Di tengah semakin kuatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, berbagai sektor industri berlomba menghadirkan inovasi berkelanjutan. Tak terkecuali industri perhotelan yang kini mulai memanfaatkan bahan-bahan yang selama ini dianggap limbah menjadi produk bernilai guna. Langkah itulah yang dilakukan Nawana by Alana Sentul melalui pengolahan kulit nanas menjadi minuman fermentasi bernama Tepache.
Setiap hari, buah nanas segar menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk berbagai sajian makanan dan minuman di hotel. Namun alih-alih berakhir di tempat pembuangan sampah, kulit nanas yang tersisa kini dimanfaatkan kembali melalui proses fermentasi alami untuk menghasilkan Tepache, minuman tradisional asal Meksiko yang dikenal memiliki cita rasa segar sekaligus mengandung probiotik alami.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Nawana by Alana Sentul dalam menerapkan konsep sustainability, khususnya melalui pengurangan limbah makanan atau food waste. Dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya terbuang, hotel tidak hanya mengurangi jumlah sampah organik, tetapi juga menciptakan produk baru yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai ekonomi.
Hotel Manager Nawana by Alana Sentul, Iresa Aditya, mengatakan bahwa keberlanjutan tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari bagaimana sebuah bisnis menghargai setiap bahan yang digunakan dalam operasional sehari-hari.


“Kami percaya bahwa sustainability tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari bagaimana kami menghargai setiap bahan yang kami gunakan. Melalui inovasi Tepache ini, kulit nanas yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi minuman fermentasi yang sehat, menyegarkan, dan memiliki nilai lebih. Kami berharap langkah sederhana ini dapat menjadi inspirasi bahwa industri perhotelan juga memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan melalui inovasi dan kreativitas,” ujar Iresa.
Tepache sendiri memiliki rasa yang unik, memadukan manis alami buah nanas dengan sentuhan asam hasil fermentasi. Minuman ini juga dikenal mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan keseimbangan mikrobiota usus. Popularitas minuman fermentasi seperti Tepache terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring berkembangnya tren gaya hidup sehat dan konsumsi produk alami.
Lebih dari sekadar menghadirkan menu baru, proyek ini juga menjadi cerminan filosofi Nawana by Alana Sentul yang berupaya menjalankan operasional hotel secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Langkah tersebut sejalan dengan konsep circular economy yang kini banyak diterapkan di berbagai industri global, yakni memaksimalkan pemanfaatan sumber daya agar tidak berakhir menjadi limbah.
Upaya mengurangi food waste sendiri menjadi salah satu tantangan besar dalam industri perhotelan dan kuliner. Banyak hotel mulai mencari cara untuk mengolah kembali bahan makanan yang masih memiliki nilai guna, baik menjadi kompos, produk daur ulang, maupun produk konsumsi baru seperti yang dilakukan Nawana by Alana Sentul melalui Tepache.
Hotel yang berlokasi di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor ini berharap para tamu juga dapat ikut menjadi bagian dari gerakan keberlanjutan tersebut. Dengan menikmati produk-produk yang dihasilkan dari proses ramah lingkungan, para tamu secara tidak langsung turut mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.
Ke depan, Nawana by Alana Sentul berencana terus mengembangkan berbagai program sustainability lainnya yang berfokus pada pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, dan pemanfaatan bahan-bahan alami. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang hotel dalam menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sebagai hotel bintang empat yang mengusung konsep modern sanctuary di kawasan Sentul, Nawana by Alana Sentul terus menggabungkan unsur hospitality, gaya hidup, dan keberlanjutan dalam setiap inovasinya. Kehadiran Tepache menjadi bukti bahwa sebuah perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana, termasuk dari selembar kulit nanas yang sebelumnya dianggap tidak lagi bernilai. XPOSEINDONESIA/IHSAN


