Koran bekas mungkin terlihat seperti barang yang sudah kehilangan fungsi. Namun, di tangan anak-anak dalam program Kids Activity Nawana by Alana, material sederhana tersebut justru berubah menjadi gantungan kunci kreatif yang bisa dibawa pulang. Lewat aktivitas ini, anak-anak tidak hanya diajak bermain dan berkreasi, tetapi juga mulai mengenal arti sustainability melalui pengalaman yang menyenangkan.
Berkolaborasi dengan Akasia Art, Nawana by Alana menghadirkan kegiatan kreatif yang mengajak anak-anak mengolah koran bekas menjadi keychain unik dan personal. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi material, membentuknya, hingga memberikan sentuhan kreatif sesuai imajinasi masing-masing.
Konsep tersebut menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan nilai sustainability kepada anak-anak sejak usia dini. Alih-alih sekadar menjelaskan tentang lingkungan secara teoritis, mereka diajak melihat secara langsung bahwa material yang sudah tidak terpakai masih bisa dimanfaatkan kembali dan memiliki fungsi baru.
Didampingi tim Akasia Art, anak-anak mengikuti setiap tahapan pembuatan gantungan kunci. Mulai dari mengenal bahan koran bekas, mengolah material, membentuknya menjadi bagian dari kerajinan, hingga menyelesaikan karya dengan sentuhan personal.
Aktivitas tersebut sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Mereka tidak dituntut menghasilkan karya yang seragam, melainkan diberikan kebebasan untuk menciptakan gantungan kunci sesuai dengan ide dan karakter masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan sustainability dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya bermain dan membuat karya, tetapi juga belajar bahwa sesuatu yang dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Iresa Aditya, Hotel Manager Nawana by Alana.
Bagi Nawana by Alana, aktivitas seperti ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang memiliki makna bagi keluarga. Ketika seni dan kreativitas dipadukan dengan edukasi lingkungan, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka.
Koran bekas dipilih bukan tanpa alasan. Material tersebut mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga konsep reuse menjadi lebih mudah dipahami. Anak-anak dapat melihat sendiri bagaimana sesuatu yang biasanya dianggap sebagai barang tidak terpakai ternyata masih dapat diolah menjadi benda baru yang memiliki fungsi.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan. Dari sebuah koran bekas, anak-anak belajar bahwa mengurangi limbah tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Memanfaatkan kembali benda yang tersedia di sekitar juga merupakan bagian dari gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Lebih dari sekadar membawa pulang sebuah gantungan kunci, peserta juga membawa pengalaman tentang bagaimana kreativitas dapat menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan. Setiap karya menjadi pengingat bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai limbah ketika masih memiliki potensi untuk digunakan kembali.
Kolaborasi Nawana by Alana dan Akasia Art melalui Kids Activity ini pun memperlihatkan bahwa edukasi mengenai sustainability dapat dikemas dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan. Bagi anak-anak, menjaga lingkungan tidak harus selalu hadir dalam bentuk pesan yang serius, tetapi bisa dimulai dari aktivitas bermain, membuat sesuatu dengan tangan sendiri, dan belajar melihat nilai dari benda-benda sederhana di sekitar. XPOSEINDONESIA/IHSAN



