Lomba Sihir Rilis “Di Seberang”, Cerita Tentang Kehilangan yang Mengajak Pendengar Berdamai dengan Hidup

Kehilangan selalu menjadi pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun, Lomba Sihir mencoba menerjemahkan perasaan itu melalui karya terbaru berjudul “Di Seberang”, sebuah lagu yang berbicara tentang bagaimana hidup harus tetap berjalan setelah seseorang yang dicintai pergi untuk selamanya.

Single terbaru yang resmi dirilis pada 15 Juli 2026 melalui label Sun Eater ini menjadi pembuka menuju album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, edisi lanjutan (deluxe edition) dari album Obrolan Jam 3 Pagi yang akan dirilis pada 4 September 2026.

Dibawakan dengan perpaduan lirik yang reflektif dan aransemen alternative rock yang penuh energi, “Di Seberang” memperlihatkan sisi emosional Lomba Sihir tanpa kehilangan karakter musikal mereka yang eksploratif.

Lagu ini ditulis bersama oleh Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Hindia (Baskara Putra), serta diproduseri oleh Lomba Sihir sendiri dengan tambahan permainan bas dari Rishanda Singgih.

Menurut drummer Lomba Sihir, Enrico Octaviano, ide lagu tersebut lahir dari percakapan sederhana yang ternyata menyimpan makna mendalam.

“Lagu ini datang dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di rumah tangga gue, seperti, ‘Kalau aku mati duluan, nanti kita bagaimana?’ Sebenarnya sesimpel itu,” ujarnya.

Pemikiran tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai kehidupan setelah kehilangan.

Keyboardis Tristan Juliano mengatakan bahwa percakapan itu akhirnya membawa mereka membahas berbagai kemungkinan ketika salah satu orang terdekat sudah tidak lagi bersama.

“Itu menjadi diskusi seperti, ‘Kalau ada yang terjadi di antara kita, opsi dan rencananya apa saja?'”

Kembali ke Akar Alternative Rock

Secara musikal, “Di Seberang” membawa kembali warna alternative rock yang lebih keras dengan dominasi riff gitar berdistorsi, mengingatkan pendengar pada lagu-lagu awal Lomba Sihir seperti “Seragam Ketat” dan “Nirrrlaba” dari album debut Selamat Datang di Ujung Dunia (2021).

Bagi Rayhan Noor, eksplorasi genre memang menjadi identitas Lomba Sihir sejak awal.

“Kami selalu membayangkan Lomba Sihir punya spektrum musik yang luas. Kami bisa bermain ke mana saja. Lagu ini memang lebih keras dan kotor, tetapi tetap melankolis. Rasanya menarik untuk kembali ke warna musik seperti ini.”

Sementara itu, proses penulisan lirik dilakukan setelah tema utama lagu disepakati bersama.

Baskara Putra (Hindia) mengaku banyak menyerap cerita pribadi Enrico untuk kemudian menerjemahkannya menjadi lirik.

“Kami menentukan dulu topiknya, lalu membuat komposisi musik, baru kemudian saya mencoba menyintesiskan berbagai cerita yang disampaikan Enrico hingga akhirnya lahirlah lirik lagu ini.”

Gerbang Menuju Album Baru

Selain menjadi single terbaru, “Di Seberang” juga menjadi pintu masuk menuju Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, album lanjutan yang akan menghadirkan cerita-cerita lebih personal dibanding pendahulunya.

Menurut Natasha Udu, setelah merilis album kedua mereka, seluruh personel merasa masih ada banyak kisah yang belum sempat disampaikan.

“Suatu hari kami duduk bersama dan bertanya, ‘Apa selanjutnya?’ Kami sepakat masih banyak hal yang bisa digali lebih dalam dari Obrolan Jam 3 Pagi. Ada cerita-cerita yang jauh lebih personal yang ingin kami bagikan.”

Karena itu, “Di Seberang” dipilih sebagai lagu pertama yang memperkenalkan arah baru tersebut.

Lomba Sihir berharap lagu ini tidak hanya menjadi karya yang dinikmati, tetapi juga mampu menemani siapa saja yang sedang berusaha berdamai dengan kehilangan.

“Kami rela lagu ini menjadi lagu bersama, karena ketika sebuah karya dirilis, lagu itu bukan lagi hanya milik Lomba Sihir, tetapi juga milik semua orang yang mendengarkannya,” kata Enrico.

Natasha Udu menambahkan, mereka berharap “Di Seberang” dapat menjadi teman bagi siapa pun yang tengah menjalani proses kehidupan setelah kehilangan.

Album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi dijadwalkan meluncur pada 4 September 2026, sementara “Di Seberang” kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles