Batu Secret Zoo, dari Edukasi Satwa hingga Wahana Keluarga dalam Satu Kawasan

Kalau berkunjung ke Kota Batu, Jawa Timur, wisatawan biasanya punya banyak pilihan untuk menghabiskan waktu. Salah satunya Batu Secret Zoo di kawasan Jatim Park 2, yang menawarkan pengalaman melihat satwa sekaligus menikmati wahana rekreasi dalam satu kawasan.

Konsep itu pula yang membuat Batu Secret Zoo tidak sekadar menjadi tempat untuk melihat koleksi hewan. Pengunjung bisa menjelajahi berbagai zona satwa, mengikuti aktivitas feeding pada area tertentu, menikmati wahana, mengunjungi Museum Satwa hingga melanjutkan perjalanan ke Drive Thru.

Koordinator CRU atau Guest Relation Officer Jatim Park 2, Eva Paradesa, mengatakan nama Batu Secret Zoo sendiri memiliki cerita dari konsep awal kawasan tersebut. Dahulu, terdapat semacam aviary tertutup yang membuat pengunjung tidak dapat mengetahui apa yang ada di dalamnya.

“Dulu di sini ada semacam aviary yang tertutup. Jadi tamu tidak bisa melihat sebenarnya di dalamnya ada apa,” ujar Eva saat ditemui di area Savana, Batu Secret Zoo.

Dalam perkembangannya, kawasan tersebut tidak hanya diisi koleksi satwa. Berbagai wahana permainan dan fasilitas rekreasi kemudian menjadi bagian dari Batu Secret Zoo sehingga pengalaman pengunjung menjadi lebih beragam.

Saat ini, koleksi Batu Secret Zoo mencakup lebih dari 300 jenis satwa dengan jumlah keseluruhan lebih dari seribu ekor. Satwa yang ditampilkan tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara.

Pengunjung bisa menemukan sejumlah zona dengan karakter berbeda. Dari area reptil di Secret A, Lemur Kingdom, area Aqua, Savana atau Pasar Afrika, hingga Tigerland yang berada di bagian menuju pintu keluar.

Di kawasan tertentu, pengunjung juga dapat menyaksikan aktivitas feeding satwa, termasuk singa dan jerapah. Aktivitas tersebut menjadi salah satu pengalaman yang menarik karena wisatawan bisa melihat bagaimana satwa berinteraksi dengan makanan sekaligus mendapatkan informasi mengenai karakter dan kebiasaannya.

Namun, interaksi dengan satwa tidak dilakukan secara bebas. Aktivitas feeding hanya tersedia pada area tertentu dan pengunjung tetap harus mengikuti aturan serta arahan petugas.

Batu Secret Zoo juga memiliki pilihan pengalaman yang berbeda melalui Drive Thru. Konsepnya menyerupai wisata safari karena pengunjung dapat melihat satwa dari dalam kendaraan, tetapi pengunjung tidak diperbolehkan turun selama berada di jalur tersebut.

“Pengunjung bisa menggunakan mobil pribadi atau kendaraan listrik yang disediakan oleh kami,” kata Eva.

Meski memiliki konsep Drive Thru, area tersebut tidak sepenuhnya sama dengan taman safari dengan kawasan yang sangat luas. Sebagian satwa masih berada di dalam exhibit, sementara beberapa satwa tertentu dapat berada di area yang memungkinkan pengunjung melihatnya dari kendaraan.

Untuk satwa seperti singa, misalnya, pengunjung tetap melihatnya dari area exhibit demi menjaga keselamatan. Sementara beberapa satwa lain dapat ditemui dalam area yang telah disiapkan pengelola.

Pengalaman berwisata juga tidak berhenti di Batu Secret Zoo. Jatim Park 2 menggabungkan tiga destinasi dalam satu kawasan, yakni Batu Secret Zoo, Museum Satwa dan Sweet Memories.

Eva mengatakan konsep tersebut menjadi salah satu alasan Jatim Park 2 banyak dipilih keluarga. Dengan satu kali pembelian tiket, pengunjung dapat masuk ke tiga destinasi tersebut tanpa harus membeli tiket masuk tambahan.

“Dengan satu kali pembelian tiket, pengunjung bisa masuk ke Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Sweet Memories tanpa dipungut biaya lagi,” ujarnya.

Berbagai wahana di dalam kawasan juga dapat dinikmati pengunjung sesuai ketentuan masing-masing. Ada wahana yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa sehingga anak-anak tidak diperbolehkan menggunakannya.

Dari sisi waktu kunjungan, wisatawan juga perlu menyiapkan waktu yang cukup. Dengan banyaknya zona dan aktivitas yang tersedia, kunjungan ke Batu Secret Zoo tidak ideal jika dilakukan secara terburu-buru.

Bagi wisatawan yang datang bersama anak, konsep edukasi menjadi salah satu daya tarik utama. Tidak sedikit pengunjung Batu Secret Zoo yang datang melalui rombongan sekolah karena kawasan tersebut juga memiliki program edukasi satwa.

Menurut Eva, pola kunjungan biasanya meningkat ketika memasuki masa liburan sekolah. Setelah periode tersebut berakhir, Jatim Park 2 memasuki masa low season, yang biasanya berlangsung sekitar Agustus hingga September.

“Setelah liburan sekolah selesai, biasanya kita masuk low season. Pengunjung yang datang ke sini kebanyakan memang dari sekolah karena kita juga punya program edukasi,” kata Eva.

Pada masa kunjungan yang lebih sepi, pengelola mengandalkan berbagai program promosi untuk menjaga minat wisatawan. Promo dapat diberikan untuk pengunjung perorangan, rombongan maupun pembelian melalui kanal online.

Untuk tiket Jatim Park 2, harga pada hari kerja saat ini Rp150.000. Tiket tersebut sudah mencakup Batu Secret Zoo, Museum Satwa dan Sweet Memories.

Ada pula pilihan bundling Jatim Park 2 dengan Drive Thru atau Eco Active Park. Pada hari kerja, paket tersebut dibanderol Rp175.000, sedangkan pada akhir pekan harganya Rp200.000.

Promo juga diberikan untuk destinasi tertentu dalam Jatim Park Group. Eva menyebut Eco Active Park dan Drive Thru, misalnya, memiliki program pembelian online dengan potongan harga 10 persen pada periode tertentu.

Menariknya, harga tiket yang dipublikasikan tersebut berlaku untuk wisatawan domestik. Untuk wisatawan mancanegara, Jatim Park Group justru memberikan potongan harga khusus sebesar 20 persen di sejumlah park dalam jaringan mereka.

Wisatawan asing cukup menunjukkan paspor untuk mendapatkan potongan tersebut. Sementara pengunjung berusia lebih dari 65 tahun juga mendapatkan diskon 20 persen dengan menunjukkan KTP.

Strategi tersebut dilakukan karena pasar wisatawan asing di Kota Batu masih dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan. Eva mengatakan jumlah wisatawan asing yang datang ke Batu masih lebih sedikit dibandingkan destinasi seperti Yogyakarta dan Bali.

“Dari marketing pusat atau manajemen Jatim Park Group, kita ingin Batu lebih dikenal, bukan hanya di kalangan wisatawan domestik tetapi juga di luar negeri,” jelasnya.

Selain menikmati berbagai wahana, wisatawan yang ingin menginap juga memiliki pilihan akomodasi di kawasan tersebut. Pohon Inn Hotel berada di satu lokasi dengan Jatim Park 2, sementara jaringan Jatim Park Group juga memiliki sejumlah destinasi lain yang dapat dikunjungi dalam satu perjalanan di Kota Batu.

Jatim Park 1, Museum Angkut dan Jatim Park 3, misalnya, menawarkan konsep yang berbeda sehingga wisatawan dapat menyusun perjalanan sesuai minat dan waktu yang tersedia.

Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru, pengelola Jatim Park 2 juga mulai menyiapkan kawasan untuk menghadapi peningkatan jumlah pengunjung. Persiapan tidak hanya menyangkut perawatan fasilitas, tetapi juga mencakup kesiapan wahana dan penambahan atraksi.

“Pastinya untuk libur Natal dan Tahun Baru kita sudah mempersiapkan semuanya. Jadi bukan hanya maintenance di dalam area, tetapi fasilitas-fasilitas lainnya juga kita persiapkan supaya semuanya siap menerima pengunjung,” kata Eva.

Pengelola menargetkan jumlah kunjungan dapat kembali berada di atas 2.000 orang per hari ketika memasuki periode ramai. Jumlah tersebut jauh berbeda dibandingkan masa low season, ketika rata-rata kunjungan harian dapat berada di bawah 1.000 orang.

Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, Eva menyarankan agar tidak sekadar menjadikan Batu Secret Zoo sebagai tempat melihat satwa. Ada cukup banyak aktivitas yang bisa dipadukan sehingga pengalaman berkunjung menjadi lebih lengkap.

“Selain untuk edukasi satwa, kita juga memiliki berbagai wahana yang lengkap. Kemudian untuk tiketnya juga sudah all in,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, Batu Secret Zoo menawarkan pola wisata yang cukup sederhana untuk keluarga. Dalam satu kawasan, anak-anak dapat mengenal satwa, orang tua dapat menikmati suasana taman, sementara keluarga bisa melanjutkan aktivitas dengan wahana, Museum Satwa atau Drive Thru.

Batu Secret Zoo akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak satwa yang bisa dilihat dalam satu hari. Daya tariknya justru terletak pada bagaimana edukasi, rekreasi dan pengalaman keluarga ditempatkan dalam satu perjalanan wisata di Kota Batu.

spot_img

Must Read

Related Articles