IFRA Business Expo 2026 Hadirkan 250 Brand, Buka Ratusan Peluang Bisnis bagi Calon Entrepreneur

Menjadi pengusaha tidak selalu harus dimulai dari membangun bisnis dari nol. Bagi masyarakat yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan tetapi masih membutuhkan model bisnis, sistem, serta pendampingan yang lebih siap, peluang kemitraan dan waralaba menjadi salah satu pilihan yang semakin menarik.

Semangat tersebut terlihat dalam gelaran IFRA Business Expo 2026 yang berlangsung di Hall 7 ICE BSD City, Tangerang. Pameran ini mempertemukan masyarakat dengan sekitar 250 brand dari berbagai sektor yang menawarkan peluang franchise maupun kemitraan usaha.

Sejumlah brand yang hadir antara lain Alfamart, Alfamidi, Guardian, Apotek K-24, Sour Sally, dan berbagai usaha lainnya. Kehadiran ratusan brand tersebut memberikan kesempatan bagi calon entrepreneur untuk membandingkan model bisnis sekaligus mencari peluang yang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Lebih dari sekadar pameran bisnis, IFRA Business Expo 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kewirausahaan. Model franchise dan kemitraan dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang telah dikembangkan sebelumnya.

Mendorong Rasio Kewirausahaan Indonesia

Dorongan untuk memperluas jumlah entrepreneur di Indonesia menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam penyelenggaraan IFRA Business Expo 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menilai Indonesia masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan rasio kewirausahaan.

Menurut Iqbal, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka 3,29 persen, tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara. Malaysia dan Thailand berada di kisaran 4,8 hingga 5 persen, sementara Singapura telah mencapai sekitar 8 hingga 12 persen.

“Malaysia sudah berada di angka 4,8 persen, Thailand di kisaran 4,8-5 persen, bahkan Singapura sudah mencapai 8 hingga 12 persen. Sementara rasio kewirausahaan kita baru di angka 3,29 persen. Target kami adalah mencapai 10 persen pada 2045, dan salah satu upayanya adalah lewat pameran-pameran seperti IFRA yang konsisten mendorong minat berwirausaha,” ujar Iqbal.

Upaya meningkatkan rasio kewirausahaan tersebut tidak hanya membutuhkan lahirnya pelaku usaha baru, tetapi juga penguatan terhadap bisnis yang sudah berjalan. Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, melihat masih banyak usaha lokal yang sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang menjadi bisnis waralaba.

“Banyak usaha di daerah yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun dan sudah punya kepercayaan dari masyarakat sekitarnya. Usaha-usaha seperti inilah yang sebenarnya punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi bisnis waralaba, asal dikelola dengan standar dan sistem yang jelas,” kata Anang.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem franchise tidak hanya membuka peluang bagi calon pengusaha sebagai mitra, tetapi juga dapat menjadi jalur bagi bisnis lokal untuk memperluas skala usahanya.

Dari Womanpreneur hingga Pengusaha Muda

IFRA Business Expo 2026 juga mengemas sejumlah agenda edukatif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Salah satunya adalah Business Talkshow bersama Womanpreneur Community bertajuk “Dari Potensi Lokal Menjadi Dampak Global: Kisah Womanpreneur dan SDGs”.

Sesi tersebut menghadirkan Shelly, Founder & CEO PT Salaku Cara Enak Makan Salak sekaligus Ketua WPC (Womanpreneur Community) Chapter Bekasi. Ia membagikan pengalaman membangun bisnis sejak 2016 dengan mengembangkan salak menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.

Perjalanan tersebut tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi bisnis berkelanjutan. Pemberdayaan petani lokal, penerapan prinsip zero waste, diversifikasi produk, serta pemanfaatan marketplace, ritel modern hingga ekspor menjadi bagian dari strategi pengembangan Salaku.

Topik tersebut memperlihatkan bahwa bisnis berbasis potensi daerah memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh apabila dibangun dengan strategi yang tepat. Konsep tersebut sekaligus sejalan dengan semangat IFRA Business Expo 2026 dalam mempertemukan peluang bisnis dengan pengembangan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara bagi generasi muda, IFRA menghadirkan Ryu Kintaro, konten kreator sekaligus pengusaha cilik, dalam sesi “How Young Entrepreneurs Think, Build and Win”. Bersama brand-nya, Tjap Nyonya Kaya, Ryu berbagi perspektif mengenai keberanian memulai bisnis sejak usia muda.

“Dalam memulai usaha, berani aja, mulai dulu aja, jangan pernah takut. Karena semua bisnis besar hari ini mulai dari langkah kecil,” ujar Ryu.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin terbukanya akses generasi muda terhadap informasi, teknologi digital, marketplace, serta berbagai model bisnis yang dapat dikembangkan dengan skala awal yang lebih kecil.

Peluang Bisnis untuk Masa Pensiun

IFRA Business Expo 2026 juga tidak hanya menyasar anak muda maupun calon entrepreneur pemula. Pameran ini menghadirkan Retirees Seminar bersama Utomo Njoto yang membahas peluang waralaba sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat yang memasuki masa pensiun.

Kehadiran sesi tersebut memperlihatkan bahwa kewirausahaan dapat menjadi pilihan lintas usia. Dengan model bisnis yang relatif lebih terstruktur, franchise dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus mengembangkan sumber pendapatan setelah memasuki masa pensiun.

Selain berbagai sesi edukasi tersebut, IFRA Business Expo 2026 juga menghadirkan diskusi bersama The Entrepreneurs Society dengan tema “From Local Brand to World-Class Brand: What It Takes to Grow”.

Diskusi ini membahas sejumlah tantangan yang dihadapi brand lokal ketika ingin memperluas pasar, mulai dari membangun fondasi bisnis, memperkuat identitas dan diferensiasi brand, hingga menyesuaikan strategi dengan dinamika pasar global.

Apresiasi untuk Brand Franchise Berprestasi

Rangkaian IFRA Business Expo 2026 turut diwarnai dengan penyelenggaraan Indonesia Business Opportunity Marketing Awards (IBOMA) 2026 dari Majalah Franchise Indonesia.

Penghargaan tersebut memberikan apresiasi kepada sejumlah pelaku bisnis franchise dari berbagai kategori. Penerimanya meliputi BIRU untuk kategori Depo Air Minum Isi Ulang, Indomaret untuk Minimarket, Shop & Drive untuk Bengkel Otomotif & Aksesoris, serta Apotek K-24 untuk kategori Apotek.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Ray White Indonesia untuk Broker Properti, Martha Tilaar Salon Day Spa untuk Beauty & Spa, Ayam Gepuk Pak Gembus untuk Resto Ayam Gepuk, dan Studiorenang.com untuk Swim School in Indonesia with Aquatic Therapy.

Sementara kategori Kursus Bahasa Inggris diraih Leit Leadership English Institute, kategori Kebab diberikan kepada Kebab Turki Baba Rafi, kategori Sekolah Menggambar kepada Ohayo Drawing School, serta kategori Kedai Teh kepada Teh Kotjok.

Bagi industri franchise, penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap brand yang mampu membangun model bisnis dan peluang kemitraan di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

IFRA Bukan Sekadar Pameran

Project Manager IFRA 2026, Mega Khoriani, mengatakan penyelenggaraan IFRA tahun ini diharapkan tidak berhenti pada aktivitas transaksi selama pameran. Lebih jauh, IFRA ingin menjadi ruang yang mempertemukan calon pelaku usaha dengan peluang, jaringan, pengetahuan, serta berbagai pihak yang dapat mendukung perjalanan bisnis.

“IFRA 2026 bukan sekadar ruang pameran, melainkan titik awal lahirnya peluang-peluang baru, jaringan bisnis yang lebih luas, dan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi kita semua,” ujar Mega.

Dengan menghadirkan 250 brand, berbagai sesi edukasi, penghargaan industri, serta kesempatan bertemu langsung dengan calon mitra usaha, IFRA Business Expo 2026 memperlihatkan bahwa peluang kewirausahaan dapat datang dari berbagai arah.

Bagi masyarakat yang masih mencari pintu masuk ke dunia bisnis, franchise dan kemitraan menawarkan pilihan dengan karakter yang berbeda-beda. Sementara bagi pemilik usaha lokal, pengembangan sistem dan standardisasi dapat membuka jalan menuju skala bisnis yang lebih luas.

IFRA Business Expo 2026 juga masih dapat diikuti secara online hingga Desember 2026 melalui situs resmi IFRA Indonesia. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi terbaru mengenai program dan peluang bisnis dapat mengikuti kanal resmi penyelenggara.

Perhelatan ini sekaligus menjadi pengantar menuju The 26th IFRA Business Expo 2027, dengan harapan semakin banyak peluang usaha dan entrepreneur baru yang lahir dari ekosistem franchise dan kemitraan di Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles