Sabtu, Januari 31, 2026

Menteri Ekraf Sambangi Yogyakarta, Dorong Musik Lokal dan Animasi Jadi Motor Ekonomi Kreatif Nasional

Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif nasional. Di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kota Pelajar dengan bertemu musisi lokal Ndarboy Genk sekaligus meninjau Studio Animasi MSV Pictures di Universitas AMIKOM Yogyakarta, Minggu (4/1/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemantauan langsung geliat ekonomi kreatif di berbagai daerah yang sebelumnya dilakukan di Jakarta, Tangerang, Bandung, Solo, hingga Yogyakarta. Menurut Teuku Riefky, Yogyakarta memiliki paket ekonomi kreatif yang lengkap dan berakar kuat pada budaya, mulai dari musik, film, animasi, kuliner, hingga tradisi lokal yang hidup berdampingan dengan pendidikan dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa subsektor kreatif di Yogyakarta bukan sekadar potensi daerah, melainkan aset strategis bangsa. Kementerian Ekraf, kata dia, siap mendorong proses hilirisasi dan komersialisasi karya para pegiat kreatif agar mampu bersaing secara nasional maupun global. Dukungan tersebut mencakup penguatan storytelling, peningkatan kualitas produksi, hingga skema monetisasi yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan dengan Ndarboy Genk, Menteri Ekraf menyoroti peran subsektor musik sebagai pintu masuk diplomasi budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Ndarboy, yang sebelumnya terlibat dalam Program Akselerasi Kreatif Musik Kementerian Ekraf, dinilai berhasil menunjukkan bagaimana musisi lokal dapat menembus kolaborasi internasional dan memberdayakan komunitas.

Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ke Yogyakarta
Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ke Yogyakarta

Ndarboy sendiri menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah terhadap musisi daerah. Ia menilai keterlibatan Kementerian Ekraf membuka ruang kolaborasi lintas negara sekaligus memberi kesempatan bagi talenta lokal, termasuk komunitas disabilitas, untuk terlibat aktif dalam industri kreatif yang inklusif dan produktif.

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan ke Studio Animasi MSV Pictures di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Di hadapan sivitas akademika, Teuku Riefky menekankan pentingnya subsektor film, animasi, dan video sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyebut awal tahun sebagai momentum strategis untuk menyiapkan kebijakan insentif yang dapat menarik investasi ke subsektor animasi, gim, dan aplikasi pada 2026.

Menurutnya, kampus memiliki peran krusial dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional. Penguatan kolaborasi hexahelix—yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas, media, dan investor—dinilai menjadi kunci agar talenta kreatif siap menghadapi persaingan global.

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Muhammad Suyanto menegaskan bahwa pendekatan pendidikan berbasis ekonomi kreatif telah lama menjadi DNA kampus tersebut. AMIKOM, kata dia, tidak hanya mencetak lulusan profesional, tetapi juga wirausaha kreatif dan pelaku industri yang mampu menghasilkan karya berdampak global, khususnya di subsektor film dan animasi.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Kementerian Ekraf untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang bertumpu pada kekuatan daerah. XPOSEINDONESIA/IHSAN

Must Read

Related Articles