ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan Pameran Tunggal Mahendra Nazar “Formidable Sequences”

Jakarta kembali mendapat suguhan menarik bagi pencinta seni visual. Kali ini, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pameran tunggal bertajuk Formidable Sequences, karya seniman visual dan ilustrator asal Jakarta, Mahendra Nazar, yang berlangsung mulai 26 Juni hingga 30 September 2026 di Artspace, Mezzanine Level ARTOTEL Thamrin Jakarta.

Pameran ini menjadi ruang eksplorasi terbaru Mahendra Nazar terhadap karakter ikonik ciptaannya, ZZ the Clumsy, yang selama bertahun-tahun telah hadir dalam berbagai medium visual, mulai dari ilustrasi, cetakan, publikasi independen, mural, hingga beragam eksperimen artistik lainnya.

Berlokasi di kawasan strategis Menteng, Jakarta Pusat, pameran Formidable Sequences menawarkan pengalaman yang berbeda. Pengunjung tidak hanya melihat karya seni, tetapi juga diajak menyelami bagaimana satu karakter sederhana dapat berkembang menjadi sistem visual yang nyaris tak memiliki batas.

Karakter ZZ the Clumsy sendiri bukan sosok baru dalam perjalanan kreatif Mahendra. Bentuk awal karakter tersebut telah muncul sejak 2010 dan terus mengalami transformasi hingga menemukan bentuk visual yang dikenal saat ini sekitar 2022.

Menurut Mahendra, karakter tersebut lahir dari keinginannya mempertahankan sikap bermain atau playfulness dalam proses berkarya.

“Semakin dewasa, semakin banyak tanggung jawab yang kita miliki. Tapi saya percaya selalu ada ruang yang harus dijaga, yaitu sikap bermain. ZZ the Clumsy menjadi representasi cara saya melihat dan mengeksplorasi dunia visual,” ujar Mahendra Nazar.

Dalam pameran ini, ZZ hadir dalam berbagai interpretasi yang berbeda. Ada yang tampil dalam bentuk wajah tunggal, bertumpuk menyerupai totem, bertransformasi menjadi sosok monster, hingga hadir dalam berbagai komposisi yang mengejutkan.

Alih-alih mencari bentuk yang final, Mahendra justru menjadikan karakter tersebut sebagai medium untuk terus bereksperimen.

Pendekatan tersebut menjadi inti dari konsep Formidable Sequences, yaitu bagaimana satu ide yang sama dapat menghasilkan kemungkinan visual yang hampir tak terbatas melalui pengulangan, variasi, distorsi, dan interpretasi ulang.

“Karya ini bukan tentang menemukan bentuk akhir. Justru yang menarik adalah bagaimana karakter ini terus berubah tanpa kehilangan identitasnya,” jelas Mahendra.

Selain menghadirkan eksplorasi karakter ZZ the Clumsy, pameran ini juga memperkenalkan seri karya terbaru bertajuk Liminal yang menjadi salah satu sorotan utama.

Seri tersebut lahir dari ketertarikan Mahendra terhadap konsep liminal space, sebuah gagasan mengenai ruang transisi yang terasa familiar namun sekaligus asing. Inspirasi itu muncul dari pengalaman pribadi saat mengamati sudut-sudut ruang dan bangunan yang dianggap memiliki suasana unik.

Menariknya, konsep tersebut terasa selaras dengan lokasi penyelenggaraan pameran yang berada di lingkungan hotel. Ruang-ruang transisi yang kerap ditemukan dalam hotel menjadi inspirasi visual yang kemudian diterjemahkan ke dalam karya-karya cetak pada seri Liminal.

Mahendra mengakui bahwa eksplorasi ruang masih akan terus berkembang dalam praktik artistiknya ke depan. Ia bahkan membuka kemungkinan menghadirkan karya berskala lebih besar hingga instalasi seni yang melibatkan ruang secara lebih imersif.

“Potensi karakter ini masih sangat luas. Saya membayangkan suatu saat bisa berkembang menjadi instalasi besar atau pengalaman ruang yang lebih menyeluruh,” katanya.

Sebagai seniman, Mahendra Nazar dikenal aktif berkarya sejak 2010. Melalui studio kreatifnya, M/NMADE yang didirikan pada 2013, ia mengembangkan praktik seni lintas medium mulai dari ilustrasi, lukisan, mural, merchandise, hingga instalasi.

Karyanya banyak dipengaruhi budaya pop, pengalaman personal, film, objek sehari-hari, serta ruang yang ditemui dalam kehidupan urban Jakarta.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati berbagai karya seperti Mutated, Beazz-T, Hell_B, Stooges, Totem 01, Totem 02, Dawn of Men, Too Soon?, hingga seri Liminal 01–04. Selain karya cetak edisi terbatas, terdapat pula karya berukuran besar seperti White Lies, Hollow, dan Two (Hollow) yang menggunakan media acrylic spray paint pada panel kayu.

Pameran Formidable Sequences menjadi bagian dari komitmen ARTOTEL Thamrin Jakarta dalam mendukung perkembangan seni kontemporer Indonesia melalui kolaborasi dengan para seniman lokal.

Bagi pecinta seni, kolektor, maupun masyarakat umum yang ingin menikmati pengalaman visual berbeda di tengah Jakarta, pameran ini dapat dikunjungi hingga akhir September 2026.

Informasi lebih lanjut mengenai pameran dan program seni lainnya dapat diakses melalui situs resmi ARTOTEL Thamrin Jakarta.

Dengan menghadirkan karakter yang terus berkembang namun tetap mempertahankan identitasnya, Formidable Sequences menunjukkan bahwa kreativitas tidak pernah benar-benar selesai. Di balik setiap pengulangan, selalu ada ruang baru untuk menemukan kejutan dan imajinasi yang berbeda. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles