Berkunjung ke Kota Batu, Jawa Timur, tidak selalu harus berujung pada wahana permainan atau menikmati udara sejuk pegunungan. Ada pengalaman berbeda yang bisa ditemukan di Museum Musik Dunia, Jatim Park 3, tempat pengunjung diajak melihat musik bukan hanya sebagai sesuatu yang didengar, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah, budaya, teknologi, dan perjalanan kehidupan manusia.
Museum Musik Dunia menjadi salah satu daya tarik di kawasan Jatim Park 3 yang menawarkan pengalaman cukup berbeda. Begitu masuk ke dalamnya, pengunjung akan menemukan koleksi alat musik dari berbagai zaman dan negara, memorabilia musisi, hingga sejumlah instrumen yang bisa dicoba secara langsung.
Konsep tersebut membuat museum ini terasa lebih hidup dibandingkan museum yang hanya mengandalkan koleksi di balik kaca. Pengunjung tidak hanya berjalan dari satu ruang ke ruang lain, tetapi juga dapat mengenal bagaimana alat musik berkembang, bagaimana manusia menikmati musik pada masa lalu, hingga perubahan teknologi yang akhirnya membawa musik ke era digital.
Museum ini memiliki tiga lantai dengan karakter koleksi yang berbeda. Setiap lantai membawa pengunjung ke bagian lain dari perjalanan musik, mulai dari genre populer dan memorabilia musisi hingga instrumen klasik dan vintage yang usianya bahkan mencapai lebih dari satu abad.
Salah satu koleksi yang cukup menarik perhatian adalah drum set milik Terry Bozzio. Jatim Park menyebut koleksi tersebut sebagai salah satu yang unik di Indonesia dan menjadi yang kedua di Asia, sehingga kehadirannya memberikan daya tarik tersendiri bagi penggemar musik, khususnya mereka yang tertarik dengan dunia drum.
Pengalaman di Museum Musik Dunia juga dibuat lebih interaktif melalui Drum Experience. Pengunjung dapat mencoba memainkan drum dan gitar secara langsung, sehingga kunjungan ke museum tidak berhenti pada aktivitas melihat dan membaca informasi.
XposeIndonesia berkesempatan merasakan langsung pengalaman berkunjung ke Museum Musik Dunia pada 14 September 2026. Selain melihat koleksi yang dipamerkan, tim XposeIndonesia juga mencoba sejumlah instrumen musik yang tersedia, sehingga pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi dapat berinteraksi dan merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia musik.
Dari pengalaman tersebut, salah satu hal yang terasa menonjol adalah bagaimana Museum Musik Dunia menggabungkan unsur edukasi dengan hiburan. Anak-anak maupun pengunjung dewasa dapat mengenal instrumen sekaligus mendapatkan pengalaman langsung, sementara koleksi-koleksi yang memiliki nilai sejarah tetap menjadi bagian penting dari perjalanan di dalam museum.

Di lantai dua, suasana musik populer terasa lebih kuat. Berbagai nama besar dari dunia musik seperti The Beatles, Elvis Presley, Freddie Mercury, V BTS hingga PSY hadir melalui koleksi dan memorabilia yang menggambarkan perjalanan musik lintas generasi.
Bagi penggemar musik Indonesia, terdapat pula area dangdut yang menawarkan pengalaman karaoke. Sementara itu, Vinyl Experience membawa pengunjung kembali ke masa ketika piringan hitam menjadi salah satu medium utama untuk menikmati musik.
Koleksi vinyl yang berasal dari berbagai periode tersebut memberikan gambaran tentang perubahan cara manusia mendengarkan musik. Jauh sebelum layanan streaming membuat jutaan lagu dapat diakses dalam hitungan detik, sebuah album harus hadir dalam bentuk fisik dan menjadi bagian dari pengalaman tersendiri bagi pendengarnya.
Perjalanan kemudian berlanjut ke lantai tiga yang menghadirkan atmosfer berbeda. Di sini, koleksi instrumen klasik dan vintage menjadi daya tarik utama, termasuk Polyphone 1857 dari Prancis yang menjadi salah satu benda bersejarah di Museum Musik Dunia.

Polyphone tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi musik pada masa lalu sudah memiliki mekanisme yang cukup menarik. Selain itu, terdapat piano, organ, gramophone, dan berbagai instrumen klasik lainnya yang membawa pengunjung melihat perkembangan musik dari era yang jauh sebelum teknologi digital hadir.
Pengunjung juga dapat menemukan deretan radio vintage dari berbagai periode, mulai dari tahun 1920-an hingga 1990-an. Koleksi tersebut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memperlihatkan bagaimana radio pernah menjadi salah satu media utama yang membawa musik dan hiburan ke rumah-rumah masyarakat.
Yang menarik, pengalaman melihat koleksi klasik tersebut menjadi semakin lengkap karena beberapa instrumen dapat dimainkan. Piano dan sejumlah alat musik lainnya memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi secara langsung, membuat sejarah musik terasa lebih dekat dan tidak berhenti sebagai informasi di dalam papan keterangan.
Keberagaman koleksi menjadi kekuatan utama Museum Musik Dunia. Musik klasik, rock, jazz, dangdut, K-pop, musik tradisional Indonesia, hingga instrumen dari berbagai negara berada dalam satu perjalanan yang menunjukkan bahwa musik selalu berkembang mengikuti zaman dan budaya.
Di sinilah Museum Musik Dunia memiliki daya tarik yang berbeda. Tempat ini tidak hanya berbicara tentang siapa musisi yang terkenal atau alat musik apa yang digunakan, tetapi juga memperlihatkan perjalanan panjang bagaimana manusia menciptakan, memainkan, merekam, dan menikmati musik.
Lokasinya di Jatim Park 3 juga membuat museum ini mudah dimasukkan ke dalam agenda liburan keluarga di Kota Batu. Jatim Park 3 sendiri dikenal sebagai kawasan wisata yang memadukan hiburan dan edukasi dengan berbagai atraksi tematik, sehingga pengunjung dapat mengombinasikan kunjungan ke Museum Musik Dunia dengan destinasi lain dalam satu kawasan.
Namun, Museum Musik Dunia tetap memiliki alasan kuat untuk dikunjungi secara khusus. Koleksi instrumen langka, memorabilia musisi dunia, piringan hitam, radio vintage, hingga kesempatan mencoba sejumlah alat musik membuat pengalaman di dalamnya tidak terasa seperti sekadar melihat benda-benda lama.
Di tengah kebiasaan menikmati musik hanya melalui layar smartphone, berada di ruangan yang dipenuhi instrumen dari berbagai era memberikan pengalaman yang berbeda. Melihat gramophone, menyentuh piano klasik, mengenal Polyphone berusia lebih dari satu abad, atau mencoba memainkan instrumen secara langsung membuat sejarah musik terasa lebih nyata.
Museum Musik Dunia menjadi destinasi yang menarik bukan hanya bagi pencinta musik, tetapi juga bagi keluarga, anak-anak, kolektor, maupun wisatawan yang ingin menemukan sisi lain Kota Batu. Dari The Beatles hingga musik dangdut, dari Terry Bozzio hingga Polyphone 1857, museum ini memperlihatkan bahwa perjalanan musik ternyata begitu panjang dan penuh cerita.
Museum Musik Dunia berada di kawasan Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur, dan saat ini beroperasi setiap hari pukul 11.00–19.00 WIB. Harga tiket dapat berubah mengikuti periode dan program yang berlangsung, sehingga pengunjung disarankan mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi Jatim Park sebelum datang. XPOSEINDOENSIA/IHSAN




