Jumat, Agustus 29, 2025

Aniwayang Studio Bawa Wayang Anak Desa Timun ke World Osaka Expo Jepang

Pagelaran unik bertajuk Wayang Anak Desa Timun yang dipersembahkan Aniwayang Studio sukses memukau pengunjung World Osaka Expo 2025 di Jepang, 15 Agustus lalu. Pertunjukan ini menghadirkan kombinasi wayang tradisional dengan sentuhan animasi modern, sehingga terasa segar sekaligus sarat nilai budaya.

Di Paviliun Indonesia, Aniwayang Studio menampilkan berbagai aktivitas, mulai dari senam timun, pemutaran animasi Desa Timun, pengalaman mendalang, hingga pagelaran Aniwayang Live. Konsep kreatif ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian wayang yang lebih dekat dengan anak-anak dan generasi muda.

“Biasanya wayang identik dengan pertunjukan tradisional, tapi Desa Timun menyajikannya dengan cara yang segar dan imut. Anak-anak Jepang sampai betah menonton dari awal sampai akhir,” tutur Nanang, warga Indonesia di Jepang yang turut menyaksikan pertunjukan tersebut.

Apresiasi juga datang dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut penampilan Aniwayang Studio sebagai bukti kekayaan budaya Indonesia yang mampu tampil di panggung global.
“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga seni pertunjukan yang sarat pesan filosofis dan bagian dari identitas bangsa. Kehadiran Aniwayang Studio menunjukkan bagaimana tradisi dapat dijaga lewat inovasi,” ujar Irene pada 26 Agustus 2025.

Senada, Founder dan Direktur Aniwayang Studio, Daud Nugraha, menegaskan bahwa keterlibatan mereka di acara internasional ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.
“Kami ingin mendekatkan wayang kepada anak-anak dengan menggabungkan teknik tradisional dan animasi modern. Ini cara kami melestarikan warisan budaya,” ungkapnya.

Aniwayang Studio sendiri dikenal lewat serial Desa Timun, sebuah karya kreatif yang ringan, lucu, namun tetap mengangkat nilai budaya. Selain pentas seni, mereka juga berpartisipasi dalam business forum di hadapan tamu internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia. XPOSEINDONSIA Foto : Dok Biro Komunikasi KemenEkraf

Must Read

Related Articles