27.7 C
Jakarta
Wednesday, July 6, 2022

Bupati Indramayu Nina Agustina:  Kelor Menyimpan Banyak Gizi

- Advertisement -
- Advertisement -

Bupati Indramayu Nina Agustina menyatakan tekadnya menjadikan lahan tidur di Indramayu menjadi lahan pertanian kelor. Ini diungkapkannya  di tengah acara Gerakan Melawan Stunting, pada Sabtu, 26 Februari 2022. Gerakan ini diinisiasi HaloPuan, lembaga sosial Ketua DPR RI Puan Maharani

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, wilayah yang terkenal karena menjadi lokasi salah satu kilang minyak terbesar Pertamina di Indonesia tersebut berhasil mengumpulkan  sekitar 300 warga.

Mereka sebelumnya telah didata karena merupakan warga sasaran Gerakan Melawan Stunting, yakni ibu hamil, ibu menyusui, pasangan pengantin baru, calon pengantin, dan kader-kader posyandu serta PKK.

Angka stunting di Kabupaten Indramayu sebenarnya turun hingga 50 persen dari 29,19 persen pada 2019 menjadi 14,4 persen pada 2021. Bupati Indramayu, Nina Agustina, memang serius menangani stunting, di antaranya dengan membentuk tim Gesit (Gerakan Penurunan Stunting Indramayu Terpadu).

- Advertisement -

“Meskipun demikian kewaspadaan akan bahaya stunting mesti terus dijaga agar kasus baru stunting tidak terjadi di Indramayu,” kata Koordinator HaloPuan, Poppy Astari.

Oleh karena itu, Puan Maharani melalui HaloPuan bergotong royong dengan kader-kader PDI Perjuangan di daerah untuk terus mengampanyekan pencegahan stunting dengan penyuluhan pentingnya asupan gizi seimbang bagi balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

Selain penyuluhan, HaloPuan juga berbagi gagasan memanfaatkan bubuk daun kelor sebagai makanan tambahan super dalam melawan stunting. Daun kelor telah teruji manfaatnya di banyak negara dalam mengatasi malnutrisi dan gizi buruk.

“Di Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, HaloPuan telah memonitor warga yang mengonsumsi bubuk daun kelor selama satu bulan penuh,” jelas Poppy.

“Hasilnya, bubuk daun kelor memperlancar ASI pada ibu menyusui serta meningkatkan berat dan tinggi badan anak, masing-masing 5 ons dan 0,5 sentimeter dalam satu bulan.” Ungkap Poppy lagi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Sirojudin, mengatakan kegiatan Gerakan Melawan Stunting bukanlah kegiatan politik partai banteng.

 “Ini kepedulian Ibu Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI terhadap penanganan stunting,” katanya. Dia juga menjelaskan bahwa Indramayu masih masuk dalam kategori tinggi dalam hal kejadian stunting, terutama di Kecamatan Balongan.

“Saya juga aneh kok di daerah Pertamina yang kaya raya seperti ini ada stunting,” ujarnya.

Terkait dengan bubuk daun kelor yang dibawa HaloPuan, Sirojudin mengakui ini informasi yang sangat menarik.

Baca Juga :  HaloPuan Lebarkan Sayap Kerja Sama. Ajak Aisyiyah Kampanye Melawan Stunting di Kabupaten Bandung

“Ibu Bupati tadi bisik-bisik ke saya, bagaimana kalau lahan pertanian Perhutani diminta ditanami kelor. Kita bisa minta bantuan HaloPuan. Indramayu ini kaya, tanahnya terluas di Jawa Barat setelah (Kabupaten) Bogor.”

Sementara itu, Bupati Indramayu Nina Agustina, mengakui bahwa kelor memiliki manfaat gizi yang sangat banyak, terlebih tanaman ini gampang didapat.

“Jadi, yang namanya daun kelor di luar negeri itu sudah dibikin kapsul-kapsul dan banyak dicari oleh masyarakat di luar negeri. Kok, kita yang lahannya banyak, (kelor) malah diawur-awur atau didiamkan,” kata Nina.

“Karena itu, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Puan Maharani atas berkah ini. Ini berkah dari Ibu Puan melalui Halopuan yang peduli kepada kaum perempuan.

Menyambut paparan Sirojudin, Nina juga menyatakan tekadnya untuk menjadikan lahan-lahan tidur di Indramayu lahan pertanian kelor. “Kelor bisa menjadi produksi Indramayu, sehingga membuka lapangan pekerjaan juga. Nanti akan kita coba.”

Dia lalu mengajak warga peserta kegiatan untuk bersama-sama melawan stunting. “Ayo kita melawan stunting bersama karena (stunting) di Indramayu termasuk tinggi. Saya tidak bisa sendirian tapi harus bersama-sama semuanya, semua unsur masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Nina menyampaikan sebait pantun:

Di Indramayu banyak petani

Ibu-ibunya ayu-ayu

Terima kasih Ibu Puan Maharani

Telah membantu melawan stunting di Indramayu

Dalam kegiatan Gerakan Melawan Stunting di Indramayu, penyuluhan tentang gizi seimbang disampaikan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Ahli Madya Jawa Barat, Agus Mujahidin.

Setelah itu, relawan HaloPuan, Mochamad Chotim menyampaikan informasi kekayaan nutrisi daun kelor yang diolah menjadi bubuk atau tepung. Bersama kader-kader posyandu dan PKK se-Kecamatan Balongan, Chotim juga memeragakan cara mengolah daun kelor menjadi bubuk.

Di akhir kegiatan, HaloPuan dan PDI Perjuangan membagikan paket sembako dan paket makanan tambahan, termasuk di dalamnya 400 gram bubuk daun kelor, kepada 300 warga sasaran. Warga juga menerima bibit kelor untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

Bupati Nina, didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu dan Camat Balongan, Iing Koswara, kemudian menanam kelor di pekarangan Balai Desa Sukareja. XPOSEINDONESIA Foto Dudut Suhendra Putra

bupati indramayu nina agustina didampingi poppy astari dari halopuan menyerahkan bibit pohon kelor kepada kepala kelurahan se kab indramayu jawa barat
bupati indramayu nina agustina didampingi poppy astari dari halopuan menyerahkan bibit pohon kelor kepada kepala kelurahan se kab indramayu jawa barat
warga indramayu anhusias menerima pengarahan
warga indramayu anhusias menerima pengarahan
warga indramayu berkumpul untuk melawan stunting
warga indramayu berkumpul untuk melawan stunting
warga masyarakat halopuan melawann stunting
warga masyarakat halopuan melawann stunting
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -