan industri lokal sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.
“Kami bangga dapat membawa produk Indonesia ke pasar global. Seluruh bahan baku utama kami berasal dari Indonesia sehingga manfaat ekonominya juga kembali kepada petani, pelaku UMKM, dan para pemasok lokal,” kata Inneke.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi bersama Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali.
Melalui kerja sama tersebut, Kopi Kenangan memberikan edukasi pertanian berkelanjutan kepada 50 petani kopi, membantu pengembangan infrastruktur pertanian, hingga menjalankan program inkubasi bisnis bagi 14 anak petani agar mampu menciptakan produk kopi bernilai tambah.
Lebih dari 7.500 Lapangan Kerja dan Budaya Kerja Inklusif
Selain bertumbuh dari sisi bisnis, Kopi Kenangan juga terus memperbesar kontribusinya terhadap ketenagakerjaan nasional.
Sepanjang 2025 perusahaan mempekerjakan 7.521 karyawan di kantor pusat maupun gerai-gerainya di seluruh Indonesia, dengan total kontribusi pembayaran upah mencapai sekitar Rp467 miliar.
Group Chief People & Culture Kopi Kenangan, Gemini Aryanto, mengatakan pertumbuhan jumlah tenaga kerja sejalan dengan strategi ekspansi perusahaan yang kini menjalankan konsep one store a day, yakni membuka satu gerai baru setiap hari.
“Kami terus bertumbuh bersama perkembangan jumlah gerai. Semakin banyak gerai yang dibuka, semakin besar pula peluang kerja yang kami ciptakan,” ujarnya.
Gemini menjelaskan bahwa keberagaman menjadi salah satu kekuatan perusahaan. Hal itu tercermin dari komposisi karyawan laki-laki dan perempuan yang hampir seimbang dengan rasio 1:1 di berbagai level organisasi.
Tak hanya itu, perusahaan juga menerapkan kesetaraan upah, di mana perempuan dan laki-laki dengan posisi serta tanggung jawab yang sama menerima penghasilan yang setara.
“Keberagaman merupakan salah satu kekuatan kami. Kami percaya perspektif yang berbeda justru melahirkan inovasi dan memperkuat budaya perusahaan,” katanya.
Perusahaan juga terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia melalui Kenangan Academy, tempat seluruh calon barista menjalani pelatihan sebelum bertugas di gerai.
Sepanjang 2025, Kopi Kenangan mencatat 130.481 jam pelatihan, terdiri dari lebih dari 128 ribu jam bagi karyawan operasional dan sekitar 2.100 jam bagi karyawan kantor pusat. Jika dirata-ratakan, setiap karyawan memperoleh sekitar 17 jam pelatihan setiap tahun.
Kurangi Emisi dan Daur Ulang Lebih dari 50 Ton Limbah
Pada aspek lingkungan, Kopi Kenangan mulai memetakan jejak karbon operasional perusahaan.
Sepanjang 2025, total emisi Cakupan 1 dan 2 tercatat sebesar 38,8 juta kilogram CO₂e. Melalui berbagai program efisiensi energi dan ekonomi sirkular, perusahaan berhasil menurunkan emisi sebesar 81.672 kilogram CO₂e.
Selain itu, sebanyak 50.369 kilogram limbah operasional berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir melalui berbagai program daur ulang dan pemanfaatan kembali.
Limbah tersebut terdiri atas 43.456 kilogram minyak jelantah, 2.511 kilogram plastik, 4.137 kilogram ampas kopi, dan 227 kilogram limbah spunbond yang kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah maupun biofuel alternatif.
Barista Hebat dan Dukungan Kementerian Ketenagakerjaan
Komitmen keberlanjutan Kopi Kenangan tidak berhenti pada aspek lingkungan dan petani kopi.
Pada kesempatan yang sama, perusahaan meluncurkan Program Barista Hebat bekerja sama dengan Parakerja untuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tuli.
Program ini memberikan pelatihan barista, pembekalan keterampilan kerja, hingga pendampingan agar para peserta siap bekerja secara profesional di industri makanan dan minuman.
“Program Barista Hebat merupakan bagian dari upaya kami membangun lingkungan kerja yang menghargai keberagaman talenta dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berkarya secara profesional,” ujar Gemini.
Program tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Direktur Bina Pengantar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Soman Wisnu Darma, S.Si., M.T., memberikan apresiasi terhadap langkah Kopi Kenangan yang membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berkarya.
“Saya juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kopi Kenangan yang telah memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk memberikan kontribusi dan karya terbaiknya di Kopi Kenangan,” ujar Soman.
Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan memiliki tugas untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan para pencari kerja agar keduanya dapat saling terhubung berdasarkan kompetensi yang dimiliki.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan memang mempunyai tugas, salah satunya adalah menjembatani antara pencari kerja dan pemberi kerja. Sehingga kami dapat memberikan kepastian kepada pemberi kerja mengenai potensi para pencari kerja, apa yang bisa mereka lakukan, serta kompetensi apa yang masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Soman berharap kolaborasi dengan Kopi Kenangan terus berkembang dan mampu menghadirkan lebih banyak program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Tentunya kami dari Kementerian Ketenagakerjaan akan terus membangun komitmen bersama seluruh pihak. Kami berharap kerja sama dengan Kopi Kenangan tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut ke program-program lainnya,” ujarnya.
Ia meyakini perusahaan yang memberikan manfaat kepada masyarakat akan memperoleh kepercayaan sekaligus keberkahan dalam menjalankan usahanya.
“Kami punya keyakinan bahwa ketika kita memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat, doa-doa baik dari mereka akan mengalir kepada kita. Hal itu juga akan membawa keberkahan bagi bisnis yang kita jalankan.”
Menutup sambutannya, Soman menyampaikan dukungan penuh terhadap peluncuran Laporan ESG Kopi Kenangan 2025.
“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas peluncuran Laporan ESG Kopi Kenangan Tahun 2025. Kami sangat mendukung kegiatan ini. Bapak-Ibu sekalian, jangan lupa untuk terus memberikan kontribusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat.”
Melalui Laporan ESG 2025 dan peluncuran Program Barista Hebat, Kopi Kenangan menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar pelengkap strategi bisnis, melainkan fondasi utama dalam membangun perusahaan jangka panjang. Ke depan, perusahaan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat rantai pasok lokal, menciptakan peluang kerja yang lebih inklusif, serta menghadirkan dampak positif yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN





