Nama Reza Oktovian alias Reza Arap sudah lama dikenal sebagai kreator konten, streamer, hingga musisi. Kini, ia mengambil langkah baru yang cukup berani: menjadi sutradara film layar lebar. Debut tersebut diwujudkannya lewat Harusnya Horror, film horor-komedi yang akan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026.
Menjelang penayangannya, Reza bersama rumah produksi Ess Jay Pictures merilis final poster Harusnya Horror dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/7). Poster terbaru ini langsung menarik perhatian karena menampilkan seluruh karakter utama secara utuh, berbeda dengan poster sebelumnya yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Menariknya, Reza mengaku keputusan mengganti poster juga dipengaruhi antusiasme para penggemar. Sejak teaser pertama dirilis, banyak warganet membuat versi poster mereka sendiri hingga ramai dibagikan di media sosial.
“Buat kami itu menyenangkan. Respons teman-teman luar biasa dan semua masukan itu jadi penyemangat supaya kami terus memberikan yang terbaik sampai film ini tayang,” ujar Reza.
Meski judulnya Harusnya Horror, Reza menegaskan film ini tidak hanya mengandalkan adegan menyeramkan.
Menurutnya, penonton akan diajak menikmati cerita yang memadukan horor, komedi, misteri, sekaligus persahabatan dengan gaya yang terasa dekat dengan kehidupan anak muda.
Film ini bercerita tentang sekelompok kreator konten yang sedang terdesak masalah keuangan. Di tengah kondisi tersebut, mereka justru harus bekerja sama dengan sosok hantu wibu yang unik—bukannya menakutkan, hantu ini malah minder dan takut kepada manusia.
Premis yang tidak biasa itu menjadi pintu masuk berbagai kejadian absurd yang dipenuhi humor, tetapi tetap menyimpan misteri yang perlahan terungkap hingga akhir cerita.
Deretan pemainnya pun didominasi wajah-wajah yang akrab di dunia digital dan hiburan, mulai dari Reza Arap, mendiang Lula Lahfah, AAAClan, Marapthon, Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, hingga penampilan spesial Yoshua Marcellos.
Bagi Reza, kehadiran mendiang Lula Lahfah menjadi salah satu bagian paling berharga selama proses produksi. Saat ditanya mengenai kenangan terbaik bersama Lula, Reza memilih mengenang seluruh proses syuting. “Setiap detiknya indah. Kami benar-benar menghargai setiap waktu yang kami habiskan selama syuting. Jadi memori terindah buat saya ya keseluruhan proses itu,” katanya.
Selain cerita dan jajaran pemain, Harusnya Horror juga diperkuat oleh dua lagu dengan nuansa berbeda. “Kicau Mania” yang dibawakan Ndarboy Genk memberi warna komedi yang ringan, sementara “Untuk yang BersamaNya” yang dinyanyikan Mahalini memperkuat sisi emosional film.
Reza juga mengungkapkan bahwa banyak detail kecil sengaja disembunyikan di sepanjang film. Ia ingin penonton ikut merangkai potongan-potongan cerita hingga akhirnya menemukan kejutan yang tidak mudah ditebak di bagian akhir.
Di balik layar, produser Jimmy Lalwani mengatakan ide membuat Harusnya Horror lahir dari chemistry para anggota AAAClan dan Marapthon yang selama ini dikenal kompak dalam berbagai konten digital.
“Dari situ kami melihat mereka punya dinamika yang menarik kalau dibawa ke layar lebar. Akhirnya berkembang menjadi film yang memadukan horor, komedi, dan persahabatan,” ujarnya.
Salah satu cerita yang paling banyak dibahas saat konferensi pers datang dari Teguh Prakoso atau Tepe. Ia mengungkapkan harus menjalani adegan yang disebut sebagai salah satu scene paling mahal selama proses produksi.
Menurut Tepe, adegan tersebut membutuhkan pengambilan gambar sejak pagi hingga malam hanya untuk satu sequence. “Itu salah satu scene yang dari pagi sampai malam cuma buat satu adegan. Memang berat banget,” ujarnya.
Bahkan, kondisi fisiknya sempat menurun karena adegan tersebut menguras tenaga. “Sampai gemetar. Hampir kumat epilepsi karena memang cukup berat. Waktu itu Arap juga sempat panik,” ungkapnya.
Reza tak ragu memberikan pujian atas totalitas Tepe. “Core cerita itu ada di Tepe. Aktingnya benar-benar bagus dan menurut saya dia punya potensi besar di dunia film,” kata Reza.
Selain membahas film, Reza juga mengapresiasi komunitas clipper yang selama ini aktif menyebarkan potongan-potongan konten AAAClan di berbagai platform media sosial.
Menurutnya, dukungan organik dari para penggemar menjadi salah satu alasan mengapa antusiasme terhadap Harusnya Horror terus meningkat sejak masa promosi.
Dengan konsep cerita yang tidak biasa, perpaduan horor dan komedi yang segar, serta menjadi langkah pertama Reza Arap sebagai sutradara, Harusnya Horror menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti pada Agustus 2026.
Film produksi Ess Jay Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026, menawarkan pengalaman menonton yang menggabungkan tawa, ketegangan, misteri, dan sentuhan emosional dalam satu cerita. XPOSEINDONESIA/IHSAN





