Harapan besar Aprilia Racing untuk melanjutkan tren positif usai tampil kompetitif di Mugello harus berakhir pahit pada seri MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Senin (9/6/2026). Baru beberapa detik setelah lampu start padam, dua pembalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, terpaksa mengakhiri balapan lebih cepat akibat insiden beruntun di tikungan pertama.
Balapan yang semula diprediksi menjadi kesempatan Aprilia untuk meraih hasil positif justru berubah menjadi salah satu akhir pekan paling mengecewakan musim ini. Insiden yang melibatkan beberapa pembalap langsung mengacaukan strategi tim dan menghilangkan peluang meraih poin penting di klasemen kejuaraan dunia MotoGP 2026.
Marco Bezzecchi memulai balapan dari posisi keenam, sementara Jorge Martin berada tepat di belakangnya di posisi kedelapan. Saat memasuki tikungan pertama, Martin kehilangan kendali ketika melakukan pengereman dan kemudian bersenggolan dengan Bezzecchi.
Benturan tersebut memicu kecelakaan beruntun yang turut menyeret pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team, Raul Fernandez, serta dua rider Ducati, Fabio Di Giannantonio dan Fermin Aldeguer. Akibat insiden tersebut, peluang ketiga motor Aprilia untuk bersaing di barisan depan langsung sirna hanya dalam hitungan detik sejak balapan dimulai.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, Marco Bezzecchi dinyatakan tidak mengalami patah tulang. Namun pembalap Italia itu mengalami memar pada bagian kaki dan tangan kanan. Kondisi serupa juga dialami Jorge Martin yang lolos dari cedera serius, meski mengalami memar pada punggung dan kaki kanannya.

Selain gagal menyelesaikan balapan, Martin juga harus menerima konsekuensi tambahan dari steward MotoGP. Pembalap asal Spanyol tersebut dijatuhi hukuman double long-lap penalty yang wajib dijalankan pada seri berikutnya di Brno.
Kegagalan Bezzecchi dan Martin finis menjadi pukulan telak bagi Aprilia Racing yang sebelumnya menunjukkan perkembangan performa cukup menjanjikan sepanjang musim. Apalagi beberapa seri terakhir memperlihatkan peningkatan daya saing motor RS-GP dalam menghadapi dominasi pabrikan rival.
Di tengah hasil buruk tim pabrikan Aprilia, secercah harapan justru datang dari tim satelit SuperFile Trackhouse MotoGP Team. Pembalap muda Jepang, Ai Ogura, tampil impresif dengan melakukan recovery sepanjang balapan sebelum akhirnya berhasil finis di posisi keempat.
Hasil tersebut menjadi salah satu catatan positif bagi keluarga besar Aprilia di Balaton Park sekaligus menunjukkan potensi besar yang dimiliki Ogura dalam musim debutnya di kelas premier.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak menutupi kekecewaannya terhadap hasil yang diraih tim di Hungaria. Menurutnya, insiden tersebut menjadi kontras dengan atmosfer positif yang dirasakan Aprilia saat tampil di Mugello beberapa pekan sebelumnya.
“Dari Minggu dan akhir pekan terbaik di Mugello, kami kini menghadapi satu hari yang paling mengecewakan. Setelah merasakan berbagai emosi di Mugello, ini adalah kekecewaan besar yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” kata Rivola.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada tim Trackhouse serta para pembalap lain yang ikut terdampak dalam kecelakaan tersebut.
“Saya sangat menyayangkan apa yang terjadi. Jelas bahwa Marco dan Raul sama sekali tidak melakukan kesalahan. Kami memahami bahwa balapan selalu memiliki risiko, tetapi kemampuan melewati tikungan pertama dengan aman merupakan hal yang sangat penting. Kesalahan Jorge sangat sulit diterima,” ujarnya.
Hasil di Balaton Park menjadi pekerjaan rumah besar bagi Aprilia Racing menjelang MotoGP Brno. Selain harus memulihkan kondisi fisik para pembalapnya, tim asal Noale itu juga perlu segera bangkit agar tidak kehilangan momentum dalam persaingan musim 2026.
Bagi para penggemar MotoGP, seri Brno mendatang akan menjadi momen menarik untuk melihat respons Aprilia Racing setelah mengalami salah satu akhir pekan tersulit musim ini. XPOSEINDONESIA/IHSAN


