25.3 C
Jakarta
Monday, June 21, 2021

Fortone Melejit Karena Gila

Kenapa di tengah pandemic Covid 19, merilis single rock?  Bukankah industry rekaman music rock lagi adem ayem?

Pertanyaan ini diajukan untuk band Fortone, saat mereka tampil dalam acara Cakap Cakap via IG @bensleo52, Senin 31/5 /2021, pukul 14.00 WIB.

Gunawan sang gitaris langsung menjawab dengan cekatan: “Justru di tengah situasi begini, kami harus  tetap hadir, untuk membuktikan musik rock tetap bisa hidup terus. Kalau kami diam aja, music rocknya  jadi tidak jalan, dong!”

Vokalis Baru : Peternak Lele

Fortone – adalah band musik keras yang dibangun sejak 17 Oktober 2008.  Sempat vakum hingga tahun 2011 karena wafatnya sang vokalis. Gunawan bersama drummer Abdi Valentino berinisiatif untuk terus membangun Fortone.

Mereka merekrut vokalis baru, Adio Tempa Raja – teman mengajar Abdi di sekolah musik, dan Adio merekrut Qiwo sebagai bassist untuk rekaman single ‘Gila’.

“Saya pikir awalnya bercanda ditawari masuk grup ini,  soalnya saya sudah meninggalkan musik dan lagi asyik berbisnis ikan lele,” kata Adio yang disambut tawa  rekan-rekannya.

“Ini serius, saya memang berternak Lele, karena situasi Pandemi kan tidak menentu. Saya sebelumya lebih banyak nyanyi di kafe,” ujar Adio

Adio mengaku menerima tawaran Fortone untuk bergabung “Karena disodori demo lagu “Gila” yang isi lagunya tentang marah marah,” ungkap Adio.

Maka,  di awal  Januari 2021, Fortone aktif latihan dan masuk studio rekaman, juga sekaligus merilis video klip single ‘Gila’.  

Vidoe musik “Gila” yang sudah menayang di Youtube  sejak sebulan lalu itu, memperlihatkan  formasi band sedang bermain musik, juga mempertontonkan Adio  bertelanjang dan nongkrong di closet.

Lagu ‘Gila’  terdengar menjadi pijakan genre musik baru pilihan Fortone. Memadu musik rock alternatif, metal, hard rock dengan speed dan distorsi gitar lebih kencang, mereka sebut Modern Rock.

Ini agaknya, sesuai dengan referensi musik Fortone yang  terbiasa mendengar karya  dari band-band keras Amerika dan Inggris seperti Rage Against the Machine, Metallica, Audioslave, Led Zepp sampai grup keren Muse.

Sejatinya, ‘Gila’ ditulis Gunawan di tahun 2005.  “Terinspirasi dari koruptor tangkapan KPK yang meski sudah dicokok, masih bisa tertawa-tawa, dan berdadah-ria  kepada wartawan yang meliput. Mereka sudah seperti orang gila,” kata Gun, yang diawal tahun 2000, sempat jadi gitaris  dari kelompok band Langit.

Tema lirik  ‘Gila’  menjadi patokan penulisan lirik sketsa sosial Fortone yang terdengar tajam juga pintar membaca situasi hangat yang bergejolak di masyarakat.

Single Kedua : Ada Bassist Jazz

Single “Gila” sudah ada di semua platform digital seperti Spotify, Joox, Deezer, Langit Musik dan lain-lain. Dan Fortone serius menggarap  single kedua “Wong Alus”.

Pada saat menggarap ‘Wong Halus’, Franky Sadikin seorang pemain bass jazz laris dan terkenal diajak bergabung.

Maka, formasi gres Fortone  adalah : Gunawan (gitaris, songwriter), Adio (lead vocal, songwriter), Abdi (drummer ), Qiwo (gitar dan  bassist pada lagu ‘Gila’), dan Franky (bassist).

Franky sebagai formasi baru mengaku, “Sebetulnya saya banyak bermain di musik jazz dan membuat rekaman album jazz bersama band. Saya juga sudah merilis album solo bass. Ketika diajak bergabung di Fortone,  saya merasa cita cita saya main di musik rock tercapai,” ungkap Franky

‘Wong Halus’  ditulis  Gun bersama Adio dan saat ini sedang dalam proses mixing.

Langkah Fortone selanjutnya, menurut Adio adalah berjuang merampungkan mini album.  

“Kita sebetulnya sudah punya beberapa lagu. Tinggal masuk rekaman. Saya yakin dalam satu hari bisa kelar,” ungkap Adio.

Gunawan menyetujui  pendapat itu. “Bagus juga kalau kita bisa ngejar  waktu untuk bisa mendaftarkan album ini ke  penghargaan AMI Award 2021!” XPOSEINDONESIA/NS – Foto Dudut Suhendra Putra

Adio Tempa Raja, Sang Vokalis Yang berbisnis Ikan lele
Fortune dalam Cakap Cakap IG Live dalam akun @bensleo52
Fortone Memadu musik rock alternatif, metal, hard rock dengan speed dan distorsi gitar lebih kencang
Ki-ka Gunawan, Abbdi Valentino, Adio Tempa Radja , Franky Sadikin
Angle fotogenik dari pose Fortone yang diambil oleh Fotografer Dudut Suhendra Putra
Tekad Fortone selanjutnya : Merampungkan Album!

Latest news

Related news