Minggu, Maret 23, 2025

AJV Divisi Hiburan Gelar Diskusi ‘Spirit Musik Indonesia’

Dalam rangka menyambut Hari Musik Nasional tangal 9 Maret,  Aliansi Jurnalis Video (AJV) Divisi Hiburan  menggelar Diskusi dengan tema ‘Spirit Musik Indonesia’

Diskusi yang berlangsung di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jumat (17/2/23) sekitar pukul 17.00 WIB hingga selesai ini  ditayangkan secara live di Unastv.

Diskusi sendiri menampilkan penyanyi Fitri Karlina, Ato (Angkasa Band) sebagai pembicara diskusi  yang mengungkap bahwa musik Melayu Asli  belakangan ini terasa hilang  dari industry.

Moderator Ote Abadi mengarahkan pembicaraan bagaimana  sebagai penyanyi, Fitri Karlina maupun Atok melihat dan menyikapi kondisi  tersebut, dan mau membawa musik Melayu Kembali membumi seperti era 70 an, di mana Koes Plus, Panbers, Mercys  Berjaya dan mau memakai musik Melayu sebagai bagian bahan kreativitasnya.

Sudah Bergerak Mendunia

Fitri menyebut selain dirinya sebagai penyanyi dangdut, ia  sejatinya  adalah juga founder dari Indo Pop Movement  Times Square New York, sebuah Yayasan Oraganisasasi yang berada di New York.

Dan sepanjang dua tahun  terakhir,  Indonesia Pop Movement secara konsisten  terus bergerak menggelar musik asli Indonesia di New York.

“Termasuk menggelar musik Melayu,  ini adalah idealisme kami untuk membuat musik Melayu  bisa terus eksis, tidak hanya di Indonesia, tapi juga  di luar negeri. Kita ingin budaya musik Indonesia ini diiakui disandingkan dengan musik internasional,” kata Fitri lagi.

Jadi, bukan tanpa  alasan  “Kami memilih kota New York untuk jadi pijakan kita untuk mempromosikan musik dangdut dan musik asli Indonesia lainnya. Band-band Indonesia pun diajak tampil di sana. kemarin  kit sempat mengajak d’ Masiv Band juga Vicky Shu dan para desiner dan penari, kata Fitri

Kuasai Sosial Media

Sementara Ato, vokalis  dari Angkasa Band, menyebut, bahwa di era digital sekarang ini, setiap individu senian, wajib memanfaatkan semua aplikasi social media yang  tersedia.

“Saya awalnya tidak paham Tik Tok,  tapi belakangan saya mainin Tik Tok, sambil juga nyanyikan kembali lagu-lagu Angkasa  seperti Cinta Mati yang sangat viral. Hasilnya  tak terduga. Video saya ada yang viewers   sampai 6,5 juta!”, kata Ato yang memiliki follower sebanyak 359,500  

Ato  yang  terkenal dengan lagu “Jangan Selingkuh” menyarankan,  seniman dari genre musik apapun mau memanfaatkan social media. Ini dilihatnya  juga dilakukan oleh band seangkatannnya, seperti Kangen Band.

”Cara ini  juga bisa dijalankan  seniman musik Melayu,  memanfaatkan semua sarana social media dan menjadii salah satu cara  agar musik itu tetap ada. Asal kita kreatif,  pasti bisa!” ungkapnya.

Musik Melayu Dilihat Sebelas Mata

Sementara itu Andre dari Nagaswara Record yang mewakii  Rahayu Kertawiguna,  menyebut bahwa  social media juga bisa menghasilkan. “Dan Nagaswara sudah biasa menggunakannya  dan bisa menghasilkan  dari situ.”

Andre mengakui, dalam perekrutan nama baru yang akan diproduksi, sekarang ini Nagaswara bukan hanya melihat kualitas vocal dan musik, tapi  juga dilihat, “seberapa besar followers-nya dan seberapa aktif dia ada di social media,” kata Andre.

Andre melihat industri musik melayu memang mengalami perubahan. Sebelumnya, pada tahun 2000, musik Melayu pernah berjaya  dengan munculnya nama-nama Melayu  seperti Wali Band, ST 12,  Kangen Band dan lain-lain.

Menurut pendapat Andre, musik Melayu masih dipandang sebelah mata  oleh media radio maupun televisi.

“Sulit untuk membuat lagu Melayu diputar di radio.   Karena itu pada tahun 2010, Nagaswara  mendirikan radio sendiri,” ungkapnya.

Usai acara Diskusi musik,  suasana kemeriahan makin terasa. Sejumlah  tamu undangan dari kalangan penyanyi turun menghibur.

Tamu undangan sendiri datang dan berbagai kalangan, di antaranya pengacara Farhat Abbas, Barbie Kumalasari, Seis Band, Novi KDI, Icha Christy, Liliek Jasqee, Iswati Fersida, DJ Cheche, Alf Tatale dan Vivian Voo dan lain-lain.

“Meski waktu terbatas, acara bisa berlangsung meriah. Terima kasih untuk para narasumber, kawan-kawan wartawan dan tamu undangan yang hadir,” tutur Ketua Panitia Pelaksana Acara Fauzi Zuhri, akrab disapa Didi

AJV divisi hiburan, kata Didi, menaruh perhatian besar terhadap industri hiburan termasuk dunia musik Indonesia.

Acara  diskusi kali ini mendapat dukungan dari Hotel Sultan, Nagaswara, Unastv serta Orang Tua Group ini.

 Menurut Ketua AJV divisi hiburan Achmad Syahban Lolo  ada rencana akan menggelar lagi   acara sejenis pada puncak Hari Musik Nasional  9 Maret 2023.

“Salut kepada panitia atas terselenggaranya acara di tengah keterbatasan. Terima kasih sahabat AJV, wartawan, narasumber dan tamu undangan yang  hadir,” tutur lelaki yang akrab disapa Lolo. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

diskusi musik ajv menghadirkan andre nagaswara firi karlina dan ato angkasa band
diskusi musik ajv menghadirkan andre nagaswara firi karlina dan ato angkasa band
diskusi musik digelar di hptel hilton oleh ajv
diskusi musik digelar di hptel hilton oleh ajv
para wartawan yang hadir
para wartawan yang hadir
suasana diskusi di pinggir kolam renang hotel hilton
suasana diskusi di pinggir kolam renang hotel hilton
amazon wartawan senior yang baru sembuh dari akit dihibur fitria karlina
amazon wartawan senior yang baru sembuh dari akit dihibur fitria karlina

Must Read

Related Articles