Pagi itu, deru mesin Borgo Panigale menggelegar membelah udara Nusa Dua. Satu per satu, 110 motor Ducati bergerak meninggalkan kawasan ITDC memerahkan jalanan Pulau Dewata dalam iring-iringan yang bukan sekadar konvoi biasa, melainkan perayaan satu abad perjalanan sebuah legenda otomotif Italia.
Ducati Indonesia resmi menggelar We Ride As One 2026 di Bali pada 9 Mei 2026, mengusung tema “Holiday” yang menjadikan gelaran tahun ini terasa berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya soal berkendara bersama ini adalah perpaduan antara liburan, persaudaraan, dan momentum bersejarah yang hanya datang sekali seumur hidup: perayaan Centenario Ducati, 100 tahun perjalanan merek yang mengubah cara dunia memandang sepeda motor Italia.
Perjalanan dimulai sejak 8 Mei 2026, ketika para Ducatisti dari seluruh penjuru Indonesia mulai berdatangan ke Bali via jalur udara, laut, dan darat. Mereka yang mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai langsung disambut oleh concierge Ducati Indonesia dan diarahkan ke shuttle menuju Hotel Renaissance Nusa Dua di kawasan ITDC sebuah sambutan yang menegaskan bahwa We Ride As One bukan sekadar event riding, melainkan pengalaman menyeluruh yang dipikirkan dengan cermat dari awal hingga akhir.
Keesokan harinya, setelah sarapan bersama, acara resmi dibuka oleh Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia, dilanjutkan dengan briefing pagi yang dipandu Dito Mulyawadi, Aftersales Director Ducati Indonesia. Sesi ini adalah pembekalan serius tentang rute, protokol keselamatan, dan tanggung jawab setiap pengendara terhadap sesama pengguna jalan yang akan berpapasan dengan iring-iringan 110 Ducati.
Yang membuat We Ride As One 2026 semakin istimewa adalah kehadiran tamu spesial yang datang langsung dari Italia: Paolo Ciabatti, General Manager Ducati Corse Off-Road dan sosok kunci di balik perjalanan sukses Francesco Bagnaia bersama Ducati Lenovo Team meraih gelar Juara Dunia. Paolo tidak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan ia ikut dalam prosesi flag-off, bergabung dalam formasi angka “100” yang dibentuk 110 motor Ducati di Peninsula Island, dan dengan antusias membuat konten media sosial untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke-100 Ducati.
“Konsep We Ride As One yang dihadirkan Ducati Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Paolo Ciabatti sebuah pujian yang tidak datang sembarangan dari seseorang yang sudah melihat berbagai gelaran Ducati di seluruh penjuru dunia.
Rute rolling thunder dimulai dari kawasan ITDC, melintasi Tol Bali Mandara yang menyuguhkan panorama laut Bali yang memukau, kemudian kembali menuju Nusa Dua dan berakhir di Peninsula Island. Kesembilan lini produk Ducati hadir serentak di jalanan Pulau Seribu Pura: Superbike, Multistrada, DesertX, Hypermotard, Streetfighter, Diavel, Monster, Sport Classic, dan Scrambler sebuah parade yang menggambarkan luasnya ekosistem Ducati yang terus berkembang.
Di Peninsula Island, seluruh motor berkumpul membentuk formasi angka “100” simbol satu abad perjalanan Ducati yang telah mewarnai sejarah di jalan raya, lintasan sirkuit, hingga kini di jalur off-road. Momen ini sekaligus menjadi konten yang akan disebarluaskan melalui kanal Ducati Indonesia, Ducati Asia Pacific, dan jaringan global Ducati Motor Holding membawa nama Bali ke layar jutaan penggemar Ducati di seluruh dunia.
Rangkaian hari pertama ditutup dengan santap malam barbeque bersama yang meriah, diiringi penampilan DJ Ade Habibie produser musik elektronik peraih Best Electronic Producer (2007) dan Best Live Performance (2010) di Paranoia Awards. Suasana hangat dan penuh keakraban antar Ducatisti dari berbagai komunitas dan daerah menjadi penutup sempurna sehari yang padat.
We Ride As One 2026 adalah penyelenggaraan keempat di Indonesia, setelah sebelumnya sukses di Bundaran HI Jakarta, Candi Prambanan Yogyakarta, dan Mandalika Lombok. Tahun ini, skala diselenggarakan lebih terbatas 100 peserta pertama yang merupakan pelanggan LMI dengan pembelian unit Ducati mendapatkan fasilitas akomodasi dan layanan towing gratis, sementara peserta lainnya bisa bergabung melalui skema registrasi berbayar.
Pemilihan Bali bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai narasi negatif yang sempat mengemuka tentang Bali mulai dari persoalan infrastruktur hingga banjir awal 2026, Ducati Indonesia secara sadar menjadikan event ini sebagai pernyataan positif kepada dunia.
“Selain menjadi ajang kebersamaan para Ducatisti, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan citra pariwisata Bali di mata internasional. Harapannya, kegiatan ini mampu menepis berbagai narasi negatif yang sempat mencuat,” ujar Jimmy Budhijanto.
Setiap konten yang dipublikasikan dari gelaran ini,dari footage rolling thunder di Tol Bali Mandara hingga formasi “100” di Peninsula Island akan menjadi amunisi promosi pariwisata Bali yang menjangkau audiens global secara organik melalui jaringan komunitas Ducati di seluruh dunia.
We Ride As One 2026 membuktikan bahwa sebuah event otomotif bisa menjadi lebih dari sekadar pesta mesin melainkan bisa menjadi pernyataan cinta terhadap sebuah pulau, sebuah merek, dan ikatan persaudaraan yang melampaui batas geografis. Dan tahun ini, Bali menjadi panggungnya. XPOSEINDONESIA/IHSAN




