31.3 C
Jakarta
Thursday, August 11, 2022

Direktorat Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf Adakan Bimtek Bagi UKM Jakarta Pusat

- Advertisement -
- Advertisement -

Untuk merangkul para pelaku usaha menengah/ UKM dikawasan Jakarta Pusat, Direktorat Komunikasi Pemasaran menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis dengan tema ”Strategi Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Branding dan Media Digital”.  

Kegiatan yang juga merupakan salah satu kolaborasi Bimbingan Teknik (Bimtek) Kemenparekraf dengan Komisi X DPR RI diselenggarakan di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/22) akhir pekan silam. Hal ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam memasarkan destinasi pariwisata dan produk ekonomi kreatif untuk para pelaku usaha, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kasudin Parekraf Jakarta Pusat, Shinta Nidyawati mengatakan bahwa dirinya sangat antusias terhadap kegiatan diatas. Terlebih lagi dengan melihat pandemi kini sudah beralih menjadi endemi. ”Situasi yang mulai masuk endemi ini diharapkan bisa kembali meningkatkan dunia usaha pariwisata dan ekraf di Indonesia”, harapnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Himmatul Aliyah, perwakilan Komisi X DPR RI menyebutkan komisinya memiliki banyak program yang bermitra dengan Kemenparekraf, Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

- Advertisement -

“Dalam hal ini kami ingin memberikan bimbingan teknis di dapil saya yaitu di Jakarta Pusat, agar konstituen saya ini konsisten serta maju dalam Ekraf dan UMKM,” sebut Himmatul Aliyah dalam sambutannya.

Sebagai narasumber, Bimtek ini menghadirkan Qisthas Tsana No’man, yang dikenal sebagai seorang Personal Branding. Didampingi Elizabeth Hutagaol, Koordinator Konten Kemenparekraf dan Himmatul Aliyah, Qisthas memberikan arahan mengenai materi yang cukup padat dan informative.

Qisthas memberikan masukan kepada para pegiat UKM yang hadir dalam membuat konten dan menjelaskan bahwa pada prakteknya untuk membangun branding yang utama adalah fokus dan  konsisten.

Untuk membuat branding lebih mudah, menurutnya perlu merumuskan tiga hal seperti: Brand Story, Content Pillar dan Banking Content. Ketiga unsur inilah nanti yang akan membuat branding usaha menjadi lebih fokus dan mudah. Dalam turunannya dijabarkan seperti ini:

Brand Story

Bisa juga disebut cerita pendek dari merek produk yang perlu menjelaskan Siapa, Nama Brand, Kategori, Keunikan Produk dari yang lain, Bagaimana produk dibuat dan Target Pasar.

Ini penting untuk mengidentifikasi jelas langkah promosi selanjutnya dan membuat konten yang tepat berikutnya. Yang perlu diperhatikan  bahwa branding ini juga harus konsisten, tidak boleh sedikit-sedikit berubah.

Contoh Teh Botol mereka tidak mengganti brand color, atau pun tagline promosi dari dulu sampai sekarang. Padahal perusahan sebesar itu pasti punya budget untuk melakukan apa saja. Kenyataanya mereka tidak pernah mengubah profilenya, sehingga justru brandnya tersebut cukup lekat di hati masyarakat. Slogan iklannya : “Apapun makanannya minumnya Teh Botol Sosro”, diingat oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.

Baca Juga :  Puan Maharani Ajak Warga Citamiang Sukabumi Melawan Stunting

Content Pillar

Turunan dari Brand Story yang sudah dirumuskan akan membentuk Content Pillar, yaitu apa saja yang akan disampaikan dan perlu diketahui lebih rinci oleh target market nya. Content pillar ini akan membangun pemahaman profil produk kita secara utuh. Sehingga konten untuk media sosial yang disajikan nantinya mampu membentuk  kepercayaan dan kesetiaan pada produk.

Jadi Content Pillar merupakan point penting apa saja yang akan ditayangkan di media sosial, misalnya apa saja varian produk kita yang akan disebar sebagai konten di media sosial. Lalu bagaimana proses pembuatannya, dan siapa saja pembeli produk. Bila produk kita Craft untuk wisatawan berarti kita ceritakan apa saja varian craft yang dihasilkan, dari apa saja bahan bakunya, proses pengolahan sehingga menghasilkan produk yang cocok untuk wisatawan.

Sehingga akhirnya konten di media sosial tidak melulu ajakkan untuk membeli produk, tapi menjelaskan berbagai aspek dari produk itu sendiri.

Banking Content

Ini merupakan tahap lanjutan dari Content Pillar yaitu menyiapkan konten apa saja yang akan disebarkan di media sosial selama satu periode. Misalnya selama satu bulan,si empunya produk harus merencanakan konten apa saja setiap minggu lalu dibagi lagi setiap harinya.

Misalnya apa saja yang akan di share di Instagram/ Tik Tok dalam seminggunya seperti hari Senin tentang varian produk, lalu Selasa mengenai proses membuat produk, Rabu profile pembeli produk dan seterusnya sampai Minggu. Nah semua rencana konten tadi dituangkan dalam bagan yang mudah dipahami lalu dipraktikkan! Walau terlihat sederhana, namun bila dilakukan konsisten akan membangun brand yang baik bagi produk.

Sebagai bahan uji coba, praktek merumuskan strategi branding tersebut selanjutnya dikerjakan peserta Bimtek secara berkelompok dengan menggunakan modul-modul yang telah disiapkan. Walau secara teori terkesan mudah, namun kenyataannya tidak segampang yang diperkirakan. Apalagi dalam penjabarannya, peserta harus paham betul dengan produk yang dimilikinya serta mengetahui dengan baik pasar yang dituju. XPOSEINDONESIA/ AM Foto: Muhamad Ihsan

More Pictures

direktorat komunikasi pemasaran kemenparekraf adakan bimtek bagi ukm jakarta pusat
Suasana Bimtek Strategi Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Branding dan Media Digital 
direktorat komunikasi pemasaran kemenparekraf adakan bimtek bagi ukm jakarta pusat 02
Suasana Bimtek Strategi Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Branding dan Media Digital 
direktorat komunikasi pemasaran kemenparekraf adakan bimtek bagi ukm jakarta pusat 01
Elizabeth Hutagaol dan Himmatul Aliyah 
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -