31.3 C
Jakarta
Thursday, August 11, 2022

BNPT Gelar Lomba Nyanyi Sambil Cegah Radikalisme di Kalangan Kaum Muda

- Advertisement -
- Advertisement -

Dalam rangka HUT ke 12 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar lomba nyanyi yang diberi gelar Festival Musik Kebangsaan (Mukbang).

“Festival Mukbang dibuat khusus untuk menjaring peserta pelajar SMA Sederajat di tiga wilayah propinsi, yakni Jakara, Banten dan Jawa Barat,” kata Kolonel (Czi.) Rahmad Suhendro selaku Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, dalam pidato pembukaan Festival Mukbang di PPHUI, Jumat (15/07/22).

Rahmad Suhendro mengatakan BNPT sengaja menyediakan ruang untuk menyalurkan kreativitas bermusik para anak muda.

“Sambil kita menitip pesan, jangan ikut-ikutan radikalisme, karena hal itu bisa merusak tatatan hidup. Kita menggaet anak muda, setelah kita lihat pelaku radikalisme biasanya anak muda,”kata Rahmad lagi.

- Advertisement -

Tujuan festival, menurut Rahmad sekaligus untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan mencegah penyebaran paham radikal terorisme yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Melalui kegiatan itu, diharapkan anak muda muda bebas berkrativitas dan meningkatkan kewaspadaan sekaligus membentengi diri dari pengaruh ajakan kelompok radikal terorisme,” ungkap Rahmad lagi.

Musisi Nana Hape yang menjadi salah seorang Juri menambahkan, bahwa biasanya anak muda memang memiliki energi lebih, tetapi sering tidak mendapatkan ruang penyaluran.

“Yang saya tangkap dari festival Mukbang ini adalah, BNPT menginginkan kegiatan ini bukan hanya untuk menyalurkan bakat, tetapi juga sekaligus membagi energi dalam keperluan positif anak muda!”

Festival dengan Peserta Global

Panitia Festival berhasil mengumpulkan 1200 peserta yang memasukan profil mereka bernyanyi di Youtube.

Kemudian panitia memilih 60 peserta (solo, duet, maupun format band) untuk masuk semi final, dan diseleksi lagi menjadi 10 peserta, yang diuji secara on-line oleh dewan juri antara lain Nanang Hape, Putri Ayudhya dan Ezra Mandira (berhalangan digantikan Fafa dari BNPT).
Pada final, peserta diwajibkan membawakan lagu Salam Indonesia Harmoni yang diciptakan Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H.,

Baca Juga :  Erwin Gutawa Menghidupkan Chrisye di Bandung

“Lagu dan liriknya memotivasi untuk saling menghormati dalam keberagaman. Ada part yang dibawakan secara nge rap di lagu itu,” ungkap Putri.

Sebagai juri, Putri tidak mengelak ketika dikritisi, lomba nyanyi BNPT terkesan masih terlalu lebar, tidak ada pengkatogorisasian pada penilaian solo, duo maupun band.

”Sebagai tahap awal kegiatan Mukbang, kami berfikir yang penting jalan saja dulu, Jadi kita tidak membuat pengkategorisasian dalam format lomba penyanyi duo, solo, band atau yang lain. Semoga di acara selanjutnya kita bisa pikirkan kategori-kategori seperti itu,” ujar Putri Ayudya.

Nanang Hape juga menjawab kritik yang disampaikan wartawan, bahwa banyak peserta yang masuk final terkesan tidak siap untuk tampil. Selain ada suara yang masih fals, ada pula ketidakselarasan antara vokal dan musik.

“Betul, memang begitu adanya. Karena panitia menjaring peserta berdasarkan video yang dikirim. Bisa jadi, peserta mengirim video yang terbaik yang mereka punya. Sementara di atas panggung kan harus tampil secara live. Apa adanya!”

Festival yang berlangsung sejak pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 22.00 itu memilih pemenang sebagai berikut :
Juara 1 Sahitya Band dari Banten,
Juara II Fitriani Dwi R dari DKI Jakarta,
Juara III diraih Vocal Grup SMAN 33 Jakarta

fitriani dwi r juara ii
fitriani dwi r juara ii
kolonel czi. rahmad suhendro dan rekan rekan
kolonel czi. rahmad suhendro dan rekan rekan
para pemenang bersama kolonel czi. rahmad suhendro
para pemenang bersama kolonel czi. rahmad suhendro
- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -