25.2 C
Jakarta
Tuesday, July 27, 2021

Indra Utami Tamsir : Bertempur Sendirian untuk Keroncong Langgam Jawa

Memasuki  industri rekaman musik keroncong langgam Jawa yang non profit, seperti menguak belantara hutan, tanpa teman.  Dan wajib berjuang sendirian.  

Itulah  yang dirasakan Indra Utami Tamsir atau biasa dipanggil Mbak IUT. Ia adalah penyanyi kerongcong langgam Jawa sekaligus penerima predikat  ‘Penyanyi Keroncong Terbaik’ AMI Award  2013, lewat album ‘Nggayuh Katresnan’

“Sejak 15 tahun lalu, saya memasuki industri rekaman keroncong secara indie, yang semuanya saya biaya sendiri!” ucap  IUT dalam wawancara Instagram Live via akun @bensleo52

“Beruntung, saya memiliki beberapa bisnis  yang  bisa diupayakan untuk menyokong  pembiayaan rekaman saya,” kata  perempuan  ayu  yang sudah merilis  empat album : “Pengantin Agung” (2012), “Nggayuh Katresnan” (2013), “Wanita” (2016) dan “Mustika Indonesia” (2018)

- Advertisement -

IUT  yang berbintang Cancer ini mengaku semua itu dilakukannya, karena ia merasa bahagia  saat menyanyi keroncong.  “Mungkin karena keroncong sudah menjadi bagian dari nafas  saya.  Maka, tidak ada kata sulit  untuk mengerjakannya!’

Selain membiayai produksi album, IUT juga mendirikan Dewanggo Nuswantoro,  band pengiring untuk ia bernyanyi.

“Awalnya, saya perlu band untuk pengiring latihan. Belakangan, mereka juga menemani saya show  dan  tour ke   9 daerah  beberapa waktu lalu,” kata Ibu dari Tara (26) , Galuh (21) dan Intan (16) yang juga  tertarik dengan musik ini.

Tartantang  Meregenerasi Keroncong

Di Industri musik keroncong, apalagi khusus langam Jawa,  memang sedikit sekali nama penyanyi wanita yang meraih popularitas nasional.  

Satu di antaranya Waljinah, yang mendapat julukan Ratu Keroncong dan  mempopulerkan “Walang Kekek” .  IUT sendiri ada beberapa generasi di bawah Waljinah yang berkarir sejak  tahun 1958. IUT bisa disebut sebagai The Next Waljinah

Menurut IUT, penyanyi keroncong yang  mengambil specialisasi langgam Jawa memang terasa lambat berkembang.

“Padahal,  saat show ke daerah, saya melihat banyak bibit bagus. Namun mereka tidak punya kesempatan untuk berkembang  apalagi sampai merilis album,” ujar IUT.

Dalam rangka mencari penyanyi regenarsi baru keroncong, IUT menggelar kompetisi nyanyi  keroncong, khusus Wanita dan berkebaya.

“Sengaja saya cari  penyanyi Wanita dan wajib berkebaya. Karena itu sangat identik dengan music keroncong!” kata IUT yang akan mengulang membuat kegiatan tersebut dalam waktu dekat.

Pada Juli 2021, IUT akan merilis album kelima. Khusus di penggarapan album ini, IUT untuk pertama kalinya turun menulis  lirik  untuk 7  lagu ,  di antara 9 lagu yang dinyanyikan dan direkamnya.

 “Notasi dan aransemennya ditulis Budi L Tandang, antara lain ‘Kayungyun’, ‘Kembang Impen’, ‘Cincin Emas’ dan ‘Ngelayun Esemu’,” ujar IUT  yang memiliki penggemar di Suriname, Belanda dan Jepang itu.

Lebih lanjut  IUT menjanjikan album ini, “Akan berisi penuh cinta, tidak ada kesedihan, tidak ada kehilangan apalagi patah hati,” ujar IUT.  “Saya ingin memperdengarkan kepada generasi milenial, ini adalah  album keroncong yang penuh kasih sayang dan menebar kedamaian.”  XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan, Dudut Suhendra Putra

Latest news

Related news