Aprilia Cetak Double Podium di GP Jepang 2026, Jorge Martín Kedua dan Bezzecchi Ketiga

Aprilia Racing mencatat sejarah baru di MotoGP Jepang 2026. Dua pembalapnya, Jorge Martín dan Marco Bezzecchi, berhasil finis di podium utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (5/10/2026).

Jorge Martín yang memulai balapan dari pole position mampu mempertahankan kecepatannya hingga finis di posisi kedua. Hasil tersebut menjadi podium pertama Aprilia Racing di kelas utama MotoGP di Motegi.

Tambahan 20 poin dari posisi kedua juga membuat Martín tetap berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 333 poin.

Sementara itu, Marco Bezzecchi mengawali balapan dari posisi keempat. Pembalap Italia tersebut menjalani start dengan baik dan langsung naik ke posisi ketiga, sebelum mempertahankan posisi itu hingga melewati garis finis.

Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Aprilia karena untuk pertama kalinya dua motor RS-GP berhasil finis di podium dalam gelaran MotoGP Jepang.

Tidak hanya dua pembalap tim pabrikan, performa positif juga ditunjukkan dua pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team. Raúl Fernández finis kelima, sedangkan Ai Ogura mengamankan posisi keenam.

Dengan hasil tersebut, Aprilia menempatkan empat motor RS-GP26 di enam besar balapan utama GP Jepang.

“Saya sangat senang karena kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya berkendara dengan sangat baik dan mampu mempertahankan pace yang sangat kuat hingga akhir,” ujar Jorge Martín.

Martín mengaku terus berusaha memberikan tekanan hingga lap terakhir, tetapi Marc Márquez dinilainya memiliki keunggulan yang membuatnya harus puas finis di posisi kedua.

“Saya mencoba terus mendorong hingga lap terakhir, tetapi Márquez memiliki sesuatu yang lebih. Saya merasa sangat beruntung bisa memimpin kejuaraan sambil bersaing dengan Marc,” katanya.

Menurut Martín, hasil tersebut menunjukkan perkembangan besar yang berhasil dicapai Aprilia dibandingkan musim sebelumnya.

“Menurut saya, ini luar biasa jika mengingat posisi kami satu tahun lalu. Saya sangat bahagia, bersama Aprilia kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan saya merasa nyaman di atas motor. Kami memiliki seluruh potensi untuk terus berjuang hingga akhir,” ujarnya.

Marco Bezzecchi juga harus bekerja keras untuk mempertahankan posisi ketiga. Di penghujung balapan, pembalap Aprilia tersebut mendapat tekanan dari Enea Bastianini yang melaju cepat.

“Hari ini saya memberikan yang terbaik dalam balapan dan berhasil meraih hasil terbaik yang mungkin kami dapatkan. Ini adalah podium yang benar-benar harus diperjuangkan karena Bastianini melaju sangat cepat, terutama di bagian akhir balapan,” kata Bezzecchi.

Ia mengakui tidak mudah menjaga Bastianini tetap berada di belakang. Namun, tekanan tersebut justru membuatnya menikmati jalannya balapan.

“Sangat sulit untuk terus menahannya di belakang, tetapi saya menikmatinya dan senang dengan hasil ini. Saya sangat ingin memberikan respons setelah apa yang terjadi kemarin,” ujarnya.

Bezzecchi juga menyinggung proses pemulihannya setelah mengalami cedera. Menurutnya, hampir setiap akhir pekan dirinya masih harus terus meningkatkan performa dari hari ke hari.

“Sejak mengalami cedera, hampir di setiap akhir pekan saya harus terus berkembang dari hari ke hari, sementara Jorge dan Marc sedikit lebih cepat. Jadi, sekarang saya harus berusaha memperkecil jarak tersebut dan memanfaatkan setiap peluang ketika kesempatan itu datang,” katanya.

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menilai akhir pekan di Motegi menjadi salah satu momen penting bagi timnya. Selain mencatat pole position melalui Martín, Aprilia juga berhasil mengamankan double podium pada balapan utama.

“Ini adalah akhir pekan yang intens, di mana Aprilia kembali mencatatkan sejumlah rekor, seperti lap pole position Jorge dan double podium dalam balapan, sesuatu yang belum pernah kami raih sebelumnya di Jepang,” ujar Rivola.

Menurut Rivola, Martín juga tampil kuat sepanjang akhir pekan setelah finis kedua pada balapan utama maupun Sprint.

Ia turut menyoroti jalannya Sprint Race, termasuk persoalan performa ban yang menurutnya berdampak terhadap keselamatan pembalap.

“Marco juga tampil sangat konsisten dan cepat, meskipun sayangnya dirugikan pada sprint karena pace dengan ban medium yang secara tidak biasa jauh lebih lambat dibandingkan yang ditunjukkannya pada sesi latihan bebas kedua,” katanya.

Rivola menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena menyangkut aspek keselamatan.

“Jelas terdapat masalah keselamatan pada sprint. Dari sisi ini, Aprilia ingin menyoroti aspek tersebut lebih dari tim lainnya, hingga mendorong agar sejumlah keputusan diambil,” ujarnya.

Perubahan kemudian dilakukan dengan seluruh tim menggunakan ban belakang hard pada balapan utama. Rivola menilai keputusan tersebut membantu menghadirkan balapan yang lebih aman sekaligus kompetitif.

“Perubahan tersebut kemudian membuat seluruh tim menggunakan ban belakang hard, dan saya rasa hal ini memberikan kami balapan yang luar biasa, yang berlangsung dengan tingkat keselamatan penuh,” kata Rivola.

Setelah mencatat sejarah di Motegi, Aprilia kini dituntut menjaga momentum hingga seri-seri berikutnya. Dengan Jorge Martín masih memimpin klasemen dan empat RS-GP26 finis di enam besar GP Jepang, persaingan MotoGP 2026 semakin menarik untuk diikuti. XPOSEINDONESIA/IHSAN

spot_img

Must Read

Related Articles