FLOII Expo 2026 Resmi Dibuka, Satukan Industri Tanaman Hias dan Gaya Hidup Berbasis Alam

Dunia florikultura Indonesia kembali mendapat ruang pertemuan berskala internasional melalui Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026. Memasuki tahun kelima, pameran yang mengusung tema “United by Nature” ini resmi dibuka di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang, dan berlangsung hingga 20 September 2026.

FLOII Expo 2026 tidak hanya mempertemukan penggemar tanaman hias, tetapi juga menghadirkan pelaku industri, komunitas, kolektor, breeder, nursery, landscape designer, hingga masyarakat umum. Pertemuan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bagaimana florikultura berkembang menjadi bagian dari ekosistem bisnis sekaligus gaya hidup yang semakin dekat dengan alam.

Pameran ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding. Sejumlah pejabat Badan Karantina Indonesia, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tommy Nugraha, serta perwakilan industri, asosiasi dan komunitas florikultura turut hadir dalam pembukaan.

Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding menilai FLOII Expo 2026 dapat menjadi momentum untuk melihat perkembangan industri florikultura Indonesia secara lebih luas. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci agar tanaman hias tidak hanya berkembang sebagai komoditas, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi berbagai pihak.

“Hari ini kita tidak hanya membuka sebuah pameran tanaman hias, tetapi juga membuka jendela untuk melihat masa depan industri florikultura Indonesia. Tema ‘United by Nature’ menggambarkan arah yang sangat tepat, karena tanaman menyatukan petani dengan industri, breeder dengan nursery, pelaku usaha dengan konsumen, komunitas dengan pemerintah, hingga menyatukan Indonesia dengan pasar dunia,” ujar Abdul Kadir.

Tahun ini, FLOII Expo menghadirkan lebih dari 120 exhibitor. Pesertanya tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga sejumlah negara seperti Thailand, Taiwan, China, dan Ekuador, memperlihatkan semakin luasnya jejaring industri tanaman yang dibangun melalui pameran tersebut.

Steering Committee FLOII Expo, Rustika Herlambang, mengatakan tema “United by Nature” ingin menempatkan florikultura sebagai ruang yang mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem. Menurutnya, tanaman dapat menjadi titik temu antara komunitas, industri, dan masyarakat melalui hobi sekaligus gaya hidup yang lebih dekat dengan alam.

“FLOII Expo 2026 mengajak kita melihat florikultura bukan sekadar tren atau hobi, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas, pelaku industri, dan masyarakat melalui kecintaan terhadap tanaman, alam, dan gaya hidup berbasis nature dalam satu ekosistem yang terus berkembang,” kata Rustika.

Dukungan terhadap FLOII Expo 2026 juga datang dari komunitas dan asosiasi tanaman hias. Ketua Umum Indonesia Aroid Society (IAS) Anjasmara Prasetya menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri florikultura, mulai dari kekayaan hayati hingga keberadaan breeder, kolektor, dan pelaku usaha.

“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa, para breeder yang kreatif, kolektor yang luar biasa, hingga pengusaha tanaman hias yang tangguh. Yang kita perlukan saat ini adalah bersatu, membangun jaringan, meningkatkan profesionalisme, dan bergerak bersama,” ujar Anjasmara.

Selama empat hari penyelenggaraan, FLOII Expo 2026 menghadirkan beragam program yang memperluas pengalaman pengunjung terhadap dunia tanaman. Mulai dari Plant Exhibition, Landscape Showcase, Botanical Art Competition, Plant Contest, Plant Auction, talkshow dan workshop, hingga Aquascape & Terrarium Competition.

Pada hari pertama, pengunjung juga dapat menikmati Art Plant Music by Onion Jams yang memadukan tanaman dan musik. Program tersebut menjadi salah satu cara FLOII memperlihatkan bahwa tanaman dapat hadir lebih luas sebagai bagian dari seni, kreativitas, dan gaya hidup.

Sisi edukasi juga mendapat porsi melalui sejumlah talkshow yang membahas persoalan industri florikultura, termasuk regulasi dan perdagangan tanaman lintas wilayah maupun negara. Pembahasan mengenai impor tanaman bersama Muh. Luthfi dan A. Hary Prasetyo, Chief Marketing Officer Art Garden Flowers, menjadi salah satu agenda yang memberikan informasi mengenai ketentuan dalam proses perdagangan tanaman internasional.

Ada pula talkshow bersama Dr. Abdul Rahman dan Dimas Galang Anggoro yang membahas proses karantina tanaman serta pentingnya memenuhi ketentuan yang berlaku dalam pergerakan tanaman. Sementara bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman praktik, tersedia workshop seperti Vaskuarium Hidrogel bersama Rudi, Edukator Kebun Raya MNR, serta Workshop Melukis Pot bersama Kinan dan Ummi Karplanter.

Penyelenggaraan FLOII Expo 2026 mendapat dukungan Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sejumlah mitra juga terlibat, antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai Official Bank Partner, Pupuk Indonesia, PT PLN (Persero), Pertamina International EP, serta Kebun Raya.

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi FLOII Expo 2026, tiket tersedia dengan harga Rp35.000 untuk daily pass weekday, Rp50.000 untuk daily pass weekend, dan Rp100.000 untuk tiket terusan selama empat hari. Informasi dan pembelian tiket tersedia melalui www.floii-expo.com.

Dengan mempertemukan pelaku industri, komunitas, kolektor, breeder dan masyarakat dalam satu ruang, FLOII Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang melihat tanaman hias, tetapi juga menjadi titik temu berbagai aktivitas yang membentuk ekosistem florikultura Indonesia. Tema “United by Nature” pun diterjemahkan melalui kolaborasi antara pengetahuan, kreativitas, komunitas dan bisnis yang berlangsung selama empat hari pameran. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles