Brand Lencir akhirnya angkat bicara menanggapi berbagai informasi yang belakangan ramai beredar di media sosial terkait produk minuman detox mereka. Dalam konferensi pers yang digelar di Brits Hotel Puri Indah, Jakarta, Rabu (8/7/2026), perusahaan menegaskan hingga saat ini belum ada hasil resmi dari otoritas yang menyatakan produk mereka menjadi penyebab meninggalnya seorang konsumen.
Konferensi pers tersebut menghadirkan Owner Brand Lencir, Michelle Halim, bersama kuasa hukum perusahaan, Michael Sugijanto, sebagai upaya memberikan penjelasan kepada publik di tengah berkembangnya berbagai informasi yang dinilai tidak utuh.
Belakangan ini, nama Brand Lencir menjadi sorotan setelah muncul sejumlah unggahan di media sosial yang mengaitkan produk detox mereka dengan meninggalnya seorang konsumen. Isu tersebut berkembang semakin luas setelah muncul berbagai opini mengenai kandungan produk dan ajakan agar dilakukan evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Michelle Halim mengatakan pihaknya memahami munculnya kekhawatiran masyarakat. Namun ia berharap publik tidak langsung menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.
“Kepercayaan konsumen adalah hal yang paling kami jaga sejak awal. Karena itu kami memilih menjelaskan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,” kata Michelle.
Ia mengungkapkan, setelah mengetahui kabar yang beredar, dirinya bersama tim langsung mendatangi keluarga almarhumah untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi sebenarnya.
Dari pertemuan tersebut, menurut Michelle, keluarga menjelaskan bahwa almarhumah telah lama menjalani pengobatan akibat penyakit kanker sebelum mengonsumsi produk Lencir. Selain itu, konsumsi produk tersebut juga disebut baru berlangsung dalam waktu singkat, kurang dari satu minggu.
“Kami tentu ikut berduka. Namun kami juga merasa perlu meluruskan informasi agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak yang memang memiliki kewenangan,” ujarnya.
Michelle menambahkan, hingga saat ini perusahaan belum menerima hasil pemeriksaan maupun pernyataan resmi dari regulator yang menyebutkan adanya hubungan antara produk Lencir dengan meninggalnya konsumen tersebut.
Di sisi lain, perusahaan menyatakan siap apabila sewaktu-waktu diminta memberikan data maupun dokumen dalam proses evaluasi yang dilakukan pemerintah.
“Bagi kami, keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas. Jika ada proses pemeriksaan, kami akan kooperatif dan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan,” katanya.
Sementara itu, kuasa hukum Brand Lencir, Michael Sugijanto, menjelaskan pihaknya juga melakukan penelusuran langsung kepada keluarga almarhumah setelah narasi tersebut ramai diperbincangkan.
Menurutnya, keluarga justru mengaku terkejut karena nama almarhumah digunakan dalam berbagai unggahan media sosial tanpa seizin mereka.
“Berdasarkan komunikasi kami, keluarga tidak pernah memberikan keterangan yang menyatakan produk Lencir menjadi penyebab meninggalnya almarhumah,” ujar Michael.
Ia menyebut ibu kandung dan suami almarhumah bahkan telah membuat surat pernyataan tertanggal 29 Juni 2026 yang menjelaskan bahwa penyebab meninggalnya almarhumah adalah penyakit kanker yang telah diderita sebelumnya.
Michael menegaskan hingga kini pihaknya juga belum menemukan dokumen medis maupun keterangan dari rumah sakit yang menghubungkan produk Lencir dengan penyebab kematian tersebut.
Meski memiliki dasar hukum untuk menempuh jalur hukum atas informasi yang dinilai merugikan perusahaan, Brand Lencir memilih tidak melakukannya.
“Kami lebih memilih meluruskan fakta kepada masyarakat. Fokus kami bukan memperpanjang polemik, tetapi memberikan informasi yang benar sekaligus menghormati keluarga almarhumah yang tentu masih berduka,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Brand Lencir juga menjelaskan bahwa produk-produknya telah dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia maupun sejumlah negara. Mengenai isu kandungan produk yang turut menjadi perbincangan di media sosial, perusahaan menyatakan masih menunggu hasil pengujian laboratorium yang sedang dilakukan sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Melalui konferensi pers tersebut, Brand Lencir mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta menunggu hasil resmi dari regulator apabila nantinya terdapat proses pemeriksaan maupun evaluasi lebih lanjut. XPOSEINDONESIA/IHSAN



