Jejak Candra Darusman yang Tak Kan Hilang Ditelan Zaman

- Advertisement -

Lagu baru yang diciptakan Candra sekitar dua  tahun lalu,  tersebut disuarakan Bilal dengan sempurna.  Terdengar jelas ada ciri kuat progresi chord karya Candra di situ.

Humania kemudian masuk ke panggung dengan  lagu “Waktu Kian Berarti dan “Kisah  Kehidupan.” Di susul dengan  Rendy Pandugo melantunkan  “Balada Seorang Dara”. Rendy kemudian berkolaborasi denga Vira Talisa  untuk lagu superhits dari lagu solo Candra  berjudul “Indahnya Sepi.”

Unik, Antik dan Mengelitik

- Advertisement -

Giliran Yovie Nuno naik panggung, mendadak ada yang memancing senyum penonton.  Karena Yovie Nuno melantunkan lagu  sentimental karya Candra,  yang menggunakan judul nama Wanita, yakni Rosemarie, Karmen, dan Minnie. Dan moment ini jadi memancing tawa penonton ketika di layar besar di  atas panggung  muncul tulisan. Pertanyaannya: apakah nama-nama itu fiktif? Hanya Candra dan Tuhan yang tahu.

Jejak kenangan tentang lagu lama Candra sejatinya tercium kuat dari penampilan Ardhito Pramono lewat lagu  “Tempatku Berpijak” dan “Dara”.  Ardhito pintar membawakan karya Candra tanpa melenceng dari warna aslinya, namun tetap masih terdengar suara Ardhito yang khas.  Jejak Candra Darusman seperti judul konser ini, nyata  kuat terlihat dari penampilan Ardhito yang sangat jazzy.

Selanjutnya, panggung diisi oleh The Groove yang melantunkan “Nada-nada Gembira” dan “”Rio De Janeiro”,  Yura Yunita  bernyanyi  lepas tanpa beban pada lagu “Burung Camar (karya Aryono Huboyo Jati)  “Pesta”, dan Rintangan (duet dengan Bilal Indrajaya).

- Advertisement -

HIVI! muncul ke panggung dengan menyuarakan “Matahari di Hati” dan “Semangat Jiwa Muda”.

Sebagai pemilik  pentas utama, Candra naik panggung memainkan piano dan bernyanyi pada lagu “Sendiri” (sebuah lagu yang tidak pernah dipentaskan, seperti hidden gem, kata Candra), kemudian  “Geneva”, “Kau“,  “It’s Amazing” dan mengunci  pertunjukan dengan lagu superhist “Kekagumanku” yang dilantunkan bersama dengan seluruh penyanyi.

Konser ini, seperti kata Yovie Widianto di awal pertunjukan,  “merupakan panggung Terima Kasih perdana dari rangkaian panggung apresiasi dari kami, insan musik Indonesia kepada musisi, pencipta lagu, tokoh musik Indonesia yang bertujuan mengedukasi masyarakat dan generasi musik Indonesia yang akan datang tentang sejarah musik Indonesia melalui tokoh-tokoh dan karya mereka!”

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -