SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka pada Rabu (4/11/2026) di Hall B dan C Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran dagang industri makanan dan minuman ini menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah, sekaligus mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan pasar internasional.

Pameran yang berlangsung pada 4–6 November 2026 tersebut diresmikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Pembukaan turut dihadiri perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sejumlah pejabat dan tokoh industri juga hadir, di antaranya Yuke Sri Rahayu selaku Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif; Harun A.S., Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah; Yogia Prihartiny, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil; serta Adi Trisnojuwono, Asisten Deputi Pengembangan Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan dari Kementerian UMKM.

Hadir pula Duta Besar Malaysia Yang Mulia Dato’ Muzafar Shah Mustafa, Managing Director SIAL Network – ASEAN & India Henri Tan, CEO Comexposium APAC Elaine Chia, CEO Seven Event Andy Wismarsyah, serta Wakil Presiden China Chamber of Commerce of Import & Export of Foodstuffs, Native Produce & Animal By-Products (CFNA), Lu Yu.

Melalui platform business-to-business (B2B), SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dirancang untuk memperkuat koneksi bisnis di sepanjang rantai industri makanan dan minuman. Pameran ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan perdagangan, menjajaki kemitraan strategis, bertukar produk dan teknologi, hingga mengakses pasar lintas negara.

Dalam sambutannya, Fajarini Puntodewi menyoroti potensi ekspor makanan olahan Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari–Agustus 2026, nilai ekspor makanan olahan nasional tercatat mencapai USD 4,49 miliar atau meningkat 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri makanan dan minuman, sebagaimana tercermin dari kinerja ekspor makanan olahan nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari–Agustus 2026, nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai USD 4,49 miliar, meningkat 13,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Fajarini.

Ia menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global. SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang sekaligus menghasilkan kerja sama konkret.

Senada dengan hal tersebut, Henri Tan menyebut Indonesia memiliki potensi besar di sektor F&B, didukung pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian melimpah, serta ekosistem kewirausahaan yang dinamis.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya memiliki posisi sebagai pasar konsumen, tetapi juga berpeluang menjadi pusat produksi dan ekspor di kawasan Asia Tenggara. Namun, akses menuju pembeli internasional masih menjadi tantangan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Di sinilah peran SIAL Network sebagai jembatan dua arah, yang menghubungkan produsen Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis internasional, sekaligus memperkenalkan peluang bisnis di Indonesia kepada pelaku usaha global,” kata Henri.

Pada hari pertama penyelenggaraan, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 mencatat jumlah registrasi pengunjung mencapai 30.000 buyers. Interaksi bisnis berlangsung melalui pertemuan B2B dan program Business Matching yang mempertemukan peserta pameran dengan pengunjung profesional untuk menjajaki kebutuhan pengadaan produk, jaringan distribusi, serta peluang kemitraan komersial.

Sejumlah merek dan perusahaan dari dalam maupun luar negeri turut meramaikan pameran ini, antara lain Exindokarsa, Kalaborasi, Oxone, Maxim Jayadi Abadi, Salim Ivomas and Baker’s Friend, Waras Legi, Sabah Mindet, VN Culinary, AT Korea, KITA, dan Seongnam.

Partisipasi internasional diperkuat dengan kehadiran paviliun serta organisasi perdagangan dari China, seperti China Chamber of Commerce of I/E of Foodstuffs, Native Produce & Animal By-Products (CFNA), Beijing Yingicheng International Exhibition Co. Ltd., Messetop (Beijing) International, Shanghai Huahe Expo Co. Ltd., dan Huiyuan Culture Development Group Co. Ltd. Pameran ini juga menghadirkan Saudi Export Pavilion untuk membuka peluang perdagangan lintas negara.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026. Pameran pendamping ini menghadirkan solusi transportasi, logistik, dan rantai dingin (cold chain) yang dibutuhkan industri F&B.

Beberapa perusahaan yang berpartisipasi di sektor tersebut antara lain Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, OMOVO, DFSK, Suzuki, Adda Mitra, dan Emde Plast. Kehadiran penyedia solusi transportasi dan logistik ini memberikan kesempatan bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk menjajaki kerja sama guna memperkuat kapasitas distribusi serta meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Penyelenggaraan pameran juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata. Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan 18 asosiasi industri dan komunitas profesional.

Di antara asosiasi yang terlibat adalah Indonesian Chef Association (ICA), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia (ACBI), Association of Indonesia Specialty Tea (AISTEA), serta Sustainable Spices Initiative Indonesia (SSI-I).

Keterlibatan pemerintah, asosiasi, dan komunitas industri tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi, memperkuat daya saing, serta memperluas peluang bisnis di berbagai sektor dalam ekosistem F&B Indonesia.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 berlangsung hingga 6 November 2026, mulai pukul 10.00–18.00 WIB di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini terbuka secara gratis bagi profesional industri F&B, pemilik usaha, dan pemangku kepentingan sektor terkait yang telah melakukan registrasi sebagai pengunjung profesional melalui situs resmi SIAL Food & Drinks Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles