
Kenapa di tengah pandemic Covid 19, merilis single rock? Bukankah industry rekaman music rock lagi adem ayem?
Pertanyaan ini diajukan untuk band Fortone, saat mereka tampil dalam acara Cakap Cakap via IG @bensleo52, Senin 31/5 /2021, pukul 14.00 WIB.
Gunawan sang gitaris langsung menjawab dengan cekatan: “Justru di tengah situasi begini, kami harus tetap hadir, untuk membuktikan musik rock tetap bisa hidup terus. Kalau kami diam aja, music rocknya jadi tidak jalan, dong!”
Vokalis Baru : Peternak Lele
Fortone – adalah band musik keras yang dibangun sejak 17 Oktober 2008. Sempat vakum hingga tahun 2011 karena wafatnya sang vokalis. Gunawan bersama drummer Abdi Valentino berinisiatif untuk terus membangun Fortone.
Mereka merekrut vokalis baru, Adio Tempa Raja – teman mengajar Abdi di sekolah musik, dan Adio merekrut Qiwo sebagai bassist untuk rekaman single ‘Gila’.
“Saya pikir awalnya bercanda ditawari masuk grup ini, soalnya saya sudah meninggalkan musik dan lagi asyik berbisnis ikan lele,” kata Adio yang disambut tawa rekan-rekannya.
“Ini serius, saya memang berternak Lele, karena situasi Pandemi kan tidak menentu. Saya sebelumya lebih banyak nyanyi di kafe,” ujar Adio
Adio mengaku menerima tawaran Fortone untuk bergabung “Karena disodori demo lagu “Gila” yang isi lagunya tentang marah marah,” ungkap Adio.
Maka, di awal Januari 2021, Fortone aktif latihan dan masuk studio rekaman, juga sekaligus merilis video klip single ‘Gila’.
Vidoe musik “Gila” yang sudah menayang di Youtube sejak sebulan lalu itu, memperlihatkan formasi band sedang bermain musik, juga mempertontonkan Adio bertelanjang dan nongkrong di closet.
Lagu ‘Gila’ terdengar menjadi pijakan genre musik baru pilihan Fortone. Memadu musik rock alternatif, metal, hard rock dengan speed dan distorsi gitar lebih kencang, mereka sebut Modern Rock.
Ini agaknya, sesuai dengan referensi musik Fortone yang terbiasa mendengar karya dari band-band keras Amerika dan Inggris seperti Rage Against the Machine, Metallica, Audioslave, Led Zepp sampai grup keren Muse.
Sejatinya, ‘Gila’ ditulis Gunawan di tahun 2005. “Terinspirasi dari koruptor tangkapan KPK yang meski sudah dicokok, masih bisa tertawa-tawa, dan berdadah-ria kepada wartawan yang meliput. Mereka sudah seperti orang gila,” kata Gun, yang diawal tahun 2000, sempat jadi gitaris dari kelompok band Langit.
Tema lirik ‘Gila’ menjadi patokan penulisan lirik sketsa sosial Fortone yang terdengar tajam juga pintar membaca situasi hangat yang bergejolak di masyarakat.
Single Kedua : Ada Bassist Jazz
Single “Gila” sudah ada di semua platform digital seperti Spotify, Joox, Deezer, Langit Musik dan lain-lain. Dan Fortone serius menggarap single kedua “Wong Alus”.
Pada saat menggarap ‘Wong Halus’, Franky Sadikin seorang pemain bass jazz laris dan terkenal diajak bergabung.
Maka, formasi gres Fortone adalah : Gunawan (gitaris, songwriter), Adio (lead vocal, songwriter), Abdi (drummer ), Qiwo (gitar dan bassist pada lagu ‘Gila’), dan Franky (bassist).
Franky sebagai formasi baru mengaku, “Sebetulnya saya banyak bermain di musik jazz dan membuat rekaman album jazz bersama band. Saya juga sudah merilis album solo bass. Ketika diajak bergabung di Fortone, saya merasa cita cita saya main di musik rock tercapai,” ungkap Franky
‘Wong Halus’ ditulis Gun bersama Adio dan saat ini sedang dalam proses mixing.
Langkah Fortone selanjutnya, menurut Adio adalah berjuang merampungkan mini album.
“Kita sebetulnya sudah punya beberapa lagu. Tinggal masuk rekaman. Saya yakin dalam satu hari bisa kelar,” ungkap Adio.
Gunawan menyetujui pendapat itu. “Bagus juga kalau kita bisa ngejar waktu untuk bisa mendaftarkan album ini ke penghargaan AMI Award 2021!” XPOSEINDONESIA/NS – Foto Dudut Suhendra Putra