Menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H, desainer modest fashion Nina Nugroho mencatatkan respons pasar yang impresif melalui peluncuran Koleksi Raya 2026. Mengusung tema besar “Kembali”, koleksi yang resmi dirilis sejak 25 Januari 2026 ini bahkan telah terjual habis pada pekan pertama Ramadan, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap busana Lebaran yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada busana perempuan, tahun ini Nina menghadirkan konsep sarimbit atau couple yang dapat dikenakan bersama pasangan hingga seluruh keluarga. Total terdapat 14 koleksi yang diluncurkan, terdiri dari tujuh desain untuk perempuan dan tujuh desain untuk laki-laki. Konsep ini lahir dari kebutuhan pelanggan yang menginginkan keserasian tampilan saat merayakan momen kebersamaan di Hari Raya.
Tema “Kembali” sendiri memiliki makna yang lebih luas dari sekadar tren fashion. Nina menjelaskan bahwa koleksi ini mengajak masyarakat kembali pada esensi Lebaran sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, kembali peduli pada pelaku usaha kecil, serta kembali pada nilai kehangatan dan rasa syukur. Nilai tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan pengrajin tenun bulu Garut, salah satu produk UMKM lokal yang menjadi material utama seluruh koleksi.
Tenun bulu Garut dipilih karena memiliki karakter unik dengan tekstur lembut menyerupai sutra, berbeda dari tenun pada umumnya yang cenderung kaku. Proses pembuatannya pun tidak singkat, membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk satu lembar kain. Kondisi ini menuntut perencanaan produksi yang matang agar tetap selaras dengan momentum Lebaran. Seiring tingginya permintaan pasar, tim Nina Nugroho kini memperpanjang kerja sama dengan para pengrajin untuk menambah kapasitas produksi dalam waktu sekitar dua minggu.






Secara visual, Koleksi Raya 2026 mengusung karakter warna back to basic yang menjadi identitas desain Nina, seperti navy, cokelat, maroon, dan sentuhan gold lembut. Untuk lini pria, desain dibuat selaras dengan koleksi perempuan sehingga menciptakan harmoni dalam konsep sarimbit keluarga.
Selain koleksi Lebaran, Nina juga memperkenalkan lini khusus Ramadan bertajuk Abaya Profesional. Koleksi ini dirancang dengan siluet sederhana dan elegan, serta pilihan warna lembut seperti cokelat muda, mauve, pink soft, dan abu-abu. Desainnya dibuat fleksibel untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja di kantor, menghadiri acara buka puasa, hingga kegiatan sosial dan keluarga.
Menurut Nina, filosofi di balik koleksi ini adalah menghadirkan kelembutan sebagai kunci dalam membangun hubungan dan silaturahmi. Busana diharapkan mampu memancarkan kesan profesional sekaligus hangat, mencerminkan karakter perempuan modern yang memiliki banyak peran namun tetap menjaga sisi empati.
Pemilihan tenun bulu Garut juga mencerminkan filosofi personal Nina mengenai keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan. Di tengah dinamika peran perempuan sebagai profesional, pemimpin, maupun penggerak komunitas, busana diharapkan menjadi representasi karakter yang tegas namun tetap humanis.
Kehadiran koleksi sarimbit sebenarnya telah lama dinantikan pelanggan. Tantangan terbesar selama ini adalah menemukan material yang nyaman digunakan baik oleh pria maupun wanita. Tenun bulu Garut dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus membuka ruang apresiasi yang lebih luas bagi para perajin lokal.
Melalui Koleksi Raya 2026, Nina Nugroho berharap fashion tidak hanya menjadi tren musiman, tetapi juga media komunikasi nilai dan identitas perempuan Indonesia. Di saat yang sama, kolaborasi dengan UMKM diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri fashion nasional agar lebih berkelanjutan dan berdaya saing di tengah perkembangan pasar modest fashion yang terus bertumbuh. XPOSEINDONESIA/IHSAN

