24.7 C
Jakarta
Wednesday, July 6, 2022

Nitatadi Gelar  Konser  Sederhana Tapi Ekstravaganza

- Advertisement -
- Advertisement -

Empat sekawan dari Jawa Barat (Ronni Waluya, Rita Effendi, Netta KD dan Hedi Yunus) yang tergabung dalam kelompok vocal Nitatadi, sukses menggelar pertunjukan  bertajuk “Konser Dunia Cita Nitatadi untuk Kawan”, di Balai Sarbini, Jumat, 17 Juni 2022.

Nitatadi  bukan hanya menghibur ratusan penonton, namun berhasil pula membawa perasaan penonton (yang kebanyakan berusia di atas kepala 3, 4 dan 5) untuk kembali  bernostalgia dengan lagu-lagu hits era 90-an.

Ya, menonton konser  ini seperti membuka kembali buku catatan harian  penonton di masa SMP-SMA, di mana lagu-lagu cinta yang sedang hits  di masa itu menemani hati dan perjalanan cinta penonton.

Misalnya  Ayun Langkah, Kawan, Sabda Alam, atau lagu hits dari personil Nitatadi  yakni: Sepanjang Jaman, Maafkanlah, Maafkanlah,  Januari di Kota Dili.

- Advertisement -

Atau  lagu-lagu barat romantis yang abadi dalam kenangan siapapun yang lahir di era 60-70an,  yakni First Love, Looking  Through The Eyes of Love.

Semua lagu  ditampilkan  dalam kemampuan teknik vocal yang sangat baik, pengucapan lirik dan artikulasi yang benar, dan  yang pasti pembagian suara dan bisa menyanyikan bagian masing-masing  secara baik dan benar.

Kehebatan ini bisa dimaklumi, karena mereka mendapat pendidikan yang sama di  tempat alm. Abang Elfa Secoria. Di masa remaja, mereka bersama-sama mengikuti beragam  lomba nyanyi (baik pop maupun keroncong di tingkat daerah maupun nasional. “Dan saya  jadi juara keroncong nasional tiga tahun berturut-turut,” ujar Rita Effendi.

Sederhana Tapi Ekstravaganza

Di atas  panggung, Nitatadi sendiri  diarahkan membawakan lagu yang dipastikan mengikat  hati penonton, dan ditampilkan secara tidak biasa, berbeda sekaligus terkesan ekstravaganza.

Tengok pada sesi  dimana Nitatadi membawakan lagu  istimewa, yang mempertemukan  Anthonio Song (The Rainbow)  milik Michael Frank yang dirilis tahun 1977 dengan  lagu Keraguan milik Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun yang dirilis pada 1987.

Pentas ini juga  memperagakan kepiawaian personil Nitatadi dalam menaklukan lagu keroncong. Sebut satu contoh  Bandar Jakarta.

Pentas berdurasi  dua jam lebih itu,  sekaligus membuktikan kota Bandung  memang pusat pencetak penyanyi hits era 90-an.

Karena dimunculkan pula Trio Rida Sita Dewi  menyanyikan hits mereka  antara  lain Satu Bintang, Kusadari dan Antara Kita, p-lus mengundang Andre Hehanusa di barisan penonton, yang menjadi mentor dan senior RSD  naik  ke atas panggung untuk menyanyi bersama.   

Baca Juga :  Jamrud Masih Punya Massa di Synchronize Festival 2019

Ada beberapa bagian pada panggung ini memperlihatkan  show yang biasa, namun memukau.

Satu yang penting dicatat adalah dimunculkannnya  musisi Dian HP dengan grand piano, sekaligus menantang keempat personil Nitatadi untuk ujuk kebolehan beradu vocal. Dan mereka lulus!

Lepas dari semua itu, sesungguhnya pentas ini bisa disebut  dibuat sangat berani alias nekat. Bagaimana tidak?

Dari panggung Hedi  Yunus menjelaskan  Nitatadi  baru terbetuk di tengah  masa Pandemi,  dan hanya punya satu single yang sudah edar berjudul “Kawan” di bawah Gerenimo Records, ditambah satu lagu lagi Dunia Cinta yang dirilis bersamaan dengan konser. 

“Kami memang belum punya album. Banyak orang nanya lha  kok mau konser?  Mau bawain lagu apa? Ya! Kami akan nyanyi lagu hits masing-masing, tapi semua dibawakan secara berempat!” kata Hedi. 

Dengan  kostum chic, dengan iringan musik Geronimo Big Band  yang  apik, koreografi yang enak dilihat, rundown acara yang cermat, di tengah siraman lighting  dan soud system yang prima, pentas ini  berhasil memperlihatkan pertunjukan musik yang memukau.

Selamat untuk “kenekatan” Ari Kusuma, sebagai Executive Produser  dalam  menggelar pentas ini. Meski baru punya satu single, Nitatadi bisa mengumpulkan ratusan penonton.

Dan selamat juga untuk solidaritas musisi dan penyanyi  yang  hadir, seperti Armand Maulana,  Dewi Gita, Agus Wisman,  Yana Yulio, Yuni Shara,  Melly Goeslaw, Shelomita, Aming dan lain-lain.

Penyanyi Rika Roeslan sebelum pentas  berlangsung sempat berujar, “Pertunjukan dari penyanyi senior  begini wajib  kita support!  Kalau penyanyi milenial sudah banyak penontonnya!”

Sebuah solidaritas yang patut terus dilestarikan. Dan jika semangat ini  terus terjaga,  kehadiran pentas Nitatadi di berbagai kota besar Indonesia patut dirancang  jauh-jauh hari. Dijamin masyarakat umum bakal antri menjadi penonton, terlebih jika publikasi di sosial media dibuat secara masif dan terencana. XPOSEINDOENSIA/Nini Sunny. Foto Indrawan Ibonk

dian hp menguji nitatadi
dian hp menguji nitatadi
kostum apik salah satu kekuatan lain nitatadi
kostum apik salah satu kekuatan lain nitatadi
nitatadi di panggung sarbini 17 juni 2022
nitatadi di panggung sarbini 17 juni 2022
nitatadi membangkitkan nostalgia masa remaja
nitatadi membangkitkan nostalgia masa remaja
nitatadi memperlihatkan kualitas vokal juara
nitatadi memperlihatkan kualitas vokal juara
penonton yang sebagian besar musisi dan penyanyi indonesia terkenal
penonton yang sebagian besar musisi dan penyanyi indonesia terkenal
rsd di panggug nitatadi
rsd di panggug nitatadi

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -