Dua nama perempuan dari pucuk pimpinan InJourney Hospitality kini resmi tercatat dalam daftar penerima penghargaan DEWI BUMN sebuah apresiasi bergengsi yang tidak datang dari lingkungan internal perusahaan, melainkan dari penilaian independen MarkPlus Inc. dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026. Direktur Utama Christine Hutabarat dan Direktur Pengembangan Bisnis Putri Eka Sukmawati menerima penghargaan tersebut pada Kamis, 8 Mei 2026, di tengah rangkaian The 14th Annual Jakarta Marketing Week 2026 momentum tahunan yang selama lebih dari satu dekade menjadi barometer kepemimpinan transformatif di lingkungan korporasi Indonesia.
Penghargaan DEWI BUMN bukan sekadar trofi seremonial. Penilaiannya mencakup kemampuan pemimpin perempuan dalam mendorong inovasi nyata, mengakselerasi transformasi organisasi, mengimplementasikan strategi pemasaran yang adaptif, hingga membangun budaya kerja yang berorientasi pada pengalaman pelanggan dan keberlanjutan jangka panjang. Dalam konteks InJourney Hospitality anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) yang mengelola portofolio hotel negara standar ini tidak ringan. Industri hospitality nasional tengah berada dalam fase transformasi besar, di mana digitalisasi layanan, penguatan identitas merek, dan persaingan dengan jaringan hotel internasional berlangsung secara bersamaan.
Christine Hutabarat menegaskan bahwa penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan pengingat arah. “Transformasi bisnis tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan perusahaan, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman hospitality yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi industri dan masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini selaras dengan visi perusahaan yang diusung InJourney Hospitality: menjadi The Leading Hospitality Company Embodies Indonesian Culture, Delivering Exceptional Experiences Rooted in Heritage sebuah ambisi yang menempatkan identitas budaya lokal sebagai keunggulan kompetitif, bukan sekadar ornamen.
Dari sisi pengembangan bisnis, Putri Eka Sukmawati membawa perspektif yang sama tajamnya. Ia menekankan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus dibangun di atas kemampuan membaca perubahan pasar, membangun kolaborasi strategis, dan menciptakan peluang yang memberikan nilai jangka panjang bukan sekadar mengejar angka kuartal demi kuartal. “Kami optimistis bahwa melalui strategi bisnis yang adaptif dan kolaboratif, InJourney Hospitality dapat terus memperkuat perannya sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem pariwisata Indonesia,” tegasnya.
Pencapaian ini juga memiliki dimensi yang melampaui batas korporasi. Kehadiran dua perempuan di posisi puncak InJourney Hospitality yang meraih pengakuan nasional menjadi sinyal penting bagi ekosistem BUMN secara luas. Data World Economic Forum dalam Global Gender Gap Report secara konsisten menunjukkan bahwa organisasi dengan representasi perempuan yang kuat di level kepemimpinan cenderung lebih adaptif terhadap perubahan dan lebih inovatif dalam menghadapi disrupsi. Di Indonesia, ruang bagi perempuan untuk duduk di posisi pengambil keputusan strategis BUMN memang terus meluas, namun masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang memerlukan komitmen sistemik bukan sekadar momentum seremonial tahunan.
InJourney Hospitality membuktikan bahwa transformasi industri hospitality nasional bisa dipimpin dari dalam, dengan tangan perempuan yang memegang peta strategis secara teguh. Penghargaan DEWI BUMN 2026 bukan hanya catatan prestasi korporasi, melainkan bagian dari narasi yang lebih besar: bahwa kepemimpinan inklusif bukan sekadar nilai yang tertulis dalam dokumen kebijakan, tetapi sesuatu yang bisa dibuktikan dengan hasil nyata di lapangan. Perkembangan InJourney Hospitality ke depan layak untuk terus dicermati khususnya oleh siapa pun yang ingin memahami arah masa depan industri perhotelan dan pariwisata Indonesia. XPOSEINDONESIA/IHSAN


